<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DBD Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<atom:link href="https://infosiak.com/tag/dbd/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infosiak.com/tag/dbd</link>
	<description>Infosiak.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Dec 2019 08:05:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://infosiak.com/wp-content/uploads/2018/09/cropped-infosiak-perawang-32x32.jpg</url>
	<title>DBD Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<link>https://infosiak.com/tag/dbd</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sikapi Adanya Wabah DBD, dr Toni Candra: Sudah Kami Lakukan Fogging</title>
		<link>https://infosiak.com/sikapi-adanya-wabah-dbd-dr-toni-candra-sudah-kami-lakukan-fogging</link>
					<comments>https://infosiak.com/sikapi-adanya-wabah-dbd-dr-toni-candra-sudah-kami-lakukan-fogging#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2019 08:05:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=8424</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Menyikapi adanya laporan masyarakat tentang mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Siak, Dinas Kesehatan (Diskes) Siak mengaku sudah menerjunkan para petugas untuk melakukan penyemprotan (fogging, red) di beberapa titik lokasi yang rawan DBD. &#8220;Belum lama ini kami sudah menerjunkan petugas untuk melakukan fogging di area pemukiman [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/sikapi-adanya-wabah-dbd-dr-toni-candra-sudah-kami-lakukan-fogging">Sikapi Adanya Wabah DBD, dr Toni Candra: Sudah Kami Lakukan Fogging</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (Infosiak.com) </strong>&#8211; Menyikapi adanya laporan masyarakat tentang mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Siak, Dinas Kesehatan (Diskes) Siak mengaku sudah menerjunkan para petugas untuk melakukan penyemprotan (fogging, red) di beberapa titik lokasi yang rawan DBD.</p>



<p>&#8220;Belum lama ini kami sudah menerjunkan petugas untuk melakukan fogging di area pemukiman penduduk yang ada di sekitar Jalan Sutomo Kecamatan Siak,&#8221; kata Kepala Diskes Siak dr Toni Candra, Selasa (24/12/2019) siang, kepada Infosiak.com.</p>



<p>Lebih lanjut Kepala Diskes Siak itu mengatakan, bagi masyarakat yang mendapati adanya gejala Wabah DBD di sekitar lingkungannya, mereka bisa melaporkan hal tersebut ke petugas kesehatan terdekat. Selanjutnya, bila diperlukan pihak Diskes Siak akan mengirim petugas untuk melakukan fogging.</p>



<p>&#8220;Intinya, pelaksanaan fogging sudah dilakukan di setiap kecamatan yang ada kasus DBDnya. Adapun bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan agar menghubungi Puskesmas terdekat bila ada gejala DBD. Dan bilamana diperlukan, nanti akan segera kami lakukan fogging susulan,&#8221; tutupnya.</p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Laporan: Miswanto/Tok<br>Editor: Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/sikapi-adanya-wabah-dbd-dr-toni-candra-sudah-kami-lakukan-fogging">Sikapi Adanya Wabah DBD, dr Toni Candra: Sudah Kami Lakukan Fogging</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/sikapi-adanya-wabah-dbd-dr-toni-candra-sudah-kami-lakukan-fogging/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspadai DBD, dr Benny: Fogging Saja tidak Cukup, Tapi Perlu Penerapan PHBS</title>
		<link>https://infosiak.com/waspadai-dbd-dr-benny-fogging-saja-tidak-cukup-tapi-perlu-penerapan-phbs</link>
					<comments>https://infosiak.com/waspadai-dbd-dr-benny-fogging-saja-tidak-cukup-tapi-perlu-penerapan-phbs#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2019 08:32:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=8416</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Sejak memasuki musim penghujan, sejumlah warga di Kabupaten Siak dikabarkan ada yang mulai terserang wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengan demikian, masyarakat berharap agar kiranya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak melalui instansi terkaitnya yakni Dinas Kesehatan (Diskes) bisa segera tanggap untuk melakukan penyemprotan alias fogging di sekitar pemukiman penduduk yang rawan akan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/waspadai-dbd-dr-benny-fogging-saja-tidak-cukup-tapi-perlu-penerapan-phbs">Waspadai DBD, dr Benny: Fogging Saja tidak Cukup, Tapi Perlu Penerapan PHBS</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (Infosiak.com)</strong> &#8211; Sejak memasuki musim penghujan, sejumlah warga di Kabupaten Siak dikabarkan ada yang mulai terserang wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengan demikian, masyarakat berharap agar kiranya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak melalui instansi terkaitnya yakni Dinas Kesehatan (Diskes) bisa segera tanggap untuk melakukan penyemprotan alias fogging di sekitar pemukiman penduduk yang rawan akan berjangkitnya wabah DBD.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang diterima Infosiak.com, selama tahun 2019 ini tercatat sedikitnya 86 kasus DBD yang sudah ditangani oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi&#8217;an Siak.  Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medis RSUD Tengku Rafi&#8217;an Siak Hartini, Senin (23/12/2019) siang.</p>



<p>&#8220;Iya, berdasarkan data rekapitulasi pasien DBD yang dirawat di RSUD Siak, selama tahun 2019 tercatat sekitar 86 kasus. Sebagian besar merupakan pasien rujukan dari Puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Siak,&#8221; terang Hartini.</p>



<p>Berikut rincian data rujukan kasus DBD yang sudah ditangani pihak RSUD Tengku Rafi&#8217;an Siak selama tahun 2019 (terhitung sejak Januari &#8211; Desember):</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Kecamatan Siak = 18 kasus.</li><li>Kecamatan Bungaraya = 12 kasus.</li><li>Kecamatan Sabak Auh = 10 kasus.</li><li>Kecamatan Sungai Apit = 6 kasus.</li><li>Kecamatan Koto Gasib =  5 kasus.</li><li>Kecamatan Dayun = 7 kasus.</li><li>Kecamatan Lubuk Dalam = 1 kasus.</li><li>Kecamatan Tualang = 18 kasus.</li><li>Kecamatan Minas = 2 kasus.</li><li>Kecamatan Mempura = 7 kasus.<br>
Dengan total = 86 kasus.</li></ol>



<p>Terkait adanya wabah DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, Direktur RSUD Tengku Rafi&#8217;an Siak dr H Benny Chairuddin Sp.An, M.Kes menegaskan, untuk mencegah dan mengantisipasi berjangkitnya wabah DBD, masyarakat harus menerapkan pola Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungannya.</p>



<p>&#8220;DBD ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Oleh sebab itu, untuk menghindarinya kita semua harus menerapkan pola hidup PHBS di lingkungan kita, yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah-sampah atau barang-barang yang bisa menyebabkan genangan air,&#8221; jelas dr Benny.</p>



