<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>POJOK Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<atom:link href="https://infosiak.com/category/pojok/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infosiak.com/category/pojok</link>
	<description>Infosiak.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jul 2024 10:55:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://infosiak.com/wp-content/uploads/2018/09/cropped-infosiak-perawang-32x32.jpg</url>
	<title>POJOK Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<link>https://infosiak.com/category/pojok</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Catatan Atok: Pemda Jangan Asal Membangun</title>
		<link>https://infosiak.com/catatan-atok-pemda-jangan-asal-membangun</link>
					<comments>https://infosiak.com/catatan-atok-pemda-jangan-asal-membangun#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 10:50:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POJOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=21929</guid>

					<description><![CDATA[<p>POJOK (Infosiak.com) &#8211; Pembangunan fasilitas umum atau infrastruktur merupakan bagian terpenting yang harus diwujudkan di setiap daerah. Sebuah daerah akan dianggap maju dan hebat bilamana di daerah tersebut didapati banyak pembangunan, seperti pembangunan gedung kantor, gedung pertemuan, gedung sekolah, gedung fasilitas kesehatan, dan tak terlepas sarana dan prasarana infrastruktur jalan. Pembangunan yang direalisasikan/diwujudkan di suatu [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-pemda-jangan-asal-membangun">Catatan Atok: Pemda Jangan Asal Membangun</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-pemda-jangan-asal-membangun?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p><strong>POJOK (Infosiak.com) &#8211;</strong> Pembangunan fasilitas umum atau infrastruktur merupakan bagian terpenting yang harus diwujudkan di setiap daerah. Sebuah daerah akan dianggap maju dan hebat bilamana di daerah tersebut didapati banyak pembangunan, seperti pembangunan gedung kantor, gedung pertemuan, gedung sekolah, gedung fasilitas kesehatan, dan tak terlepas sarana dan prasarana infrastruktur jalan.</p>
<p>Pembangunan yang direalisasikan/diwujudkan di suatu daerah tentunya tidak terlepas dari rasa kepeka-an dan kepedulian Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Bagi sebagian besar masyarakat, baik yang tinggal di perkampungan ataupun di perkotaan, pembangunan yang paling dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya adalah infrastruktur jalan dan fasilitas kesehatan, termasuk juga fasilitas sarana pendidikan.</p>
<p>Terkhusus di wilayah Kabupaten Siak Provinsi Riau, terwujudnya pembangunan fasilitas umum (infrastruktur, red) sudah bisa dilihat/ditemukan di mana-mana. Artinya, dalam kurun waktu 20 tahun belakangan ini Pemda Siak telah sangat peduli dan perhatian terhadap peningkatan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat.</p>
<p>Meskipun program pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan, merupakan bagian terpenting yang harus ditingkatkan dan diwujudkan di setiap daerah, namun Pemda setempat juga tidak boleh mengesampingkan sektor-sektor yang lain, seperti pengembangan dan peningkatan di sektor pertanian, kepariwisataan, kewirausahaan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Demi untuk bisa mewujudkan pembangunan yang merata di setiap sektor, Pemda setempat juga mesti cermat dan teliti dalam memanfaatkan dan menggunakan anggaran yang ada. Baik yang diperoleh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>
<p>Menilik dari banyaknya bangunan yang saat ini berdiri di wilayah Kabupaten Siak Riau, salah satu yang paling spektakuler adalah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) yang membentang di atas Sungai Siak. Selain gaya/model arsitekturnya yang tidak ada kesamaannya di Sumatera, jembatan tersebut juga dilengkapi dengan tangga lift yang pada beberapa waktu lalu sempat meraih penghargaan rekor MURI.</p>
<p>Keberadan Jembatan TASL Siak itu juga sekaligus sebagai sarana penghubung Dua kecamatan yakni Kecamatan Mempura dengan Kecamatan Siak. Artinya, keberadaan jembatan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, selain sebagai sarana lalu-lintas, juga sebagai tempat rekreasi/tamasya bagi para pengunjung yang datang ke Kota Siak Sri Indrapura.</p>
<p>Terbaru dan terkini, di Kabupaten Siak juga telah dibangun tempat wisata menarik yang tak kalah hebat dengan yang ada di Eropa, yakni jembatan Skywalk yang membentang di tepian Sungai Siak, tepatnya di Kepenghuluan Kampung Tengah Kecamatan Mempura.</p>
<p><strong>Pemda Jangan Asal Membangun:</strong></p>
<p>Dari sekian banyak fasilitas umum (infrastruktur, red) yang telah dibangun di wilayah Kabupaten Siak Riau, tidak semuanya memiliki kesan manfaat bagi masyarakat. Bahkan ada juga didapati fasilitas umum yang dibangun tapi justeru meninggalkan kesan sia-sia alias mubazir. Parahnya lagi, fasilitas umum tersebut dibangun dengan biaya mencapai miliaran rupiah.</p>
<p>Khusus di wilayah Kecamatan Mempura saja, terdapat sejumlah fasilitas umum yang dibangun oleh Pemda Siak namun keberadaannya tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti keberadaan bangunan PLTU di Kampung Koto Ringin, serta Pasar Tuah Sekato di Kampung Benteng Hulu (Benhul), kedua bangunan tersebut sampai hari ini tidak terfungsikan sebagaiman mestinya. Padahal keduanya menelan biaya/APBD hingga miliaran rupiah.</p>
<p>Tak hanya di wilayah Kecamatan Mempura, bahkan di seputaran Kota Siak Sri Indrapura yang merupakan pusat ibukota Kabupaten Siak, juga banyak ditemukan bangunan-bangunan yang tidak terfungsikan dengan baik yang hanya menyisakan kesan mubazir.</p>
<p>Sebut saja keberadaan Taman Makam Pahlawan di Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak, yang sampai hari ini bisa disebut sebagai bangunan mangkrak.</p>
<p>Selain itu, di sekitar kawasan Jembatan TASL Siak juga ditemukan sejumlah bangunan fasilitas umum yang sampai hari ini belum jelas fungsi dan manfaatnya. Padahal menurut informasi yang sempat beredar, fasilitas umum tersebut dibangun dengan biaya ratusan juta, bahkan mungkin juga hingga miliaran rupiah.</p>
