SIAK, (Infosiak.com) – Dugaan aktivitas pungli di depan pintu gerbang jembatan timbang PT Indah Kiat Perawang terus berlangsung.
Padahal, Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono SH MH telah dikonfirmasi awak media dua minggu yang lalu.
Kapolsek Tualang menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan terkait adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh juru parkir terhadap truk yang melintas di jalan AMD tepatnya di depan pintu gerbang PT IKPP Perawang.
Namun hingga kini juru parkir dinas perhubungan kabupaten Siak terlihat masih melakukan aktivitas pungli terhadap truk angkutan batu bara dan angkutan kayu di jalan AMD meski tidak sedang parkir.
Bahkan saat di konfirmasi kembali Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono malah melempar awak media kepada Kanit Reskrim Polsek Tualang.
“Ke kanit reskrim aja. udah ditelpon (dishub Siak), udah datang dia, tapi tak sempat jumpa aku. aku lagi sibuk,” kata Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono SH MH, Selasa (6/1/2026).

Kemudian awak media kembali menanyakan kepada Kapolsek Tualang apakah juru parkir diperbolehkan meminta uang kepada kendaraan yang sedang melintas, tapi mantan Kabag Ops Polres Kuansing ini enggan menjawab pertanyaan wartawan terkesan menghindar.
“Aku lagi dijalan ini mau ke Maredan,” pungkas Kapolsek Tualang.
Sebagaimana diketahui dugaan aktivitas pungli berkedok parkir di jalan AMD simpang gerbang timbangan PT Indah Kiat Perawang kian meresahkan.
Dugaan pungli berkedok parkir ini menyasar truk pengangkut batu bara dan truk kayu tujuan ke pabrik PT IKPP Perawang.
Oknum petugas juru parkir yang ditempatkan Dinas Perhubungan Siak di jalan AMD diduga tanpa pandang bulu melakukan pungutan parkir setiap truk yang akan masuk ke gerbang pabrik.
Bukan cuma truk parkir, tapi truk yang antri masuk gerbang pabrik pun dipungut petugas jukir Dishub Siak.
Bahkan, kendaraan agkutan yang sedang melintas pun dipungut dengan dalih uang parkir.
Padahal, berdasarkan Pasal 1 angka 15 UU No. 22/2009, jelas disebutkan bahwa parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.
Sementara itu, truk cuma antri menunggu giliran masuk pintu gerbang untuk ditimbang.
Penelusuran awak media Jumat (12/12/2025), setiap harinya ratusan kendaraan keluar masuk pabrik PT Indah Kiat Perawang melalui pintu gerbang jalan AMD.
Satu persatu truk kayu dan truk batubara antri masuk jembatan timbang perusahaan. Hanya bebeberapa saja truk yang memang parkir untuk berbelanja di warung.
Hal ini meresahkan supir truk yang hendak masuk ke gerbang timbangan pabrik PT IKPP.
Bahkan tidak hanya merugikan para sopir secara ekonomi, dugaan aktivitas pungli tersebut juga berdampak pada kelancaran lalu lintas.
Apalagi ketika supir menyerahkan uang dengan nominal besar dan tidak ada kembalian. Sehingga dalam kondisi ini dapat mengurangi kelancaran arus lalu lintas.
“Kami ni antri mau masuk jembatan timbang, bukan parkir. Tapi dikutip juga sama orang ini bang,” kata salah satu supir truk kayu di lokasi kemarin.
Mantan Kabid Lalu Lintas Dishub Siak Aka Kodrat Mahendra di konfirmasi awak media beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa petugas jukir di jalan AMD resmi dan memiliki SK.
“Dan kalaupun seperti itu namanya tidak sesuai SOP tinggal kami sampaikan ke jukirnya. Untuk memungut sesuai ketentuan. Kalau ada nanti kita tegur, ” kata Kodrat kemarin.
Namun hingga kini belum ada respon dari dinas perhubungan Siak terkait adanya dugaan pungutan diluar ketentuan yang dilakukan oleh jukir.
Sementara itu, Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono SH MH beberapa waktu lalu dikonfirmasi awak media terkait adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum jukir dishub malah menanyakan kembali kepada wartawan.
“Emang ada aduan bang? Kita akan konfirmasi sama dishub kabupaten, ” kata Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono SH MH, Senin (22/12/2025).
Hingga kini dugaan aktivitas pungli berkedok parkir masih berlangsung di jalan AMD. Para supir truk berharap ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas pungli yang kian meresahkan supir truk.
Laporan : Jimmi