<p>Dikatakannya juga, secara umum wabah DBD menyebar disebabkan banyaknya tempat-tempat tampungan air di sekitar kita yang tidak segera dibersihkan, karena di tempat itu lah jentik-jentik (bibit, red) nyamuk Aedes Aegypti berkembangbiak.</p>



<p>&#8220;Agar kita terhindar dari DBD, maka kita harus rajin membersihkan parit-parit sekitar rumah dan tempat-tempat genangan air lainnya yang menjadi penyebab berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti. Termasuk juga bila ada baju-baju yang bergantung di tempat gelap dan lembab untuk segera diambil supaya tidak menjadi sarang nyamuk. Dan jika ada tanda-tanda masyarakat yang terkena gejala demam berdarah, diharapkan agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat,&#8221; lanjut dr Benny.</p>



<p>Menyinggung soal fogging, dengan tegas dr Benny mengatakan, bahwasanya fogging bukanlah solusi yang tepat untuk mengusir atau menghilangkan wabah DBD, karena pada hakikatnya fogging hanya membunuh induk nyamuk, namun tidak dapat menghilangkan/membasmi jentik-jentik nyamuk penyebab penyakit DBD tersebut.</p>



<p>&#8220;Meskipun fogging sifatnya hanya membunuh induk nyamuk, namun fogging juga perlu untuk dilakukan, terutama di daerah-daerah yang masyarakatnya kerap terserang DBD. Bagi masyarakat yang ingin di daerahnya dilakukan fogging, silahkan saja melapor ke Dinas Kesehatan (Diskes), nanti akan dilihat oleh petugas apakah diperlukan atau tidak fogging di daerah tersebut,&#8221; tutupnya.</p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Laporan: Miswanto/Tok<br>Editor: Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/waspadai-dbd-dr-benny-fogging-saja-tidak-cukup-tapi-perlu-penerapan-phbs">Waspadai DBD, dr Benny: Fogging Saja tidak Cukup, Tapi Perlu Penerapan PHBS</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/waspadai-dbd-dr-benny-fogging-saja-tidak-cukup-tapi-perlu-penerapan-phbs/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Pasien Meninggal Dunia, Kasus Demam Berdarah Meningkat di Riau</title>
		<link>https://infosiak.com/4-pasien-meninggal-dunia-kasus-demam-berdarah-meningkat-di-riau</link>
					<comments>https://infosiak.com/4-pasien-meninggal-dunia-kasus-demam-berdarah-meningkat-di-riau#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2019 16:37:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3800</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU (Infosiak.com) &#8211; Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) semakin memprihatinkan sepanjang 2019. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengatakan sejauh ini tercatat empat korban meninggal dunia sepanjang Januari-Februari akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti ini. Empat korban ini masing-masing berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan Kota Dumai di bulan pertama. Sedangkan dua orang korban pada [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/4-pasien-meninggal-dunia-kasus-demam-berdarah-meningkat-di-riau">4 Pasien Meninggal Dunia, Kasus Demam Berdarah Meningkat di Riau</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PEKANBARU (Infosiak.com) </strong>&#8211; Penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) semakin memprihatinkan sepanjang 2019. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengatakan sejauh ini tercatat empat korban meninggal dunia sepanjang Januari-Februari akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti ini.</p>



<p>Empat korban ini masing-masing berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan Kota Dumai di bulan pertama. Sedangkan dua orang korban pada bulan Februari berasal dari Kampar dan Indragiri Hilir.</p>



<p>&#8220;Januari hingga Februari kemaren untuk korban sudah empat orang. Jangan sampai korban bertambah lagi bulan Ini,&#8221; ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir pada Jumat (1/3/2019)</p>



<p>Kenaikan yang cukup signifikan juga terjadi tahun lalu. Untuk tahun 2018, 159 kasus pada Januari-Februari 2018. Meningkat menjadi 408 kasus sepanjang tahun 2019.</p>



<p>&#8220;Sangat memprihatikan, meningkat hampir tiga kali lipat tahun ini. Bahkan sudah empat orang meninggal. Kita harus segera ambil tindakan,&#8221; lanjut Mimi.</p>



<p>Kenaikan kasus DBD ini pun terjadi di hampir seluruh Kabupaten dan kota di Riau. Hanya Kuansing dan Kepulauan Meranti saja yang berhasil menurunkan angka kasus DBD.</p>



<p>Sementara kenaikan mencolok terlihat di Kabupaten Indragiri Hulu yang pada Januari-Februari tahun lalu tidak tercatat satu pun kasus DBD namun sudah mencapai 75 kasus di tahun ini.</p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Riauonline<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/4-pasien-meninggal-dunia-kasus-demam-berdarah-meningkat-di-riau">4 Pasien Meninggal Dunia, Kasus Demam Berdarah Meningkat di Riau</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/4-pasien-meninggal-dunia-kasus-demam-berdarah-meningkat-di-riau/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingat!!! Nyamuk Demam Berdarah Suka Gigit Anak di Hari Senin! Alasannya?</title>
		<link>https://infosiak.com/ingat-nyamuk-demam-berdarah-suka-gigit-anak-di-hari-senin-alasannya</link>
					<comments>https://infosiak.com/ingat-nyamuk-demam-berdarah-suka-gigit-anak-di-hari-senin-alasannya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2019 03:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3665</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211;&#160;Saat musim hujan tiba,&#160;nyamuk-nyamuk&#160;Aedes aegypti atau nyamuk demam berdarah&#160;(DBD) mulai berdatangan ke rumah-rumah. Nyamuk&#160;DBD&#160;akan bersembunyi di tumpukan baju yang menggantung, tempat-tempat yang lembap dan berair, untuk selanjutnya akan bertelur di genangan air. Ciri-ciri&#160;nyamuk&#160;ini seperti tubuh berwarna belang hitam putih. Gigitan&#160;nyamuk&#160;DBD&#160;tak terasa oleh manusia. Namun efeknya sangat berbahaya. Salah satunya penurunan tekanan darah yang [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/ingat-nyamuk-demam-berdarah-suka-gigit-anak-di-hari-senin-alasannya">Ingat!!! Nyamuk Demam Berdarah Suka Gigit Anak di Hari Senin! Alasannya?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (Infosiak.com)</strong> &#8211;&nbsp;Saat musim hujan tiba,&nbsp;nyamuk-nyamuk&nbsp;Aedes aegypti atau nyamuk demam berdarah&nbsp;(DBD) mulai berdatangan ke rumah-rumah.</p>



<p>Nyamuk&nbsp;DBD&nbsp;akan bersembunyi di tumpukan baju yang menggantung, tempat-tempat yang lembap dan berair, untuk selanjutnya akan bertelur di genangan air. Ciri-ciri&nbsp;nyamuk&nbsp;ini seperti tubuh berwarna belang hitam putih.</p>