<p>Dari kabar yang beredar, sejumlah fasilitas umum yang terkesan mangkrak di sekitar kawasan Jembatan TASL Siak itu, awalnya dibangun untuk keperluan jual-beli (lapak dagangan, red). Serta ada juga yang konon disebut sebagai tempat fasilitas ruang ganti pengunjung. Namun hingga saat ini bangunan tersebut terlihat belum terfungsikan sebagaimana yang direncanakan.</p>
<p>Terlepas bangunan-bangunan tersebut dibangun oleh lembaga mana ataupun oleh OPD mana, namun pastinya bangunan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan yang telah diwujudkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak.</p>
<p>Berkaca dari masih ditemukannya fasilitas umum yang dibangun oleh Pemda Siak yang terkesan mangkrak tersebut, ke depan Pemda Siak harus lebih matang dan cermat lagi dalam membuat perencanaan dan kajian untuk sebuah program pembangunan. Sebab semua fasilitas umum (infrastruktur, red) itu dibangun dengan menggunakan uang negara. Dengan kata lain, Pemda jangan asal membangun, namun apa yang dibangun mesti memiliki dan membawa dampak manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Apalagi saat ini kondisi keuangan daerah (APBD, red) Kabupaten Siak tidak sebesar Sepuluh tahun yang lalu. Artinya, saat ini kemampuan APBD Siak sangat terbatas, sehingga untuk memenuhi kebutuhan di sektor pembangunan infrastruktur, mesti benar-benar tepat sasaran dan tidak asal-asalan alias asal buat.</p>
<p><strong>Penulis: Atok</strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-pemda-jangan-asal-membangun">Catatan Atok: Pemda Jangan Asal Membangun</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/catatan-atok-pemda-jangan-asal-membangun/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Atok: Adu Janji di Pilkada</title>
		<link>https://infosiak.com/catatan-atok-adu-janji-di-pilkada</link>
					<comments>https://infosiak.com/catatan-atok-adu-janji-di-pilkada#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 11:50:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POJOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=21699</guid>

					<description><![CDATA[<p>POJOK (Infosiak.com) &#8211; Dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat (rakyat jelata, red) yang ada di pelosok kampung maupun di tengah perkotaan, akan kembali dihibur oleh para elite politik dengan berbagai nganyian yang berisikan janji-janji manis plus iming-iming. Panggung hiburan yang akan diisi/diramaikan oleh para tokoh dan politisi itu merupakan pesta Lima tahunan yang lebih dikenal [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-adu-janji-di-pilkada">Catatan Atok: Adu Janji di Pilkada</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-adu-janji-di-pilkada?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p dir="ltr"><strong>POJOK (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>) &#8211;</strong> Dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat (rakyat jelata, red) yang ada di pelosok kampung maupun di tengah perkotaan, akan kembali dihibur oleh para elite politik dengan berbagai nganyian yang berisikan janji-janji manis plus iming-iming. Panggung hiburan yang akan diisi/diramaikan oleh para tokoh dan politisi itu merupakan pesta Lima tahunan yang lebih dikenal dengan istilah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).</p>
<p dir="ltr">Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2024 ini pesta Lima tahunan itu juga akan kembali digelar di kampung tempat tinggal Wak Sangkot, yakni di sebuah perkampungan kecil yang jaraknya tidak jauh dari perkampungan besar.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Wak Sangkot kepada rekan-rekan setongkrongannya di Kedai Kopi, pada perhelatan pesta Lima tahunan 2024 ini akan ada Tiga kontestan (pasangan calon, red) yang bakal bertarung memperebutkan kursi kepala daerah. Namun demikian, Wak Sangkot belum tau persis siapa-siapa saja calon yang akan bertarung di kampungnya itu.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sayo belum berani nak becakap tentang namo-namo calon yang akan maju di pesta Limo tahunan 2024 ini. Sebab sayo pun belum dapat info pastinyo, tapi menurut dukun yang kemarin sempat sayo temui di ruang prakteknyo, kato dukun tu akan ado Tigo pasang calon, termasuk calon petahana yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah,&#8221; sebut Wak Sangkot, sembari menyuguhkan pisang rebus kepada Wak Lebam.</p>
<p dir="ltr">Wak Sangkot yang dikenal sebagai salah satu tokoh tua karismatik di kampungnya itu, mengaku memiliki sanak kerabat (keluarga dekat, red) lebih dari 100 kepala keluarga. Dengan demikian, pada setiap tibanya perhelatan pesta Lima tahunan, banyak tamu-tamu yang berkunjung ke rumahnya, terutama tim sukses dari para calon.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dah tak heran, kalau dah dekat nak ado pesta Lima tahunan macam sekarang ni, bejibun tamu datang ke rumah, ado yang menawarkan sembako murah, BBM murah, gaji naik, bangun jalan, dan macam-macam. Tapi sayo dah tak percayo lagi dengan janji-janji macam tu,&#8221; sambung Wak Sangkot, dengan logat bahasa kampungnya.</p>
<p dir="ltr">Menurut Wak Sangkot, sejumlah bakal calon (Bacalon) yang sudah tebar pesona lewat baleho/spanduk di pinggir-pinggir jalan, semuanya menyuguhkan slogan yang sangat menarik untuk dilirik. Seperti ada Bacalon yang berslogan Kampung Hebat, Kampung Sejahtera, Kampung Maju, dan lain sebagainya.</p>
<p dir="ltr">Meski demikian, timpal Wak Sangkot, untuk bisa mewujudkan semua itu tidaklah semudah membalikkan telapak kaki. Ditambah lagi saat ini kondisi keuangan kampung/daerah tidak sebesar di era Presiden SBY lalu, sehingga untuk mewujudkan program-program yang dijanjikan, membutuhkan komitmen dan perjuangan yang sungguh-sungguh.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau soal menebar janji, kita semua bisa untuk berjanji, tapi untuk mewujudkannya tidak segampang yang dibayangkan, apalagi bagi calon-calon yang sama sekali belum pernah terjun ke ranah birokrasi dan belum tau kondisi keuangan kampung/daerah, tentulah apa yang mereka janjikan itu seolah hanya janji muluk semata,&#8221; lanjut Wak Sangkot, sembari memegang kening membayangkan janji-janji itu.</p>
