Beranda Tualang Sudah Tiga Bulan Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur di Tualang Belum Ada...

Sudah Tiga Bulan Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur di Tualang Belum Ada Tersangka

12

 

PERAWANG, (Infosiak.com) – Kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polsek Tualang hingga per Januari 2026 belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Ayah korban sangat menyayangkan lambannya kinerja pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus tersebut.

Padahal korban sudah dua kali dilakukan visum dan saksi pun sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dengan laporan polisi LP/B/87/X/2025/SPKT/Polsek Tualang /Polres Siak /Polda Riau masuk pada Senin (20/10/2025) lalu.

“Apa karena kami orang miskin sehingga sepertinya mereka tidak mempedulikan kami. Kenapa pelaku tidak di tangkap – tangkap juga sama polisi. Pelaku masih berkeliaran di Perawang ni. Dulu aku pernah lihat dia berselisih pake honda (motor) arah pasar Perawang, ” kata D Ayah korban.

Dari pengakuan korban (15) ia merasa dijebak oleh teman sekolahnya inisial A (18) sehingga pelaku inisial AY alis J (40) berhasil merenggut kesuciannya.

Pihak kepolisian setempat dikonfirmasi langsung di Mapolsek Tualang Senin (26/01/2026) mengaku bahwa kasus tersebut sudah diproses tapi belum ada dilakukan gelar perkara dan belum ada penetapan tersangka.

“Belum (ada penetapan tersangka) tersangkanya masih belum ada disini. Terkait adanya cabul, laporan sudah. Surat sudah kami layangkan dua kali tinggal penangkapan. Visum sudah, psikolog anak sudah, dari dinsos sudah, tinggal tersangkanya, ” kata Kanit Reskrim Polsek Tualang Iptu Alan Arief, Senin (26/01/2026).

Baca Juga:  Kabupaten Siak Masuk Zona Merah Covid-19, Klaster PNS Terbanyak

Sementara itu Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono mengatakan jika memang ada tersangkanya pihak kepolisian akan langsung menangkap pelaku.

“Kalau memang ada tersangkanya kita ambil aja. Jadi namanya manusia apa lagi dia tau sudah di laporkan pastinya akan berpindah-pindah mencari tempat yang aman. Dan kalau ada informasi terkait tentang tersangka sangat kita butuhkan dan kasi tau aja ke reskrim,” jelas Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono saat ditemui di ruang reskrim bersama Kanit Reserse Kriminal, Senin (26/01/2026).

Dari pengakuan korban Bunga (15) bukan nama sebenarnya, kejadian memilukan tersebut berawal dari teman sekolah korban inisial A (18) mengajak dan membujuk korban pergi bermain ke Pekanbaru bersama saudara laki laki A inisial AY alias J.

Korban tidak menaruh curiga sedikitpun kepada pelaku karena sebelumnya mereka sudah pernah pergi bersama dan pelaku pun merupakan saudara teman korban.

Usai jalan-jalan keliling Pekanbaru teman korban A mengajak istirahat di sebuah penginapan dengan alasan kecapean. Awalnya Bunga menolak dan tidak mau turun dari dalam mobil dan menyampaikan rasa takutnya.

Baca Juga:  Begal Beraksi Lagi di Perawang Siak 1 Orang Tewas

“Ayok dek turun ngapain di mobil,” kata Bunga menirukan bahasa A. “Gak ah takut,” jawab Bunga. “Ngapain kau takut bodoh, bukannya ngapa – ngapain kita di dalam itu,” ketus teman sekolah Bunga itu. Kemudian Bunga tetap bersikukuh tidak mau masuk ke dalam penginapan. “Ahh,” jawab Bunga.

Selanjutnya si A diduga mulai menampakkan kekesalannya dan meninggikan nada suara. “Cepat la ahh anjg ya kau,” kata si A kepada Bunga. Dikarenakan situasi seperti itu Bunga mulai mengikuti ajakan si A. “Selo la ngomongnya. Iya iyaa, ” jawab Bunga.

Disaat bersamaan Bunga melihat si A mengambil sebuah botol minuman air mineral dari tangan saudara laki – lakinya dan mereka berdua pun langsung menuju kamar penginapan.

Setibanya di kamar si A menyuruh Bunga tidur di kasur dan memberikan minuman air mineral tadi.

Usai menenggak minuman tersebut Bunga merasakan pusing di kepala dan ngantuk berat.

Bunga akhirnya tertidur pulas dan merasakan ada yang membuka pakaiannya. Ia mencoba mengembalikan pakaiannya seperti semula tapi seperti ada yang memegang tangannya dan ngantuk berat semakin terasa.

Ketika bangun dari tidur Bunga kaget melihat tubuhnya tidak ada sehelai benang pun yang membalut tubuhnya dan merasakan sakit pada alat vitalnya.

Bunga semakin kaget melihat ada bercak darah di atas kasur.
Dan setelah keluar dari penginapan, di dalam mobil Bunga menanyakan langsung keanehan yang terjadi pada dirinya.

Baca Juga:  Operasi Zebra Muara Takus 2019 di Perawang, Pengendara Terjaring Berulangkali

Kemudian saudara laki – laki si A mengatakan kepada Bunga bahwa ia akan bersedia bertanggung jawab jika terjadi sesuatu hal terhadap korban. “Nanti kalau terjadi apa – apa abang siap nikahin bunga,” kata si J. Bunga semakin kebingungan dan mulai ketakutan mendengar apa yang terjadi. “Emang kita tadi melakukan apa,” tanya Bunga. “Nanti tau sendiri nya kau,” sambut si A.

Setibanya di Perawang sambil menyerahkan setengah dari uang pemberian si J, si A menjelaskan kepada Bunga apa yang telah terjadi di kamar penginapan bahwa mereka berdua sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Disitulah Bunga menangis dan marah kepada si A.

Korban dan orangtua korban berharap kepada pihak kepolisian memberikan keadilan dan menghukum pelaku dan teman sekolah pelaku yang diduga telah menjebak korban.

Bunga mengaku bahwa sebelumnya teman sekolahnya itu sudah beberapa kali berusaha membujuk rayu korban agar mau melakukan hubungan suami istri dengan memperlihatkan video dewasa kepada korban. Namun Bunga selalu menolak sehingga kuat dugaan si A merasa kesal dan menjebak korban dengan minuman tersebut.

Laporan : Jimi