<p>Gigitan&nbsp;nyamuk&nbsp;DBD&nbsp;tak terasa oleh manusia. Namun efeknya sangat berbahaya. Salah satunya penurunan tekanan darah yang menyebabkan kematian.</p>



<p>Saat ini, wabah penyakit&nbsp;demam berdarah dengue (DBD) terjadi pada seluruh provinsi di Indonesia menelan banyak korban usia anak.</p>



<p>Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Anung Sugihanton mengatakan, hampir 90% korban DBD anak terjadi pada usia di bawah 15.</p>



<p>&#8220;Kita membagi di atas 15 tahun dan di bawah 15 tahun. Sampai dengan kemarin (Minggu) hampir 90% terjadi pada anak di bawah 15 tahun. Komposisi terbanyak anak usia 5 sampai 9,&#8221; kata Anung di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HR Rasuna Said, Kuningan, seperti dikutip dari Kompas.com</p>



<p>Pada kesempatan itu, Anung membagikan tips untuk para orangtua guna mencegah terjadinya DBD di lingkungan sekitar.</p>



<p>Menurut Anung, perilaku hidup bersih dan sehat tetap yang paling utama. Selain itu tentu saja memastikan tidak ada jentik nyamuk di lingkungan rumah.</p>



<p>&#8220;Harus menghindari gigitan nyamuk dengan berbagai upaya, tidur dengan kelambu adalah salah satu upayanya. Kemudian, mengusir nyamuk dengan tanaman tradisional. Paling penting adalah tetap menjaga anak,&#8221; kata Anung.</p>



<p>Nyamuk betina Aedes aegypti yang membawa virus dengue menggigit di pagi dan sore hari. Oleh karenanya, orangtua harus memastikan anak-anak terhindar dari gigitan nyamuk.</p>



<p>Salah satunya, mengolesi anak dengan krim antinyamuk setelah mandi di pagi dan sore hari.</p>



<p>Pakaian yang menggantung di belakang pintu kamar sebaiknya dikeluarkan setiap pagi untuk dijemur.</p>



<p>Ada satu hal yang menarik tentang pola gigitan nyamuk yang perlu diketahui orangtua. Anung menjelaskan, nyamuk biasanya senang menggigit di hari Senin.</p>



<p>Anung memberi alasan, berhubung tidak ada aktivitas di hari Sabtu dan Minggu,, banyak genangan air di tempat-tempat tersebut yang bisa menjadi tempat hidup jentik-jentik nyamuk.</p>



<p>Ketika Sabtu-Minggu masih berupa jentik, di Senin sudah berubah menjadi nyamuk dewasa yang siap menggigit.</p>



<p>&#8220;Itu harus hati-hati. Karena pada dasarnya di situ seringkali nyamuk bisa kita temukan dalam jumlah banyak. Termasuk jentik-jentiknya yang sudah cukup banyak, yang bisa berubah dewasa,&#8221; kata Anung menekankan.</p>



<p>Maka itu, Anung juga mengingatkan agar orangtua memastikan lingkungan di sekitar tempat tinggal dan sekolah bebas jentik nyamuk. Serta pada hari Senin menghindari tempat-tempat yang tidak digunakan pada Sabtu dan Minggu.</p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Grid<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/ingat-nyamuk-demam-berdarah-suka-gigit-anak-di-hari-senin-alasannya">Ingat!!! Nyamuk Demam Berdarah Suka Gigit Anak di Hari Senin! Alasannya?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/ingat-nyamuk-demam-berdarah-suka-gigit-anak-di-hari-senin-alasannya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadis dikbud Siak Minta Korwilcam Perintahkan Kepala Sekolah Berantas Sarang Nyamuk tiap Akhir Pekan</title>
		<link>https://infosiak.com/kadis-dikbud-siak-minta-korwilcam-perintahkan-kepala-sekolah-berantas-sarang-nyamuk-tiap-akhir-pekan</link>
					<comments>https://infosiak.com/kadis-dikbud-siak-minta-korwilcam-perintahkan-kepala-sekolah-berantas-sarang-nyamuk-tiap-akhir-pekan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2019 15:51:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3643</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah, di kecamatan Tualang, jumlah kasus sejak Januari 2019 adalah sebanyak 21 kasus dan rata rata penderita usia sekolah. Kasus terbanyak ada di wilayah kelurahan Perawang dan Kampung Perawang Barat. Pihak Puskesmas Perawang juga pernah menemukan kasus DBD namun di sekitar rumah korban tidak ditemukan jentik [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kadis-dikbud-siak-minta-korwilcam-perintahkan-kepala-sekolah-berantas-sarang-nyamuk-tiap-akhir-pekan">Kadis dikbud Siak Minta Korwilcam Perintahkan Kepala Sekolah Berantas Sarang Nyamuk tiap Akhir Pekan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah, di kecamatan Tualang, jumlah kasus sejak Januari 2019 adalah sebanyak 21 kasus dan rata rata penderita usia sekolah. Kasus terbanyak ada di wilayah kelurahan Perawang dan Kampung Perawang Barat. Pihak Puskesmas Perawang juga pernah menemukan kasus DBD namun di sekitar rumah korban tidak ditemukan jentik nyamuk.</p>



<p>Masih banyaknya jentik jentik nyamuk yang ditemukan wartawan di beberapa sekolah di kecamatan Tualang kemarin, membuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak bertindak cepat. Lukman selaku Kadisdikbud Siak meminta Korwilcam Bidang Pendidikan dan Kebudayaan se Kabupaten Siak memerintahkan Kepala Sekolah bergotong royong memberantas sarang nyamuk.</p>



<p>&#8220;Dalam rangka pencegahan dan penularan demam berdarah kita menghimbau (sekolah) gotong royong. Selain melalui WA kita juga akan buat surat himbauan ke korwilcam dan diteruskan ke sekolah untuk membersihkan lingkungan sekolah,&#8221; kata Kadisdikbud Siak H Lukman Ssos MPd ketika dihubungi <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>, Jumat (22/2/2019).</p>



<p>Selain itu kata Lukman, jika sudah dilakukan gotong royong diharapkan ada fogging yang menyeluruh di sekolah, termasuk di ruang sekolah.</p>



<p>Berikut himbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak terhadap sekolah sekolah di kabupaten Siak.</p>



<p>Sehubungan dengan beberapa kasus demam berdarah (DBD) yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Siak, agar saudara memerintahkan Kepala Sekolah terhadap hal hal sebagai berikut.</p>



<p>1). Melaksakan gotong royong pada hari Sabtu tanggal 23 Februari 2019 guna membersihkan lingkungan sekolah dari sampah dan tumbuhan yang dapat mengganggu kesehatan warga sekolah.</p>



<p>2). Menguras bak mandi, tempat penampungan air,&nbsp; membersihkan saluran air yang menggenang di lingkungan sekolah secara berkala setiap akhir pekan sehingga tidak menjadi tempat bersarang dan berkembang biaknya jentik nyamuk DBD.</p>