<p dir="ltr">Bagi Wak Sangkot, dalam menentukan pilihan pada perhelatan pesta Lima tahunan 2024 ini, ia bersama segenap keluarganya sudah sepakat untuk tidak memilih calon-calon yang hanya mengumbar janji. Wak Sangkot berkomitmen akan memberikan hak pilihnya untuk calon yang selama ini sudah berbuat bagi kemajuan kampungnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pesta Lima tahunan ini bukan ajang adu janji. Oleh sebab itu, saya bersama segenap sanak kerabat tidak akan memilih calon yang tukang obral janji, tapi kami akan memilih calon yang sudah teruji dan terbukti mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat,&#8221; tutup Wak Sangkot, sembari pamit masuk ke kamar mandi.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Wak Lebam yang sudah lebih dari Dua jam mendengarkan celetuk Wak Sangkot terkait pesta Lima tahunan di kampungnya itu, sempat bergumam dalam hati bahwa semua yang dikatakan Wak Sangkot itu benar adanya.</p>
<p dir="ltr">Wak Lebam juga memprediksi pada pesta Lima tahunan 2024 ini pasangan petahana masih cukup kuat dan masih dicintai oleh masyarakat. Akankah Petahana kembali terpilih di Pilkada tahun ini???. Kita saksikan bersama di tanggal 27 November 2024 mendatang.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>Penulis: Atok</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-adu-janji-di-pilkada">Catatan Atok: Adu Janji di Pilkada</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/catatan-atok-adu-janji-di-pilkada/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Atok: Mahalnya Harga Kursi DPRD</title>
		<link>https://infosiak.com/20997-2</link>
					<comments>https://infosiak.com/20997-2#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2024 07:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POJOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=20997</guid>

					<description><![CDATA[<p>POJOK (Infosiak.com) &#8211; Setiap Lima tahun sekali digelar pesta rakyat yang dikemas dalam ajang kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu). Pesta rakyat yang dimeriahkan oleh kandidat para calon dari masing-masing Partai Politik (Parpol) itu berlangsung selama sekitar 2,5 bulan yang dimulai sejak ditetapkannya nama-nama calon hingga selesainya proses pemungutan dan penghitungan suara di seluruh daerah. Pada ajang [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/20997-2">Catatan Atok: Mahalnya Harga Kursi DPRD</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/20997-2?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p dir="ltr"><strong>POJOK (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>) &#8211;</strong> Setiap Lima tahun sekali digelar pesta rakyat yang dikemas dalam ajang kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu). Pesta rakyat yang dimeriahkan oleh kandidat para calon dari masing-masing Partai Politik (Parpol) itu berlangsung selama sekitar 2,5 bulan yang dimulai sejak ditetapkannya nama-nama calon hingga selesainya proses pemungutan dan penghitungan suara di seluruh daerah.</p>
<p dir="ltr">Pada ajang pesta rakyat yang digelar Lima tahun sekali itu, terdapat Lima hidangan istimewa yang wajib dipilih/disantap oleh rakyat Indonesia. Kelima hidangan tersebut adalah Pemilihan Presiden (Pilpres), pemilihan anggota DPD, pemilihan anggota DPR RI, pemilihan anggota DPRD Provinsi, dan pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota.</p>
<p dir="ltr">Terkhusus pemilihan anggota DPR dan DPRD yang lebih dikenal dengan sebutan Pemilihan Lagislatif (Pileg), para pemilih (rakyat, red) disuguhkan dengan bermacam-macam hidangan yang dibumbui janji-janji politik maupun janji-janji pribadi, mulai dari janji yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak hingga janji yang berkaitan dengan kepentingan kelompok/organisasi tertentu.</p>
<p dir="ltr">Dalam kontestasi Pileg, para calon anggota legislatif (Caleg) harus bekerja extra keras siang dan malam agar bisa terpilih sebagai anggota legislatif atau yang lebih dikenal dengan sebutan anggota dewan alias wakil rakyat. JIka nantinya terpilih sebagai anggota dewan, para kontestan Pileg tersebut akan menduduki kursi terhormat yang ada di dalam Gedung DPR maupun Gedung DPRD.</p>
<p dir="ltr"><strong>MAHALNYA HARGA KURSI DPR dan DPRD:</strong></p>
<p dir="ltr">Dari sekian ribu kontestan/peserta Pileg yang ada di seluruh Indonesia pada Pemilu tahun 2024 ini, salah satu di antaranya adalah Wak Labu (nama samaran, red) dan Wak Sangkot (nama samaran, red). Kedua kontestan itu sama-sama memperebutkan kursi terhormat yang ada di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak. Hanya saja, mereka berdua berbeda Daerah Pemilihan (Dapil), yakni Wak Labu di Dapil I dan Wak Sangkot di Dapil II.</p>
<p dir="ltr">Wak Labu yang sudah belasan tahun malang-melintang di dunia politik itu dikenal sebagai sosok pekerja keras dan memiliki intelektual yang mumpuni/tinggi. Namun sayang, pada Pileg tahun 2024 ini dirinya tidak mendapatkan suara maksimal di TPS, sehingga dapat dipastikan pada Pileg 2024 ini dirinya gagal untuk menduduki kursi terhormat di DPRD Kabupaten Siak.</p>
<p dir="ltr">Rendahnya perolehan suara yang didapat oleh Wak Labu di TPS, bukan tanpa sebab dan musabab, melainkan karena keterbatasan modal (keuangan, red) yang diakui oleh Wak Labu. Menurut penuturannya, modal yang ia keluarkan pada Pileg 2024 ini berkisar sekitar Rp400 juta. Besarnya modal yang ia keluarkan itu sudah termasuk biaya-biaya operasional dan belanja makan-minum sejak dirinya ditetapkan sebagai Caleg pada menjelang akhir tahun 2023 lalu.</p>
<p dir="ltr">Berbeda dengan Wak Sangkot, pria paruh baya yang dikenal sebagai salah satu tokoh muda potensial di wilayah Dapil II itu mendapatkan suara yang cukup fantastis di setiap kampung, bahkan menurut data form C-1 yang dikantonginya dari seluruh saksi yang ada di TPS, Wak Sangkot memperoleh lebih dari 2.500 suara pada Pileg 2024 ini. Dengan demikian, sudah dapat dipastikan ia akan melenggang mulus ke Gedung DPRD Kabupaten Siak pada bulan Oktober mendatang.</p>
