Beranda Siak Waduh! Terkait Surat Tanah, Pj Penghulu Rawang Air Putih Siak Berhentikan Tidak...

Waduh! Terkait Surat Tanah, Pj Penghulu Rawang Air Putih Siak Berhentikan Tidak Hormat Ketua RK03

322
BERBAGI
tour_de' tour_de'

SIAK (Infosiak.com) – Keputusan Pj Penghulu Rawang Air Putih Kecamatan Siak, Bobby Irawan Alyamani, M.Si mengganti ketua RK 03, Mardi dinilai sebagai tindakan gegabah bahkan penuh kesan arogan. Pasalnya, pemberhentian dilakukan sepihak, diduga karena ketua RK menolak untuk menandatangani penerbitan surat tanah di atas lahan yang masih bermasalah.

Berdasarkan penuturan Mardi kepada wartawan Rabu (11/12/2019), pemberhentian dilakukan seiring keluarnya surat keputusan Pj Penghulu nomor:33/SK/RAP/13/2019 dengan alasan ketua RK Mardi dianggap tidak kooperatif dalam menjalankan tugas administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sesuai SK yang ditembuskan ke saya, telah ditunjuk pengganti atas nama Aimong. Meskipun yang bersangkutan saat pemilihan ketua RK tiga bulan lalu bukanlah kandidat. Sedangkan kandidat yang saat itu mencalon Nurkhamid dan Boyadi tidak bersedia menggantikan saya,” terang Mardi.

Namun dirinya mengaku heran kenapa Pj Penghulu begitu terburu-buru menggantikannya seiring beberapa pekan sebelumnya menyodorkan surat keterangan riwayat penguasan tanah (SKRPT) atas nama Samin di atas lahan Pematang Tiga yang eks HGU.

“Sesuai surat teguran pertama yang diberikan kepada saya tanggal 25 Oktober 2019, bahwa teguran diberikan karena saya tidak menandatangani SKRPT atas nama Samin. Yang lahannya sudah dibeli Saudara Raflen,” sebut Mardi sambil menunjukkan surat teguran yang diterimanya.

Tidak berselang lama, lahir kembali surat teguran kedua, tanggal 06 November 2019, disusul teguran selanjutnya dengan melampirkan peta lahan yang diklaim saudara Samin serta berita acara pengukuran yang pernah dilakukan 14 Oktober 2015 terkait lokasi lahan eks HGU yang berada diluar penguasaan masyarakat.

Baca Juga:  Pawai Budaya Peringatan Sumpah Pemuda, Siak Pamerkan Tari Olang-olang Dayun di Pekanbaru

“Memang lahan yang diukur dengan luas 114.5 hektar dianggap lahan yang belum dikuasai masyarakat setempat. Maka saat itu dilakukan pengukuran dan pemetaan. Namun lahan tersebut, ternyata diklaim sejumlah pihak, diantaranya Samin, Anwar Thio, Andrea Martius dan saat ini juga digarap Sofyan Sembiring,” lanjut Mardi menerangkan.

“Karena alasan itulah, saya tidak berani menandatangni SKT tersebut, dari pada nanti saya yang dimasalahkan sebagai ketua RK. Tapi justru saya yang dipaksa menandatangani surat pengunduran diri, namun saya tetap tidak mau. Maka lahir SK pergantian ketua RK secara sepihak oleh Pj Penghulu dan menggantikan saya dengan saudara Aimong,” lanjut dia.

Terkait penggantian ketua RK 03 tersebut, Pj Penghulu Kampung Rawang Air Putih, Bobi Irawan Al Yamani yang dikonfirmasi membenarkan telah melakukan penggantian, dari saudara Mardi ke Saudara Aimong setelah dilakukan Musyawarah Kampung pada 19 November 2019.

Selain itu, beberapa nama yang sebelumnya menjadi kandidat dalam pemilihan ketua RK, Nur Khamid telah mengundurkan diri secara lisan dan Boyadi tidak bersedia menempati jabatan ketua RK yang baru sesuai pesan aplikasi Whatshap (WA).

Baca Juga:  Rapat PPWK, Kakan Kesbangpol Siak: Wawasan Kebangsaan Harus Diperkuat

“Kita sudah melakukan langkah-langkah yang benar dalam proses penggantian ini. Karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam pelayanan masyarakat, dan sesuai prosedur yang ada sudah kita penuhi maka kita ganti,” terang Bobi Irawan saat ditemui wartawan di Siak.

loading...

Menurut Bobi, saudara Mardi dinilai memilah-milah dalam menandatangani surat tanah. Dilahan tertentu yang bersangkutan mau menandatangani, namun lahan untuk saudara Samin yang sudah diukur sejumlah pihak seluas 114.5 hektar ditolaknya. Padahal di lokasi diluar itu yang bersangkutan bersedia menandatangani.

Dijelaskan Bobi Irawan, sesuai dokumen-dokumen yang dimiliki, saudara Samin sangat layak mendapatkan pelayanan dari pihak Pemerintahan Kampung RAP, untuk mendapatkan surat keterangan lahannya.

“Kita juga sudah pelajari dokumen yang ditunjukkan saudara Samin, dan sangat layak kita terbitkan surat atas lahan eks HGU yang digarapnya, sesuai risalah lelang yang ditunjukkannya dan beberapa dokumen lainnya,” lanjut Bobi.

Kebijakan Bobi Irawan Al Yamani selaku Pj Penghulu RAP ini bertolak belakang dengan kebijakan Penghulu Rawang Air Putih sebelumnya Zaini.

Kebijakan Bobi Irawan Al Yamani selaku Pj Penghulu RAP ini bertolak belakang dengan kebijakan Penghulu Rawang Air Putih sebelumnya Zaini, yang dalam pemilihan kepala Kampung 20 November 2019 lalu terpilih kembali dan menunggu pelantikan, mengaku tidak bersedia mengeluarkan surat keterangan tanah di atas lahan 114.5 hektar, karena terdapat beberapa pihak yang saling klaim terhadap penguasaannya.

Baca Juga:  Tepis Isu Data PAD Bersifat Rahasia, H Syahruddin: Itu Miss Komunikasi

“Kalau saat saya menjadi Penghulu, memang tidak kita keluarkan surat di atas lahan 114.5 tersebut. Karena masih menjalani proses hukum, siapa pemilik sebenarnya. Jadi wajar jika ketua RK 03 khawatir juga kalau harus menandatangninya saat ini,” terang Zaini saat dimintai penjelasan.

Surat Teguran dan Pemberhentian tidak terhormat ketua RK03 Kampung Rawang Air Putih

Perbedaan sikap antar dua pemimpin Kampung tersebut yang saat ini menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat. Beberapa warga mengaku terkejut, jika begitu mudahnya Pj Penghulu mengeluarkan surat keterangan tanah atas nama Samin. Padahal lahan tersebut diklaim sejumlah orang.

Seperti yang disampaikan Maryono yang juga Wakil Ketua BPD, menyebut bahwa penerbitan SKRPT di atas lahan 114.5 hektar sesuai luas yang pernah diukur, adalah keputusan yang terlalu berani bahkan gegabah. Maka wajar jika ketua RK Mardi, tidak bersedia.

“Terkait keputusan penggantian ketua RK, saya sendiri selaku anggita BPD tidak pernah dilibatkan. Tapi tidak tahu juga untuk anggota BPD lain, apa sudah diminta pertimbangan untuk pergantian yang mendadak ini,” ujar Maryono.

Laporan : Ali
Editor : Afrijon

loading...
tour_de'