<p>3). Memperhatikan kebersihan kelas tempat belajar, ruangan lainnya yang ada di sekolah, jika ada indikasi gangguan kesehatan terhadap peserta didik atau warga sekolah agar dikoordinasikan dengan pihak terkait dan segera laporkan kepada Kepala Disdikbud pada kesempatan pertama.<br></p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Laporan : Jhon<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kadis-dikbud-siak-minta-korwilcam-perintahkan-kepala-sekolah-berantas-sarang-nyamuk-tiap-akhir-pekan">Kadis dikbud Siak Minta Korwilcam Perintahkan Kepala Sekolah Berantas Sarang Nyamuk tiap Akhir Pekan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/kadis-dikbud-siak-minta-korwilcam-perintahkan-kepala-sekolah-berantas-sarang-nyamuk-tiap-akhir-pekan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DBD Marak, Anggota DPRD Siak Marudut Minta Disdik Surati Kepala Sekolah</title>
		<link>https://infosiak.com/dbd-marak-anggota-dprd-siak-marudut-minta-disdik-surati-kepala-sekolah</link>
					<comments>https://infosiak.com/dbd-marak-anggota-dprd-siak-marudut-minta-disdik-surati-kepala-sekolah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2019 09:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD Siak]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3635</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERAWANG (Infosiak.com) &#8211; Ketua Komisi IV DPRD Siak Marudut Pakpahan SH minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak menyurati sekolah-sekolah agar melakukan gotong royong terkait maraknya penderita demam berdarah dengue (DBD) di kecamatan Tualang. &#8220;Kita minta kepala dinas (disdik) menyurati seluruh kepala sekolah agar melakukan gotong royong membersihkan bak mandi dan tempat tempat yang berpotensi [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/dbd-marak-anggota-dprd-siak-marudut-minta-disdik-surati-kepala-sekolah">DBD Marak, Anggota DPRD Siak Marudut Minta Disdik Surati Kepala Sekolah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PERAWANG (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Ketua Komisi IV DPRD Siak Marudut Pakpahan SH minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak menyurati sekolah-sekolah agar melakukan gotong royong terkait maraknya penderita demam berdarah dengue (DBD) di kecamatan Tualang.</p>



<p>&#8220;Kita minta kepala dinas (disdik) menyurati seluruh kepala sekolah agar melakukan gotong royong membersihkan bak mandi dan tempat tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD. Nanti akan kita surati kepala dinasnya,&#8221; kata Marudut Pakpahan SH kepada <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>, Rabu (20/2/2019).</p>



<p>Anggota DPRD Siak Dapil Tualang itu menjelaskan selain di lingkungan rumah, areal sekolah dapat berpotensi menjadi tempat penularan penyakit demam berdarah. Karena nyamuk demam berdarah beraktivitas pada pagi hari dan juga sore. Karena dari itu lingkungan sekolah harus bersih dan terbebas dari genangan air tempat nyamuk bertelur.</p>



<p>&#8220;Kita berharap semua pihak bersinergi guna mencegah bertambahnya korban. Demam berdarah ini penyakit mematikan, selain di fogging yang terpenting adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN),&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pantauan <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>, Rabu (20/2/2019) beberapa sekolah di kecamatan Tualang banyak terdapat genangan air dan jentik nyamuk, seperti air parit tak mengalir, kolam ikan yang tidak berfungsi. Bahkan drum bekas yang tidak terpakai dibiarkan begitu saja sehingga air tergenang dan menjadi tempat bertelurnya nyamuk.</p>



<p>&#8220;Di sini (sekolah) banyak nyamuk om,&#8221; dengan polosnya seorang murid salah satu sekolah dasar (SD) di kelurahan Perawang Kecamatan Tualang menjawab <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, Kasus demam bedarah dengue (DBD) tahun 2019 di kecamatan Tualang kabupaten Siak terus meningkat drastis. Sejak Januari hingga pertengahan Februari saja sudah mencapai 21 kasus dan penderita rata rata di usia sekolah. Padahal, tahun 2018 hanya terjadi 23 kasus.</p>



<p>Berdasarkan keterangan pihak Puskesmas Perawang, petugas kesehatan pernah menemukan kasus DBD namun tidak menemukan jentik nyamuk di sekitar rumah korban. Sehingga disinyalir korban terjangkit demam berdarah ketika berada di tempat selain di rumah misalnya di sekolah.</p>



<p>Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek meminta pihak sekolah serta para siswa untuk menjaga lingkungan sekolah agar terhindar dari serangan nyamuk penyebab DBD.</p>



<p>Menkes juga mengimbau warga sekolah untuk melakukan pencegahan dengan cara menguras bak mandi di sekolah setiap kali menjelang akhir pekan.</p>



<p>Menkes Nila dalam keterangannya menyarankan hal tersebut karena melihat data penderita penyakit demam berdarah lebih banyak dialami oleh anak-anak.<br></p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Laporan : Jhon<br>Editor : Afrijon</em><br> </p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/dbd-marak-anggota-dprd-siak-marudut-minta-disdik-surati-kepala-sekolah">DBD Marak, Anggota DPRD Siak Marudut Minta Disdik Surati Kepala Sekolah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/dbd-marak-anggota-dprd-siak-marudut-minta-disdik-surati-kepala-sekolah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DBD Marak, Penghulu Perawang Barat Ajak Warganya Lakukan PSN Demam Berdarah</title>
		<link>https://infosiak.com/dbd-marak-penghulu-perawang-barat-ajak-warganya-lakukan-psn-demam-berdarah</link>
					<comments>https://infosiak.com/dbd-marak-penghulu-perawang-barat-ajak-warganya-lakukan-psn-demam-berdarah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2019 06:28:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tualang]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3431</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERAWANG (Infosiak.com) &#8211; Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak membuatPenghulu Kampung Perawang Barat prihatin dan menghimbau kepada seluruh masyarakat di kampungnya untuk waspada terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). &#8220;Kita mengharapakan dan mengajak masyarakat melakukan gotong royong dimulai dari lingkungan sekitar rumah masing masing untuk menghindari berkembangbiaknya [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/dbd-marak-penghulu-perawang-barat-ajak-warganya-lakukan-psn-demam-berdarah">DBD Marak, Penghulu Perawang Barat Ajak Warganya Lakukan PSN Demam Berdarah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PERAWANG (Infosiak.com)</strong> &#8211; Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak membuat<br>Penghulu Kampung Perawang Barat prihatin dan menghimbau kepada seluruh masyarakat di kampungnya untuk waspada terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). </p>