<p dir="ltr">Kesuksesan Wak Sangkot dalam meraih/mendulang suara di wilayah Dapil II itu tentunya tidak terlepas dari besarnya angka-angka yang telah ia keluarkan. Menurut penuturannya, nominal angka-angka yang ia keluarkan pada Pileg 2024 ini mencapai lebih dari Rp800 juta.</p>
<p dir="ltr">Wak Sangkot mengakui, besarnya angka-angka yang ia keluarkan pada Pileg 2024 ini tidak hanya diperuntukkan untuk biaya transportasi dan makan-minum saja, melainkan juga untuk biaya keperluan pembelian dan pemasangan baleho serta spanduk di setiap kampung yang menjadi bagian dari Dapilnya, ditambah lagi dengan ongkos tetek-bengek yang diminta oleh para pendukungnya yang ada di masing-masing kampung.</p>
<p dir="ltr">Menilik perbedaan dan perbandingan angka-angka (modal, red) yang telah dikeluarkan oleh Wak Labu dan Wak Sangkot di Pileg 2024 itu, bisa kita ambil kesimpulan bahwasanya untuk bisa terpilih dan mendapatkan kursi terhormat di DPRD Kabupaten Siak bukanlah hal yang mudah, yakni harus rela merogoh isi kantong hingga ratusan juta rupiah, bahkan juga mencapai miliaran.</p>
<p dir="ltr">Jika harus bicara jujur, kita semua sepakat bahwa harga kursi terhormat di DPR maupun DPRD sangatlah mahal. Bagi para kontestan yang maju di Pileg harus menyiapkan modal besar, minimal sebesar yang dikeluarkan oleh Wak Sangkot agar bisa mendapatkan kursi terhormat sebagai wakil rakyat.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>Penulis: Atok</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/20997-2">Catatan Atok: Mahalnya Harga Kursi DPRD</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/20997-2/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Atok: Momok Banjir di Tahun Politik</title>
		<link>https://infosiak.com/catatan-atok-momok-banjir-di-tahun-politik</link>
					<comments>https://infosiak.com/catatan-atok-momok-banjir-di-tahun-politik#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jan 2024 12:52:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POJOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=20838</guid>

					<description><![CDATA[<p>POJOK (Infosiak.com) &#8211; Fenomena banjir di musim penghujan bukanlah hal baru yang dialami dan dirasakan oleh masyarakat. Khusus di wilayah Provinsi Riau, banjir merupakan tamu tak diundang yang kerap datang/terjadi pada setiap bulan Desember hingga Januari. Bahkan kedatangan sibanjir di tengah masyarakat tidak mengenal apakah sedang dalam suasana tahun politik ataupun tahun paceklik. Seperti yang [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-momok-banjir-di-tahun-politik">Catatan Atok: Momok Banjir di Tahun Politik</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-momok-banjir-di-tahun-politik?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p dir="ltr"><strong>POJOK (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>) &#8211;</strong> Fenomena banjir di musim penghujan bukanlah hal baru yang dialami dan dirasakan oleh masyarakat. Khusus di wilayah Provinsi Riau, banjir merupakan tamu tak diundang yang kerap datang/terjadi pada setiap bulan Desember hingga Januari. Bahkan kedatangan sibanjir di tengah masyarakat tidak mengenal apakah sedang dalam suasana tahun politik ataupun tahun paceklik.</p>
<p dir="ltr">Seperti yang terjadi di awal tahun 2024 ini, hampir seluruh kabupaten/kota di wilayah Provinsi Riau dikabarkan mengalami kebanjiran. Curah hujan yang tinggi dan naiknya air pasang menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir di sejumlah daerah di Provinsi Riau, seperti di Kabupaten Siak, Pelalawan, Kampar, Rohil, Rohul, Kuansing, Bengkalis, dan bahkan Kota Pekanbaru.</p>
<p dir="ltr">Bagi sebagian besar masyarakat (khususnya petani sawit, red), banjir yang menggenangi perkebunan dan pemukiman laksana kehadiran sesosok monster yang turun dari langit. Sebab, kehadirannya membuat para petani tidak bisa menjalankan aktivitasnya di kebun. Parahnya lagi, banjir tersebut tidak bisa diusir hanya dengan menggunakan alat berat (excavator, red) maupun ajimat dan mantera-mantera.</p>
<p dir="ltr">Yang menarik pada musim banjir kali ini adalah, kehadiran banjir di tengah masyarakat berbarengan dengan tibanya masa tahun politik. Sorak-sorai yang biasanya terdengar mengiringi pesta demokrasi tahunan per Lima tahun itu harus tersendat-sendat akibat diselimuti kegundahan dan keluh-kesah rakyat jelata yang halaman rumah dan kebunnya kebanjiran.</p>
<p dir="ltr">Tersebutlah Wak Lantak, salah seorang tokoh/pemuka masyarakat yang tinggal di Dusun Ternganga Kampung Tua, sejak terjadinya banjir dalam beberapa pekan terakhir ini, Wak Lantak tak bisa lagi rutin keluar rumah untuk memantau perkembangan politik di kampungnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sekarang ni kito cumo bisa berdoa semoga banjir di kampong kito cepat surut.  Siapopun nanti Caleg dan Capres yang terpilih, sayo pesankan tolong diingat kalau tibo bulan Desember kampong kito ni sering kebanjiran. Dah itu ajo,&#8221; beber Wak Lantak singkat, saat diajak berbincang soal pilihan politik di Pemilu 2024.</p>
<p dir="ltr">Berbeda dengan Wak Labu, Wak Lantak yang saat ini lebih memilih memikirkan masalah banjir ketimbang masalah politik, justeru Wak Labu malah sibuk ke sana-kemari mempromosikan keponakannya yang tahun ini maju sebagai calon anggota dewan. Dengan penuh semangat dan bermodal janji muluk, Wak Labu getol menghampiri kampung-kampung yang saat ini tengah dilanda banjir.</p>
