Beranda NASIONAL Terbukti Lakukan Tindak Asusila, Ketua KPU RI Hasyim Asyari Dipecat oleh DKPP

Terbukti Lakukan Tindak Asusila, Ketua KPU RI Hasyim Asyari Dipecat oleh DKPP

26
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA (Infosiak.com) – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Hasyim Asyari dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Hasyim Asyari terbukti melakukan tindakan asusila terhadap anggota panitia pemilihan luar negeri (PPLN).

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada terpadu Hasyim Asyari selaku ketua merangkap anggota komisi pemilihan umum terhitung sejak putusan ini dibacakan,” kata Heddy Lugito dalam sidang putusan di Kantor DKPP RI, Jakarta, Rabu (03/07/2024).

Dalam pokok-pokok pernyataan sidang yang dibacakan anggota DKPP, Muhammad Tio Aliansyah, Hasyim Asyari disebut sudah memiliki intensi terhadap terduga korban asusila yang merupakan panitia pemilihan luar negeri (PPLN) sejak awal bertemu.

Baca Juga:  Kinerjanya Dinilai Sudah Tidak Efektif, Megawati Minta Jokowi Bubarkan KPK

Pasalnya, pada bukti yang disampaikan dalam persidangan, terduga korban menilai Hasyim Asyari menunjukkan upaya untuk memberikan perlakuan khususnya melalui pesan singkat.

“Bahwa teradu sejak awal pertemuan dengan pengadu memiliki intensi untuk memberikan perlakuan khusus pada pengadu melalui percakapan ‘pandangan pertama turun ke hati’ emoji peluk,” kata Tio di ruang sidang DKPP.

Baca Juga:  BKN Tegaskan, Pemda Wajib Umumkan Hasil Pendataan Honorer ke Publik

Hasyim sebelumnya diadukan oleh seorang perempuan yang merupakan PPLN sebab diduga melakukan tindak dugaan asusila saat proses Pemilu 2024 berlangsung. Selain itu, Hasyim juga diduga telah menggunakan relasi kuasa untuk mendekati dan menjalin hubungan dengan pengadu.

Terduga korban memberikan kuasa kepada Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKBH FHUI) dan LBH APIK.

Baca Juga:  Qiyamat Sughro Landa Indonesia, Ribuan Mayat Bergelimpangan

Dalam aduan ke DKPP, pihak kuasa hukum juga mendalilkan Hasyim atas penyalahgunaan jabatan dan fasilitas Ketua KPU RI. Pada sidang perdana yang berlangsung pada 22 Mei lalu, DKPP menghadirkan pihak dari Komnas Perempuan dan Komnas HAM sebagai ahli.

Sementara pada sidang kedua, komisioner, sekretaris jenderal, dan staf KPU RI hadir untuk dimintai keterangan berkaitan dengan dalil pengadu soal penyalahgunaan jabatan dan fasilitas.

Laporan: Atok
Sumber: Tribunnews

loading...