<p>&#8220;Kita mengharapakan dan mengajak masyarakat melakukan gotong royong dimulai dari lingkungan sekitar rumah masing masing untuk menghindari berkembangbiaknya nyamuk yang bersarang karena banyaknya genangan air,&#8221; kata Penghulu Kampung Perawang Barat Faisal Shi, Jumat (8/2/2019).</p>



<p>Banyak masyarakat yang salah anggapan kalau dengan fogging&nbsp;masalah nyamuk selesai. Padahal, fogging hanya mampu mematikan nyamuk dewasa. Sedangkan telur dan jentik nyamuk yang berada di air tergenang tidak dapat terbasmi lewat fogging semata.</p>



<p>Ketua Apdesi Kecamatan Tualang itu menyebutkan populasi nyamuk penyebab DBD akan bertambah di&nbsp;musim hujan. Karena itu, telur dan jentik nyamuk harus dibasmi sebelum berubah menjadi nyamuk. Ia juga menghimbau bagi warga yang memiliki kolam bekas ternak ikan agar dapat di kuras atau bisa ditaburi bubuk abate. </p>



<p>Disamping itu diharapkan masyarakat dapat membudayakan hidup sehat dengan mengkomsumsi makanan yang bernutrisi tinggi. Hal ini berguna meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit terutama DBD yang akhir ini marak di kecamatan Tualang.</p>



<p>&#8220;Seperti kita ketahui, buah jambu biji dapat menaikkan trombosit dalam tubuh. Jadi jus jambu biji ini dapat menjadi salah satu pilihan minuman bagi penderita demam berdarah,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Kepala Puskesmas Perawang Drg Nedra mengatakan penderita DBD saat ini terus bertambah. Saat ini ada 8 kasus penderita DBD di Puskesmas Perawang dan 3 kasus di Puskesmas Tualang.</p>



<p>Nedra berharap masyarakat dapat melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah masing-masing.</p>



<p>&#8220;Fokus pada titik sasaran yakni pada air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah seperti bak kamar mandi, tempat penampungan air, air pembuangan kulkas, tempat minum burung, pot bunga, penambungan dispenser, barang bekas di sekitar rumah, seperti ban, kaleng, tempurung kelapa, botol, gelas mineral, dan semua tempat yang bisa menampung air. Pastikan di sekitar rumah tidak ada jentik nyamuk,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Karena satu jentik betina dalam 12 hari akan berubah menjadi nyamuk dewasa dan siap menyerang siapa saja. Nyamuk betina dapat bertahan hidup selama lebih kurang satu bulan dan berkembangbiak empat kali dalam sebulan. Sekali bertelur dapat menghasilkan sekitar 150 butir telur.</p>



<p>Yang perlu diingat adalah jam kerja nyamuk demam berdarah ini hanya pada waktu tertentu. Pada pagi hari sekitar pukul 9 hingga pukul 10. Sedangkan pada sore sekitar pukul 15 hingga 16.00 WIB.</p>



<p>&#8220;Ingat!!!, Jangan salah sasaran dalam melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) bukan memotong pohon, membersihkan rumput dan menata bunga. Karena jentik nyamuk tidak bersarang di rerumputan. Tapi pada genangan air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah,&#8221; terang Nedra.</p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Laporan : Jhon<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/dbd-marak-penghulu-perawang-barat-ajak-warganya-lakukan-psn-demam-berdarah">DBD Marak, Penghulu Perawang Barat Ajak Warganya Lakukan PSN Demam Berdarah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/dbd-marak-penghulu-perawang-barat-ajak-warganya-lakukan-psn-demam-berdarah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penderita DBD di Perawang Terus Meningkat, Per 4 Februari 2019 Sudah 11 Kasus</title>
		<link>https://infosiak.com/penderita-dbd-di-perawang-terus-meningkat-per-4-februari-2019-sudah-11-kasus</link>
					<comments>https://infosiak.com/penderita-dbd-di-perawang-terus-meningkat-per-4-februari-2019-sudah-11-kasus#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 13:01:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Perawang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3402</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERAWANG (Infosiak.com) &#8211; Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Perawang terus meningkat. Dari 1 Januari Hingga 4 Februari 2019 saja tercatat sebanyak 11 orang terjangkit kasus DBD di kecamatan Tualang, kabupaten Siak. Pasien yang dinyatakan positif DBD dirujuk ke RSUD Siak dan Pekanbaru. Data yang diperoleh Infosiak.com, dari dua Puskesmas di kecamatan Tualang penderita DBD [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/penderita-dbd-di-perawang-terus-meningkat-per-4-februari-2019-sudah-11-kasus">Penderita DBD di Perawang Terus Meningkat, Per 4 Februari 2019 Sudah 11 Kasus</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PERAWANG (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Perawang terus meningkat. Dari 1 Januari Hingga 4 Februari 2019 saja tercatat sebanyak 11 orang terjangkit kasus DBD di kecamatan Tualang, kabupaten Siak. Pasien yang dinyatakan positif DBD dirujuk ke RSUD Siak dan Pekanbaru. </p>



<p>Data yang diperoleh <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>, dari dua Puskesmas di kecamatan Tualang penderita DBD mayoritas menyerang anak-anak&nbsp;usia sekolah. </p>



<p>Puskesmas Perawang yang melayani wilayah kelurahan Perawang, kampung Perawang Barat, kampung Pinang Sebatang Timur, kampung Pinang Sebatang Barat dan kampung Maredan Barat terdapat 8 kasus penderita DBD.</p>



<p>Sedangkan Puskesmas Tualang untuk wilayah kampung Pinang Sebatang, kampung Tualang, kampung Maredan dan kampung Tualang Timur tercatat 3 kasus penderita DBD.</p>



<p>Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan serius diberbagai daerah. </p>



<p>Kepala Puskesmas Perawang Drg Nedra menghimbau masyarakat waspada terhadap penyakit ini. Selain mengetahui&nbsp;gejala penyakitnya, juga perlu diketahui fase demam berdarah yang biasa dialami ketika seseorang terjangkit virus ini.</p>



<p>Fase awal demam berdarah disebut dengan fase demam. Pada fase ini, penderita akan mengalami demam secara tiba-tiba selama kurang lebih 5 hari disertai dengan kulit memerah, nyeri seluruh tubuh dan sakit kepala.</p>



<p>Setelah melewati fase demam, penderita DBD akan mengalami fase kritis. Inilah dia fase yang mana biasanya membuat penderita ataupun keluarga terkecoh karena penderita merasa sembuh yang ditandai dengan turunnya panas pada tubuh penderita DBD.</p>



<p>&#8220;Sering orang tertipu pada demam penyakit DBD ini, karena ada fase demam dan fase kritis. Pada fase kritis ini dikira sudah turun demamnya karena memang (saat itu) demam turun dan biasanya terjadi pada hari ke lima. Padahal, saat itulah (penderita DBD) sedang parah, karena trombosit sedang turun dan (terjadi) pendarahan. Itu kalau pendarahan sudah payah tu,&#8221; terang Drg Nedra saat ditemui <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a> diruang kerjanya, Senin (4/2/2019).</p>