<p dir="ltr">Sembari membawa bingkisan dan kalender tahun 2024, Wak Labu gencar mendatangi rumah-rumah warga yang halamannya kebanjiran. Dengan raut wajah sedikit memelas, Wak Labu menyampaikan rasa keprihatinannya atas musibah banjir yang terjadi. Wak Labu berjanji bilamana pada Pemilu 2024 nanti keponakannya terpilih sebagai anggota dewan, keponakannya itu akan berusaha sekuat tenaga dan segenap pikiran mengatasi persoalan banjir di seluruh daerah yang menjadi bagian dari Dapil-nya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya sangat prihatin melihat kondisi banjir yang sedang terjadi. Tapi kita tidak boleh patah semangat, apalagi saat ini kita sedang berada di tahun politik, kesempatan kita untuk memilih calon wakil-wakil kita yang memiliki rasa peduli terhadap masyarakat, khususnya calon yang peduli dengan kondisi banjir. Oleh sebab itu, kepada masyarakat yang saat ini rumahnya kebanjiran, saya mohon dukungan agar kiranya bisa membantu suara untuk keponakan saya, karena keponakan saya berjanji siap berjuang menyelesaikan masalah banjir jika nantinya terpilih,&#8221; pesan Wak Labu, saat mengunjungi warga.</p>
<p dir="ltr">Menelisik fenomena banjir yang terjadi di tengah tahun politik ini, kita sebagai penikmat kopi panas dan teh hangat bergumam dalam hati, mampukah banjir ini memberikan konstribusi/keuntungan besar bagi para politisi?. Ataukah justeru sebaliknya menjadi tantangan berat bagi para politisi?.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>Penulis: Atok</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-momok-banjir-di-tahun-politik">Catatan Atok: Momok Banjir di Tahun Politik</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/catatan-atok-momok-banjir-di-tahun-politik/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Atok: Gara-gara Proposal</title>
		<link>https://infosiak.com/catatan-atok-gara-gara-proposal</link>
					<comments>https://infosiak.com/catatan-atok-gara-gara-proposal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 May 2023 07:37:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POJOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=18934</guid>

					<description><![CDATA[<p>POJOK (Infosiak.com) &#8211; Wak Sangkot sudah cukup lama berkecimpung di dunia perdukunan. Selain dikenal sebagai dukun sakti mandraguna, Wak Sangkot juga dikenal sebagai sosok yang memiliki karir cemerlang di salah satu Organisasi Paranormal yang ada di Tanah Pangirupan. Berkat kepiawaiannya itu, ia dipercaya/ditunjuk untuk menjadi Kepala Satuan (Kasat) Paranormal di tempat ia tinggal. Dengan jabatannya [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-gara-gara-proposal">Catatan Atok: Gara-gara Proposal</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-gara-gara-proposal?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p dir="ltr"><strong>POJOK (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>) &#8211;</strong> Wak Sangkot sudah cukup lama berkecimpung di dunia perdukunan. Selain dikenal sebagai dukun sakti mandraguna, Wak Sangkot juga dikenal sebagai sosok yang memiliki karir cemerlang di salah satu Organisasi Paranormal yang ada di Tanah Pangirupan. Berkat kepiawaiannya itu, ia dipercaya/ditunjuk untuk menjadi Kepala Satuan (Kasat) Paranormal di tempat ia tinggal.</p>
<p dir="ltr">Dengan jabatannya sebagai Kasat Paranormal itu, Wak Sangkot merasa sedikit kerepotan untuk melayani masyarakat yang datang untuk berobat kepadanya, ditambah lagi dengan tugasnya sebagai Kasat Paranormal yang tentunya aktivitas kesehariannya menjadi semakin padat. Dengan demikian, Wak Sangkot terpaksa harus mencari asisten (pembantu, red) untuk mendampinginya dalam menjalankan tugas.</p>
<p dir="ltr">Selama mengemban jabatan sebagai Kasat Paranormal, Wak Sangkot didampingi oleh Dua asistennya yakni Wak Ocuk dan Wak Opas</p>
<p dir="ltr">Kedua asistennya itu memiliki tugas khusus yakni memantau dan mengecek kondisi kesehatan warga pada setiap Tiga hari sekali. Bila ditemukan adanya warga yang sakit, maka Wak Sangkot akan langsung mendatangi rumah warga tersebut untuk melakukan pengobatan.</p>
<p dir="ltr">Pada suatu waktu, beberapa hari menjelang tibanya hari Raya Idul Fitri, beredar kabar bahwasanya ada sayembara yang dibuka oleh Ketua Paranormal dari Negeri Seberang Ki Sendra Guna-guna. Dalam sayembara itu, Ki Sendra Guna-guna mengumumkan bahwasanya barangsiapa yang bisa mengalahkan ilmu kesaktiannya yakni mampu &#8220;Menendang Bola&#8221; hingga menyeberangi Sungai Kelantan, maka akan diberi hadiah berupa sebidang tanah dan seeokor Kuda Jantan berwarna Kelabu.</p>
<p dir="ltr">Mendengar sayembara itu, Wak Sangkot memanggil kedua asistennya untuk menyiapkan berbagai keperluan baik sesaji maupun ongkos perjalanan untuk menuju ke Negeri Seberang, karena selama ini Wak Sangkot dikenal sebagai Kasat Paranormal yang tidak pernah gagal dalam mengikuti berbagai sayembara.</p>
<p dir="ltr">Dengan dibekali sepucuk surat berisi proposal, Wak Sangkot menyuruh kedua asistennya untuk mendatangi seluruh Paranormal yang ada di wilayahnya guna membantu/berpartisipasi mengumpulkan dana/biaya yang akan digunakan untuk keperluan transportasi. Namun, di saat menjalankan tugasnya itu, ternyata Wak Ocuk dan Wak Opas tidak hanya mendatangi rumah-rumah Paranormal saja, melainkan juga mendatangi rumah-rumah para janda dan para fakir miskin.</p>
<p dir="ltr">Dari sekian banyak rumah-rumah janda dan fakir miskin yang didatangi oleh Wak Ocuk dan Wak Opas itu, ternyata salah satu diantaranya adalah mantan pasien Wak Sangkot yang dulu pernah berobat kepadanya karena menderita penyakit Kurap dan Stroke, sehingga ia merasa keberatan untuk memberikan sumbangan kepada kedua asisten Wak Sangkot tersebut.</p>
<p dir="ltr">Keberatannya untuk menyalurkan sumbangan itu dikarenakan kedua asisten Wak Sangkot itu meminta dengan cara memaksa yakni harus sebesar Rp<a href="tel:100000">100.000</a>, sedangkan ia hanya seorang petani biasa yang kesehariannya bekerja sebagai tukang tanam cabe rawit.</p>
<p dir="ltr">Berselang beberapa hari usai kedua asisten Wak Sangkot itu menggalang dana untuk keperluan sayembara, beredar kabar bahwasanya perbuatan yang dilakukan oleh asistennya itu adalah sebuah pelanggaran terhadap norma-norma di dunia Paranormal. Akhirnya, kabar tersebut pun tersiar hingga ke Negeri Seberang dan bikin heboh.</p>
<p dir="ltr">Akibat perbuatan yang dilakukan oleh kedua asistennya itu, Wak Sangkot merasa kecewa berat karena nama baiknya tercoreng di kalangan Paranormal. Bahkan akibat kejadian itu, Wak Sangkot dinyatakan tidak boleh mengikuti sayembara yang dibuka oleh Ki Sendra Guna-guna.</p>
