Beranda Siak Bupati Siak Afni Serahkan 667 SK CPNS Dan PPPK

Bupati Siak Afni Serahkan 667 SK CPNS Dan PPPK

45

SIAK, (Infosiak.com) – Bupati Siak Dr Afni Z, , M.Si menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kabupaten Siak.

Ada 667 orang yang menerima SK, selanjutnya dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Bupati Siak Afni. Mereka merupakan formasi tahun 2024 dengan rincian, CPNS 18 orang dan PPPK 649 orang.

Bupati Afni menegaskan, sebagai abdi negara tujuannya bekerja mengabdi dan melayani masyarakat sepenuh hati, dan jadikan setiap pekerjaan bernilai ibadah.

Baca Juga:  Kasus Pungli Oknum Satpol-PP Siak Masuk Tahap II, Berkas Tersangka Dilimpahkan ke JPU

“Dulu kalau tak pakai baju PNS di anggap tak sukses. Hari ini bapak ibu disumpah menjadi ASN, niatkan bekerja dengan ikhlas mengabdilah dengan baik,” kata Afni dilantai dua Kantor Bupati Siak, Selasa (01/07/2025).

Tambahnya, seorang ASN harus mampu menjaga nama baik, institusi dan daerah, serta menjaga kode etik kepegawaian. Selain itu, menanamkan nilai-nilai spiritual dalam dirinya.

Baca Juga:  Dilantik Jadi Ketua ISSI Siak, H Roni Rahmat: Kita Akan Cetak Pebalap Handal

“Karena ASN ini, pengabdian dan kita bekerja untuk rakyat. Maka selaku guru masuk tepat waktu, PNS jangan lama-lama di kedai kopi, malu kita ditengok dengan masyarakat,” sebutnya.

Ditengah kondisi keuangan daerah defisit, ASN termasuk pejabat diminta tidak bergaya hidup mewah yang dapat menimbulkan stigma negatif di tengah-tengah masyarakat.

“Malu kita dengan masyarakat, kita hidup serba mewah, pakai emas di kanan kiri,, sementara masyarakat kita di luar sana ada yang makan saja sulit,” ujarnya.

Baca Juga:  Aneh, Perbup Bidang Kerjasama Publikasi di Diskominfo Siak Direvisi, Kabid Paula: Tanya ke Bagian Hukum

Bupati Siak Afni ingin memberi contoh kepada bawahannya, sejak dilantik tidak menganggarkan kendaraan dinas baru, termasuk perabotan baru di ruang kerjanya, semuanya serba yang lama.

“Kalau ingin memberi contoh tentu dimulai dari pimpinan nya dulu, kemudian baru bawahannya, dan itu saya terapkan,” pungkasnya.

Editor: Ika Rahman