<p>Jika fase kritis ini tidak ditangani secara serius trombosit penderita DBD akan terus menurun drastis sehingga akan terjadi perdarahan seperti muntah terus menerus dan mimisan.</p>



<p>Drg Nedra menyarankan jika selama 3 hari demam tidak turun setelah diberikan obat penurun panas, diharapkan segera membawa pasien ke puskesmas terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan guna mencegah terjadi pendarahan apabila pasien memang terjangkit DBD.<br></p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Laporan : Jhon<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/penderita-dbd-di-perawang-terus-meningkat-per-4-februari-2019-sudah-11-kasus">Penderita DBD di Perawang Terus Meningkat, Per 4 Februari 2019 Sudah 11 Kasus</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/penderita-dbd-di-perawang-terus-meningkat-per-4-februari-2019-sudah-11-kasus/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Per 1 Februari 2019 Angka DBD Capai 15.132 Orang, Menkes Minta Sekolah Kuras Bak Air</title>
		<link>https://infosiak.com/per-1-februari-2019-angka-dbd-capai-15-132-orang-menkes-minta-sekolah-kuras-bak-air</link>
					<comments>https://infosiak.com/per-1-februari-2019-angka-dbd-capai-15-132-orang-menkes-minta-sekolah-kuras-bak-air#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2019 01:34:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3384</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta agar bak air di sekolah dikuras menjelang libur akhir pekan atau libur panjang. Tujuannya guna mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai hewan penular penyakit demam berdarah. Menkes Nila Moeloek dalam keterangannya di kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (1/2/2019), menyarankan hal tersebut karena melihat data penderita penyakit demam berdarah [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/per-1-februari-2019-angka-dbd-capai-15-132-orang-menkes-minta-sekolah-kuras-bak-air">Per 1 Februari 2019 Angka DBD Capai 15.132 Orang, Menkes Minta Sekolah Kuras Bak Air</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (Infosiak.com)</strong> &#8211; Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta agar bak air di sekolah dikuras menjelang libur akhir pekan atau libur panjang. Tujuannya guna mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai hewan penular penyakit demam berdarah.</p>



<p>Menkes Nila Moeloek dalam keterangannya di kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (1/2/2019), menyarankan hal tersebut karena melihat data penderita penyakit demam berdarah lebih banyak dialami oleh anak-anak.</p>



<p>&#8220;Kita lihat data banyak anak-anak yang terkena. Ini di sekolah masih banyak gunakan bak air, ini sering sekali seperti hari ini Jumat, besok tidak sekolah, itu baknya berisi air tergenang, air besih, jentik nyamuk itu akan ada di sana,&#8221; kata Nila.</p>



<p>Penting menurutnya untuk mengosongkan air yang ada di kamar mandi sekolah menjelang hari libur. Supaya tidak menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penular demam berdarah.</p>



<p>Nila menekankan pengendalian dan pencegahan penyakit demam berdarah melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan menurunkan populasi nyamuk. Dengan begitu, lanjut Menteri, diharapkan tidak ada manusia yang digigit nyamuk dan tertular virus demam berdarah.</p>



<p>Menkes juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah agar tidak ada sarang nyamuk. Menkes Nila mengingatkan masyarakat untuk menguras air yang tergenang agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.</p>



<p>Nila memberikan perhatian pada tanaman-tanaman yang bisa menyimpan air di sela-sela dahannya apabila terguyur air hujan, seperti tanaman pisang kipas. Selain itu juga memerhatikan tanaman yang ditaruh di vas dengan berisi air agar tidak terdapat jentik-jentik nyamuk.</p>



<p>Data terbaru kasus DBD di seluruh Indonesia per tanggal 1 Februari 2019 sudah mencapai 15.132 orang. Dari kasus tersebut terdapat kematian akibat kasus DBD sebanyak 145 jiwa.</p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Republika<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/per-1-februari-2019-angka-dbd-capai-15-132-orang-menkes-minta-sekolah-kuras-bak-air">Per 1 Februari 2019 Angka DBD Capai 15.132 Orang, Menkes Minta Sekolah Kuras Bak Air</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/per-1-februari-2019-angka-dbd-capai-15-132-orang-menkes-minta-sekolah-kuras-bak-air/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Forkopimcam Kandis Gelar Pertemuan Bahas Antisipasi Penyakit Demam Berdarah, Begini Ciri ciri DBD</title>
		<link>https://infosiak.com/forkopimcam-kandis-gelar-pertemuan-bahas-antisipasi-penyakit-demam-berdarah-begini-ciri-ciri-dbd</link>
					<comments>https://infosiak.com/forkopimcam-kandis-gelar-pertemuan-bahas-antisipasi-penyakit-demam-berdarah-begini-ciri-ciri-dbd#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2019 05:29:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kandis]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3135</guid>

					<description><![CDATA[<p>KANDIS (Infosiak.com) &#8211; Dampak dari timbulnya korban jiwa akibat penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue), Forkopimcam Kandis menggelar pertemuan guna mengambil langkah kedepannya, Selasa, (08/01/2019), bertempat diruangan Camat Kandis. DBD sendiri merupakan penyakit yang sangat berbahaya jika tidak cepat ditangani dengan benar karena bisa mematikan. Virus Dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus betina [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/forkopimcam-kandis-gelar-pertemuan-bahas-antisipasi-penyakit-demam-berdarah-begini-ciri-ciri-dbd">Forkopimcam Kandis Gelar Pertemuan Bahas Antisipasi Penyakit Demam Berdarah, Begini Ciri ciri DBD</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>KANDIS (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Dampak dari timbulnya korban jiwa akibat penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue), Forkopimcam Kandis menggelar pertemuan guna mengambil langkah kedepannya, Selasa, (08/01/2019), bertempat diruangan Camat Kandis.</p>



<p>DBD sendiri merupakan penyakit yang sangat berbahaya jika tidak cepat ditangani dengan benar karena bisa mematikan. Virus Dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus betina dapat menyebabkan wabah DBD pada suatu wilayah.</p>



<p>“Awalnya kami pasti akan melakukan himbauan pada seluruh warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan salah satu upaya adalah meningkatkan semangat gotong royong untuk mencegah perkembangan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Dengan adanya korban jiwa akibat penyakit DBD pada tahun ini di Kecamatan Kandis kiranya hal tersebut menjadi tamparan keras bagi kita semua untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Camat Kandis melalui Sekretaris Kecamatan, Said Irwan SE.</p>