<p dir="ltr">Selain tidak boleh mengikuti sayembara, Wak Sangkot bersama kedua asistennya itu juga dinyatakan bersalah karena melakukan pungutan/sumbangan kepada para janda dan fakir miskin. Meskipun pada proposal yang dibuat/diketahui oleh Wak Sangkot itu, tidak ada dicantumkan agar meminta sumbangan/partisipasi kepada para janda dan fakir miskin, melainkan hanya kepada sesama Paranormal.</p>
<p dir="ltr">Kini Wak Sangkot dan kedua asistennya itu harus menanggung konsekwensi dari sebuah proposal sayembara yang berujung pada pengasingan (pembuangan, red). Wak Sangkot terancam akan dipecat dari jabatannya sebagai Kasat Paranormal. Lantas apakah Wak Sangkot dianggap sebagai orang yang bersalah?.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>Penulis: Atok</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-gara-gara-proposal">Catatan Atok: Gara-gara Proposal</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/catatan-atok-gara-gara-proposal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Atok: Kampungku Diteror Macan</title>
		<link>https://infosiak.com/catatan-atok-kampungku-diteror-macan</link>
					<comments>https://infosiak.com/catatan-atok-kampungku-diteror-macan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Apr 2023 15:56:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POJOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=18643</guid>

					<description><![CDATA[<p>POJOK (Infosiak.com) &#8211; Beberapa hari menjelang tibanya hari raya &#8216;Idul Fitri 1444 H / 2023 M, suasana di Kampung Wak Legam terasa sangat mencekam. Betapa tidak, belum hilang dari ingatan tentang ditemukannya tapak/jejak kaki Macan beberapa bulan lalu, kini warga kembali dihebohkan dengan ditemukannya seorang pemuda tewas di kebun karet dengan kondisi mengenaskan. Atas kejadian [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-kampungku-diteror-macan">Catatan Atok: Kampungku Diteror Macan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-kampungku-diteror-macan?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p><strong>POJOK (Infosiak.com) &#8211;</strong> Beberapa hari menjelang tibanya hari raya &#8216;Idul Fitri 1444 H / 2023 M, suasana di Kampung Wak Legam terasa sangat mencekam. Betapa tidak, belum hilang dari ingatan tentang ditemukannya tapak/jejak kaki Macan beberapa bulan lalu, kini warga kembali dihebohkan dengan ditemukannya seorang pemuda tewas di kebun karet dengan kondisi mengenaskan.</p>
<p>Atas kejadian tewasnya pemuda berusia 33 tahun di kebun karet itu, sejumlah media massa pun ramai mempublis berita tentang dugaan bahwa sipemuda (korban, red) meninggal dunia akibat diserang binatang buas alias Macan. Lagi-lagi berita tersebut membuat geger Kampung Wak Legam yang juga kampungku.</p>
<p>Wak Legam yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang gali kubur itu bercerita, sejak ia kecil hingga sudah berumur paruh baya, baru kali ini terjadi peristiwa berdarah yang sangat mengerikan di kampungnya, yakni peristiwa ditemukannya seorang warga yang tewas diduga dimangsa Macan alias Harimau.</p>
<p>Wak Legam juga sempat merinding saat membincangkan betapa ngerinya jika hewan buas itu masih terus berkeliaran dan tak kunjung segera ditangkap. Wak Legam sangat khawatir bilamana hewan buas itu kembali menyerang manusia. Sebab menurut Wak Legam, tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain nyawa. Apalagi nyawa manusia.</p>
<p>&#8220;Sungguh tak dapat dibayangkan, betapa ngerinya jika binatang itu tidak segera ditangkap, karena sudah menimbulkan korban jiwa. Dan peristiwa seperti ini baru pertama kali terjadi di kampung kami ini,&#8221; cetus Wak Legam, saat bebual bersama Atok, yang juga sama-sama warga sekampung.</p>
<p>Dengan raut wajah yang sedikit pilu, Wak Legam berharap pihak terkait bisa sesegera mungkin menyiasati meringkus hewan buas itu, bila perlu dikerahkan juga pawang-pawang Harimau dan personil bersenjata (tembak bius) untuk menangkapnya, atau memasang perangkap yang banyak di setiap lokasi yang diprediksi jadi tempat persembunyiannya.</p>
<p>&#8220;Semoga tidak terjadi lagi peristiwa berdarah akibat serangan binatang buas di kampung kita ini,&#8221; harapnya.</p>
<p>Penulis: Atok</p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-kampungku-diteror-macan">Catatan Atok: Kampungku Diteror Macan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/catatan-atok-kampungku-diteror-macan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Atok: Puasa Tapi Makan</title>
		<link>https://infosiak.com/catatan-atok-puasa-tapi-makan</link>
					<comments>https://infosiak.com/catatan-atok-puasa-tapi-makan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Mar 2023 03:25:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POJOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=18323</guid>

					<description><![CDATA[<p>POJOK (Infosiak.com) &#8211; Bang Bawor sudah lebih 17 tahun bekerja sebagai sopir minibus jurusan Simpang Tugu &#8211; Pasar Lengang. Dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya, Bang Bawor tidak pernah mengeluh atas hasil yang didapat, meskipun terkadang besaran hasil/uang yang ia dapat hanya cukup untuk membeli rokok dan membeli BBM (kebutuhan kendaraannya, red). Pada hari Rabu sekira pukul [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-puasa-tapi-makan">Catatan Atok: Puasa Tapi Makan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-puasa-tapi-makan?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p dir="ltr">POJOK (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>) &#8211; Bang Bawor sudah lebih 17 tahun bekerja sebagai sopir minibus jurusan Simpang Tugu &#8211; Pasar Lengang. Dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya, Bang Bawor tidak pernah mengeluh atas hasil yang didapat, meskipun terkadang besaran hasil/uang yang ia dapat hanya cukup untuk membeli rokok dan membeli BBM (kebutuhan kendaraannya, red).</p>
