SIAK, (Infosiak.com) – Nelayan di Perawang kembali resah melihat ikan – ikan khas Sungai Siak lagi lagi mati mengapung diduga mabuk akibat pencemaran limbah pabrik.
Ratusan ikan jenis juaro dan lontok terlihat mati mengapung di permukaan air.
Penelusuran Infosiak air sungai berbau busuk terasa seperti pahit, Sabtu (14/02/2026).
Pengakuan salah satu nelayan air sungai berbau busuk sudah hampir satu minggu.
Hari pertama ikan masih terlihat mabuk dan jumlah yang mati tidak terlalu banyak.
Tapi beberapa hari kemudian jumlah ikan yang mati timbul mengapung ke permukaan sungai semakin banyak.
‘Ini sudah hampir seminggu air sungai berbau busuk. awalnya ikan mati tak terlalu banyak. Tapi sekarang jumlah ikan mati mengapung semakin banyak,” kata Adi salah satu nelayan Tualang kemarin.
Ia pun mengeluhkan biasanya jika mancing udang di belakang rumah miliknya masih dapat beberapa ekor untuk dijual. Tapi sudah seminggu ini tak ada yang bisa diharapkan.
“Biasanya saya mancing udang dari belakang rumah. Tapi sudah seminggu ini jangankan udang, ikan pun tidak mau makan karena pengaruh kondisi air yang busuk, ” keluhnya.
Masyarakat setempat menilai pemerintah daerah, khususnya Pemkab Siak, belum menunjukkan langkah tegas. Hal ini memunculkan tanda tanya di kalangan masyarat.
Padahal Ikan mati mengapung di Sungai Siak wilayah kecamatan Tualang bukan kali pertama terjadi bahkan sudah berkali kali peristiwa serupa terjadi dan tidak pernah ada tindak lanjut yang konkret dan transparan.
Warga berharap pemerintah kabupaten Siak tidak tebang pilih menindak perusahaan yang jika memang terbukti melakukan pelanggaran kejahatan lingkungan.
Air sungai Siak sudah sangat tercemar berat dan butuh perhatian serius dari pemerintah.
Laporan : Jhon