<p>Langkah awal yang dapat dilakukan terkait pencegahan mewabahnya DBD kiranya mutlak adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Sebab upaya fogging atau pengasapan hanya akan dapat dilaksanakan oleh dinas terkait setelah timbul adanya korban sebagaimana yang telah terjadi di salah satu Kampung di Kecamatan Kandis.</p>



<p>“Fogging atau pengasapan adalah sebuah teknik yang dipakai untuk membunuh para serangga dengan melibatkan pemakaian semprotan pestisida murni yang diarahkan oleh sebuah pompa udara. Dalam beberapa kasus, uap air panas dipakai untuk menyemprot dan didiamkan dalam waktu yang lama. Namun upaya fogging hanya dapat dilakukan oleh dinas terkait jika telah adanya korban dan itupun dengan batas wilayah yang telah ditentukan,” tutur Kepala Puskesmas Kandis, dr Aulia Kalista.</p>



<p>Lebih jauh dr Aulia Kalista menjelaskan gejala-gejala umum penyakit DBD seperti, panas demam tinggi yang mendadak, nyeri sendi dan di badan, rasa mual-mual ingin muntah, sakit kepala disekitar dahi, wajah berwarna kemerahan, timbul bercak-bercak merah di kulit juga trombosit dan leukosit darah turun sedang hematokrit naik.</p>



<p>“Diagnosa penderita DBD harus dilakukan secara seksama karena gejalanya mirip dengan banyak penyakit lain. Terlambat melakukan penanganan yang tepat bisa memperparah pasien dan bahkan bisa membuatnya meninggal dunia,” tambah dr Aulia.</p>