<p dir="ltr">Pada hari Rabu sekira pukul 09:00 WIB pagi, Bang Bawor mendapat orderan (carteran, red) membawa rombongan para ibu-ibu piknik ke Kota Istana, dari sekian banyak ibu-ibu yang ia bawa tersebut, ternyata ada Satu diantaranya yang masih berstatus perawan (belum bersuami, red). Singkat cerita Bang Bawor terpincut dengan perawan muda tersebut, dan pada akhirnya Bang Bawor pun menikahinya dengan mahar seperangkat alat shalat.</p>
<p dir="ltr">Setelah memiliki isteri, Bang Bawor semakin giat dan semangat menjalankan profesinya sebagai seorang sopir, semua itu ia lakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-sehari bersama sang isteri tercinta. Berselang Tiga bulan menikah, bulan suci Ramadhan pun tiba.</p>
<p dir="ltr">Saat tiba waktu sahur, Bang Bawor terlihat cukup semangat menemani isterinya memasak nasi dan membuat sambal untuk makan sahur. Maklum, baru kali ini Bang Bawor menjalani bulan suci Ramadhan bersama sang isteri.</p>
<p dir="ltr">Saat pagi tiba, seperti biasa Bang Bawor menjalankan minibusnya untuk mengais rejeki di jalanan. Berbeda dengan hari-hari biasa, pada bulan Ramadhan Bang Bawor tidak menyempatkan diri pulang ke rumah pada siang hari, hal itu dikarenakan sang isteri sedang berpuasa, sehingga tidak perlu pulang untuk makan siang bersama isteri.</p>
<p dir="ltr">Beberapa hari menjelang tibanya hari raya Idul Fitri, jumlah penumpang (sewa, red) yang didapat oleh Bang Bawor meningkat cukup drastis, sehingga Bang Bawor nyaris tidak punya waktu istirahat sepanjang hari. Meskipun tidak sempat beristirahat, namun penghasilan Bang Bawor mengalami peningkatan.</p>
<p dir="ltr">Dengan penghasilan berlebih yang ia dapat menjelang tibanya hari raya Idul Fitri itu, Bang Bawor pun bisa memberikan uang lebih kepada isterinya saat pulang ke rumah. Sang isteri pun terlihat sangat gembira dan bersyukur atas penghasilan Bang Bawor yang mengalami peningkatan saat akan tibanya hari raya.</p>
<p dir="ltr">Pada hari Sabtu, 3 hari menjelang tibanya hari raya Idul Fitri, Bang Bawor kembali mendapatkan penumpang yang cukup banyak di jalanan, namun saat itu kondisi fisik Bang Bawor sedikit kurang sehat akibat aktivitasnya yang berlebih dalam beberapa hari terakhir ini.</p>
<p dir="ltr">Di tengah aktivitasnya yang meningkat tersebut, pada siang hari sekira pukul 12:00 WIB, Bang Bawor merasa pusing, mual, dan muntah-muntah hingga ia tidak kuat menjalani puasa seharian, meskipun pada pagi harinya ia masih sempat makan sahur bersama sang isteri di rumah.</p>
<p dir="ltr">Dengan kondisi badan yang tidak sehat itu, Bang Bawor menelpon rekan seprofesinya Bang Paijan. Beberapa menit setelah ditelpon, Bang Paijan pun datang ke lokasi yang biasanya dijadikan tempat mangkal oleh Bang Bawor.</p>
<p dir="ltr">Setelah berbincang-bincang, Bang Paijan menyarankan agar Bang Bawor segera dibawa ke Rumah Sakit (RS), namun saran yang diajukan oleh Bang Paijan itu ditolak oleh Bang Bawor.</p>
<p dir="ltr">Sebagai teman karib yang sama-sama berprofesi sebagai sopir minibus, Bang Paijan tidak sampai hati melihat Bang Bawor jatuh sakit, sehingga Bang Paijan membawa Bang Bawor ke Klinik terdekat guna memeriksakan kondisi kesehatannya sekaligus membeli obat.</p>
<p dir="ltr">Setelah mendapatkan obat dari Klinik, Bang Bawor diajak oleh Bang Paijan mampir ke rumahnya yang tidak jauh dari terminal tempat mereka mangkal. Sesampai di rumahnya itu, Bang Bawor dianjurkan untuk segera meminum obat yang didapat dari Klinik.</p>
<p dir="ltr">Sebelum meminum obat, Bang Bawor membaca petunjuk pada bungkusan obat yang ia dapat dari Klinik, pada petunjuk tersebut tertera tulisan &#8220;diminum setelah makan&#8221;.</p>
<p dir="ltr">Karena tak ingin penyakitnya bertambah parah, Bang Bawor pun berbisik kepada Bang Paijan untuk melihat ke dapur rumahnya itu apakah ada air minum dan makanan. Karena untuk meminum obat dianjurkan untuk makan terlebih dahulu.</p>
<p dir="ltr">Setelah dilihat di dapur, ternyata di meja makan rumahnya itu banyak makanan yang tersedia (sisa makan sahur). Di situ ada nasi, gulai ikan patin, sambal jengkol, dan lain sebagainya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Itu di meja makan banyak makanan, cepetan dimakan dan segera diminum obatnya biar cepat sembuh,&#8221; celetuk Bang Paijan.</p>
<p dir="ltr">Singkat cerita, pada hari Sabtu siang itu, Bang Bawor terpaksa harus makan dan meminum obat. Apa yang dilakukan oleh Bang Bawor tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena suatu &#8216;udzur (halangan, red) dikarenakan sedang sakit. Meski demikian, Bang Bawor berniat akan mengganti puasanya yang tertinggal itu di hari berikutnya. Hal itu dilakukan oleh Bang Bawor sesuai penjelasan dari ayat Al Quran yang artinya:</p>
<p dir="ltr">&#8220;(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.<br />
(QS. Al Baqarah ayat 184).</p>
<p dir="ltr">Setelah makan dan minum obat, kondisi Bang Bawor mulai membaik dan ia pun pamit kepada Bang Paijan untuk pulang ke rumah.</p>
<p dir="ltr">Setiba di rumahnya sekira pukul 17:00 WIB sore, Bang Bawor langsung membantu isterinya yang sedang sibuk di dapur menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa. Di hadapan isterinya, Bang Bawor tetap menunjukkan seolah-olah ia masih/sedang berpuasa, meskipun hari itu ia sudah berbuka karena harus minum obat.</p>
<p dir="ltr">Di hari berikutnya, Ahad (Dua hari jelang Idul Fitri), Bang Bawor kembali menjalankan aktivitasnya melayani para penumpang dengan tujuan Simpang Tugu &#8211; Pasar Lengang. Di hari itu, penumpang Bang Bawor rata-rata banyak kaum ibu (emak-emak, red) yang ingin berbelanja untuk kebutuhan hari raya Idul Fitri.</p>
<p dir="ltr">Di sepanjang jalan, Bang Bawor mendengar percakapan ibu-ibu (penumpangnya, red) itu yang sedang membicarakan kondisi keuangan negara dan menyebut-nyebut nama salah seorang pejabat yang sudah meninggal dunia (dengan bahasa yang seolah terkesan tendensius).</p>
<p dir="ltr">Mendengar perbincangan para penumpangnya itu, Bang Bawor mengingatkan agar pada bulan puasa ini tidak membicarakan hal-hal negatif tentang seseorang, karena hal itu bisa termasuk dalam kategori perbuatan ghibah, yang bisa merusak pahala puasa.</p>
<p dir="ltr">Sembari menyetir kendaraannya, Bang Bawor menyampaikan nasehat kepada para penumpangnya yang asyik bergunjing itu dengan bahasa santun dan lembut. Bang Bawor membacakan salah satu ayat Al Quran yang artinya:</p>
<p dir="ltr">&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing (ghibah) sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik&#8221;.<br />
(QS. Al-Hujarat, ayat 12).</p>
<p dir="ltr">Pada ayat ini, kata Bang Bawor, Allah SWT mengibaratkan orang yang berghibah seakan-akan memakan bangkai saudaranya. Metafora bangkai menunjukkan bahwa cela yang dibicarakan itu adalah aib yang seharusnya ditutupi, bukan dibincangkan dengan orang lain.</p>
<p dir="ltr">Sembari menutup nasehatnya, Bang Bawor mengingatkan bahwa ghibah (membicarakan orang, red) sama dengan memakan bangkai. Apalagi saat ini kita semua sedang menjalankan ibadah puasa. Apakah kita mau disebut sebagai orang yang &#8220;Berpuasa Tapi Makan&#8221;. Tentulah tidak.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>POJOK: INFOSIAK.COM</em></strong><br />
<strong><em>PENULIS : ATOK</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-puasa-tapi-makan">Catatan Atok: Puasa Tapi Makan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/catatan-atok-puasa-tapi-makan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Atok: &#8220;Sudah Tua Mesti Tau Diri&#8221;</title>
		<link>https://infosiak.com/catatan-atok-sudah-tua-mesti-tau-diri</link>
					<comments>https://infosiak.com/catatan-atok-sudah-tua-mesti-tau-diri#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2023 11:05:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POJOK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=18302</guid>

					<description><![CDATA[<p>POJOK (Infosiak.com) &#8211; Wak Bawor sudah berusia lebih dari 70 tahun. Di usianya yang sudah tidak muda lagi itu, Wak Bawor masih kerap memaksakan diri maju menjadi imam sholat berjama&#8217;ah di kampungnya. Saat tiba bulan Ramadhan 1444 H tahun ini, Wak Bawor juga tak mau digantikan atau digilirkan untuk mengimami sholat sunat tarawih di Masjid [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-sudah-tua-mesti-tau-diri">Catatan Atok: &#8220;Sudah Tua Mesti Tau Diri&#8221;</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-sudah-tua-mesti-tau-diri?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p><strong>POJOK (Infosiak.com) &#8211;</strong> Wak Bawor sudah berusia lebih dari 70 tahun. Di usianya yang sudah tidak muda lagi itu, Wak Bawor masih kerap memaksakan diri maju menjadi imam sholat berjama&#8217;ah di kampungnya.</p>
<p>Saat tiba bulan Ramadhan 1444 H tahun ini, Wak Bawor juga tak mau digantikan atau digilirkan untuk mengimami sholat sunat tarawih di Masjid tempat ia tinggal. Meskipun pada saat menjelang tibanya bulan Ramadhan pihak ta&#8217;mir (pengurus, red) Masjid setempat telah membuat jadwal dan giliran petugas shalat tarawih.</p>
<p>Dengan suara yang gemeteran dan sedikit batuk-batuk, membuat para jama&#8217;ah shalat tarawih merasa kasihan terhadap Wak Bawor. Jama&#8217;ah berkali-kali mengadu kepada ta&#8217;mir Masjid agar mencari atau menunjuk imam lain menggantikan Wak Bawor yang sudah uzur tersebut. Namun, lagi-lagi jawaban dari ta&#8217;mir Masjid membuat kaget jama&#8217;ah, karena ternyata Wak Bawor lah yang enggan untuk digantikan. Meskipun pihak ta&#8217;mir Masjid sudah membuat jadwal nama-nama imam pengganti Wak Bawor.</p>
<p>Selain tidak mau digantikan oleh orang lain, Wak Bawor juga sudah membuat peraturan sendiri di Masjid tempat ia tinggal tersebut, yakni setiap selepas azan isya&#8217; dikumandangkan, muazin diperintahkan untuk segera iqomat tanpa menyisihkan waktu untuk jama&#8217;ah melaksanakan shalat sunat qobliyah isya&#8217; (shalat sunat sebelum isya&#8217;). Berbeda dengan di Masjid-masjid lainnya yang ada di muka bumi ini.</p>
<p>Apa yang diperbuat oleh Wak Bawor selama ini benar-benar membuat masyarakat sekitar heran sekaligus geram. Sebab, dalam hal perkara/urusan Masjid, Wak Bawor tidak pernah mau mendengarkan saran dan kritik warga. Dalam artian, semua hal yang berkenaan dengan kepentingan Masjid, Wak Bawor merasa paling tau dan paling berkuasa, meskipun selama ini di Masjid tersebut sudah ada pengurus yang juga beranggotakan para tokoh/pemuka agama (ustadz/kyai).</p>
<p>Saat menjadi imam shalat, Dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Quran pun suara dan bacaan Wak Bawor sudah tidak lagi tepat dan fasih. Hal itu tentunya tidak terlepas dari faktor usia yang memang sudah tidak memungkinkan. Sementara di kampung tersebut, sebenarnya cukup banyak anak-anak muda dan para tokoh/pemuka agama lainnya yang bacaannya jauh lebih baik dibandingkan Wak Bawor.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong>:<br />
Sikap dan cara berpikir Wak Bawor yang terkesan semaunya sendiri itu, telah menimbulkan banyak kekecewaan dan kekesalan warga setempat. Warga menganggap sosok Wak Bawor seolah orang tua yang tidak tau diri.</p>
<p>Berbicara soal ketentuan menjadi imam shalat, sejumlah tokoh agama di kampung setempat pun telah banyak menyampaikan bahwa untuk menjadi imam shalat di suatu tempat/kampung, hendaknya dipilih/ditunjuk orang-orang yang memiliki pengetahuan agama yang mumpuni, serta memiliki ilmu qira&#8217;at (bacaan, red) al quran yang tepat, benar, dan jelas (fasih). Hal itu sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:</p>
<p>Artinya: Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Hendaknya yang mengimami suatu kaum (jama&#8217;ah) shalat itu adalah yang paling baik bacaan kitab Allah (Al Quran) nya. Jika di antara mereka itu sama, maka hendaklah yang paling tahu tentang sunnah, dan apabila di antara mereka sama pengetahuannya tentang as-Sunnah, hendaklah yang paling dahulu berhijrah, dan apabila di antara mereka sama dalam berhijrah, hendaklah yang paling tua umurnya&#8221;. (HR. Muslim).</p>
<p><strong><em>INFOSIAK.COM</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/catatan-atok-sudah-tua-mesti-tau-diri">Catatan Atok: &#8220;Sudah Tua Mesti Tau Diri&#8221;</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/catatan-atok-sudah-tua-mesti-tau-diri/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