<p>Usai menggelar pertemuan, Camat Kandis beserta rombongan menjenguk warga yang terkena suspect DBD yang dilanjutkan mengunjungi rumah warga yang terkena DBD untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan di wilayah tersebut.</p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Laporan : Andika S<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/forkopimcam-kandis-gelar-pertemuan-bahas-antisipasi-penyakit-demam-berdarah-begini-ciri-ciri-dbd">Forkopimcam Kandis Gelar Pertemuan Bahas Antisipasi Penyakit Demam Berdarah, Begini Ciri ciri DBD</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/forkopimcam-kandis-gelar-pertemuan-bahas-antisipasi-penyakit-demam-berdarah-begini-ciri-ciri-dbd/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masuki Musim Penghujan, Dewan Siak Muhtarom Ingatkan Warga Waspadai DBD</title>
		<link>https://infosiak.com/masuki-musim-penghujan-dewan-siak-muhtarom-ingatkan-warga-waspadai-dbd</link>
					<comments>https://infosiak.com/masuki-musim-penghujan-dewan-siak-muhtarom-ingatkan-warga-waspadai-dbd#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2018 15:33:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD Siak]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=2451</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Sejak sekitar Satu bulan terakhir ini, curah hujan di wilayah Kabupaten Siak dirasakan cukup tinggi. Bahkan berpotensi dapat menyebabkan banjir pada sejumlah daerah (kampung, red) yang ada di sekitar Kabupaten Siak. Selain itu, tibanya musim penghujan ini juga dikhawatirkan akan dapat menyebabkan berjangkitnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah masyarakat, sebagaimana [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/masuki-musim-penghujan-dewan-siak-muhtarom-ingatkan-warga-waspadai-dbd">Masuki Musim Penghujan, Dewan Siak Muhtarom Ingatkan Warga Waspadai DBD</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>SIAK (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>)</strong> &#8211; Sejak sekitar Satu bulan terakhir ini, curah hujan di wilayah Kabupaten Siak dirasakan cukup tinggi. Bahkan berpotensi dapat menyebabkan banjir pada sejumlah daerah (kampung, red) yang ada di sekitar Kabupaten Siak. Selain itu, tibanya musim penghujan ini juga dikhawatirkan akan dapat menyebabkan berjangkitnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah masyarakat, sebagaimana yang pernah terjadi pada beberapa waktu lalu.</p>
<p dir="ltr">Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak Muhtarom <a href="http://S.Ag">S.Ag</a> mengingatkan kepada masyarakat, agar di saat tibanya musim penghujan seperti sekarang ini warga selalu waspada terhadap berjangkitnya wabah DBD.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Di saat musim penghujan seperti sekarang ini, saya mengingatkan kepada masyarakat agar waspada terhadap wabah DBD. Karena wabah DBD ini terjadi pada musim penghujan yang lalu, bahkan setiap tahunnya. Oleh sebab itu kepada warga agar bisa membuang takungan air (genangan air, red) yang ada di sekitar rumah, seperti pada kaleng-kaleng bekas, pada ember bekas, dan lain sebagainya,&#8221; pesan Muhtarom, Kamis (15/11/2018) sore, kepada <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>.</p>
<p dir="ltr">Anggota DPRD Siak dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengatakan, tingginya curah hujan yang terjadi saat ini memang akan sangat membantu para petani yang sedang memulai melakukan penanaman padi. Namun, di satu sisi juga perlu diwaspadai atas ancaman DBD.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Satu sisi kita bersyukur curah hujan luar biasa, karena petani bisa menanam padi dengan baik. Namun di satu sisi kita juga perlu waspada terhadap ancaman DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti,&#8221; imbuhnya</p>
<p dir="ltr">Sebagai langkah mengantisipasi berjangkitnya wabah DBD tersebut, Muhtarom meminta agar Dinas Kesehatan (Diskes) Siak melalui para tenaga-tenaga medis/kesehatan yang ada setiap kampung/kecamatan untuk bisa segera melakukan sosialisasi atau imbauan kepada masyarakat terkait DBD tersebut, termasuk membagikan bubuk abate kepada masyarakat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Serta kita meminta Dinas Kesehatan untuk membagikan bubuk abate kepada warga agar bisa dilakukan pencegahan dini dengan memberikan kepada bak-bak penampung air di setiap rumah. Langkah ini perlu agar jangan setelah terjadi wabah baru kita atau dinas kebingungan,&#8221; tutupnya.</p>
<p dir="ltr"><span style="color: #999999;"><em>Laporan: Miswanto/Tok</em></span><br />
<span style="color: #999999;"><em>Editor: Afrijon</em></span></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/masuki-musim-penghujan-dewan-siak-muhtarom-ingatkan-warga-waspadai-dbd">Masuki Musim Penghujan, Dewan Siak Muhtarom Ingatkan Warga Waspadai DBD</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/masuki-musim-penghujan-dewan-siak-muhtarom-ingatkan-warga-waspadai-dbd/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi 4 DPRD Siak Minta Kasus DBD Ditanggapi Serius Agar tak Meluas</title>
		<link>https://infosiak.com/komisi-4-dprd-siak-minta-kasus-dbd-ditanggapi-serius-agar-tak-meluas</link>
					<comments>https://infosiak.com/komisi-4-dprd-siak-minta-kasus-dbd-ditanggapi-serius-agar-tak-meluas#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2018 02:08:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD Siak]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=2228</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERAWANG (Infosiak.com) &#8211; Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang sejumlah warga Kampung Perawang Barat Kecamatan Tualang baru-baru ini, mendapat tanggapan serius dari DPRD Siak. Legislatif meminta pemerintah melalui melalui dinas terkait untuk dapat menanganinya secara serius. &#8220;Ketika sudah ada temuan bahwa ada masyarakat terjangkit DBD maka harus ditindak lanjuti dengan melakukan fogging,&#8221; kata [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/komisi-4-dprd-siak-minta-kasus-dbd-ditanggapi-serius-agar-tak-meluas">Komisi 4 DPRD Siak Minta Kasus DBD Ditanggapi Serius Agar tak Meluas</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>PERAWANG (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>)</strong> &#8211; Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang sejumlah warga Kampung Perawang Barat Kecamatan Tualang baru-baru ini, mendapat tanggapan serius dari DPRD Siak. Legislatif meminta pemerintah melalui melalui dinas terkait untuk dapat menanganinya secara serius.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ketika sudah ada temuan bahwa ada masyarakat terjangkit DBD maka harus ditindak lanjuti dengan melakukan fogging,&#8221; kata Ketua Komisi IV DPRD Siak Marudut Pakpahan SH, kepada <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a> kemarin.</p>
<p dir="ltr">Selain itu kata Marudut, pemerintah mesti melakukan tindakan pencegahan agar penyakit mematikan ini tidak semakin meluas.</p>
<p dir="ltr">Peran aktif masyarakat sangat penting, mengingat belakangan ini curah hujan tinggi sehingga banyak terdapat genangan air.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya melihat saluran air tidak jalan. Diharapkan kesadaran masyarakat agar bagaimana saluran air lancar. Penanganan DBD ini harus serius karena penyakit ini berbahaya dan sangat mematikan. Kepala Desa dan RT/RW dapat mengajak masyarakat bergotong royong dalam menghadapi cuaca yang ekstrim ini,&#8221; harapnya.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya beberapa hari kemarin kasus DBD telah menjangkit 4 orang warga RT 02/RK 08 Kampung Perawang Barat. Keempat warga yang terserang DBD merupakan usia anak-anak. Dua orang anak bernama Rafi dan Karolin sudah berangsur membaik dan dipulangkan ke rumah. Sedangkan, Kakak beradik Kalisa dan Bagas dirujuk ke Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru sejak kemarin.</p>
<p dir="ltr">Mengingat penyakit DBD ini sangat berbahaya, kejadiannya sudah dilaporkan ke Puskesmas Perawang untuk ditindak lanjuti.</p>
<p dir="ltr">Kepala Puskesmas Perawang, Drg. Nedra membenarkan, ada warga yang terjangkit DBD dan petugas sudah turun kelokasi. Dijadwalkan hari ini Puskesmas Perawang akan melakukan tindakan foging dengan tujuan untuk memusnahkan jentik-jentik nyamuk yang menyebabkan DBD.</p>
<p dir="ltr">Drg. Nedra meminta kepada masyarakat, terutama di RT 02 dan RK 08 Perawang Barat, Kecamatan Tualang, agar dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan gotong-royong.</p>
<p dir="ltr"><span style="color: #999999;"><em>Laporan : Jhon</em></span><br />
<span style="color: #999999;"><em>Editor : Afrijon</em></span></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/komisi-4-dprd-siak-minta-kasus-dbd-ditanggapi-serius-agar-tak-meluas">Komisi 4 DPRD Siak Minta Kasus DBD Ditanggapi Serius Agar tak Meluas</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/komisi-4-dprd-siak-minta-kasus-dbd-ditanggapi-serius-agar-tak-meluas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada,!!! Nyamuk Demam Berdarah Lebih Suka Serang Anak Sekolah, Ini Gejalanya</title>
		<link>https://infosiak.com/waspada-nyamuk-demam-berdarah-lebih-suka-serang-anak-sekolah-ini-gejalanya</link>
					<comments>https://infosiak.com/waspada-nyamuk-demam-berdarah-lebih-suka-serang-anak-sekolah-ini-gejalanya#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2018 13:45:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=2216</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengancam jiwa telah lama menjangkiti dunia termasuk Indonesia. Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue. Hal ini dituturkan spesialis penyakit tropik dan infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI. &#8220;Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas dan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/waspada-nyamuk-demam-berdarah-lebih-suka-serang-anak-sekolah-ini-gejalanya">Waspada,!!! Nyamuk Demam Berdarah Lebih Suka Serang Anak Sekolah, Ini Gejalanya</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (Infosiak.com)</strong> &#8211; Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengancam jiwa telah lama menjangkiti dunia termasuk Indonesia. Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue.</p>
<p>Hal ini dituturkan spesialis penyakit tropik dan infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI.</p>
<p>&#8220;Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas dan kaki mereka tersembunyi di bawah kaki meja, menjadi sasaran empuk nyamuk,&#8221; ujarnya, dilansir Antara.</p>
<p>Leo mengatakan, nyamuk yang juga terkenal dengan sebutan nyamuk rumahan ini aktif pada pagi hingga siang hari dan puncaknya pada pukul 08.00-13.00 serta 15.00-17.00. Ketimbang jenis nyamuk lainnya, nyamuk vektor demam berdarah dengue, Aedes aegypti dan Aedes albocpictus cenderung menyukai aroma tubuh manusia.</p>
<p>&#8220;Nyamuk aedes lebih suka bau badan manusia dibanding bau hewan. Kalau habis dari luar, bau badan menempel di baju, kalau baju sudah tidak dipakai masukkan cucian. Kalau masih dipakai, taruh di dalam lemari yang ada tutupnya,&#8221; saran Leo.</p>
<p>Sebagaimana dilansir Xinhua, temperatur terbaik bagi nyamuk untuk menyebarkan penyakit adalah 29 derajat Celsius, atau 84 derajat Fahrenheit. Ketika temperatur lebih dingin atau lebih hangat, kemampuan nyamuk untuk menyebarkan penyakit turun.</p>
<p>Temperatur mengendalikan beberapa faktor yang mendasari waktu bagi virus untuk bisa menyebar ke manusia, termasuk seberapa rendah temperatur yang diperlukan buat nyamuk untuk mencerna virus selama satu kali makan, lalu siap untuk menyuntikkannya dalam kesempatan makan berikut: rentang lingkaran hidup nyamuk; dan seberapa sering nyamuk menggigit.</p>
<p>Hampir seluruh wilayah di Indonesia menjadi daerah endemis dengue, karena penyakit ini memang kerap mewabah di wilayah tropis dan subtropis. Kemunculannya pun biasanya meningkat ketika musim penghujan tiba.</p>
<p>Ciri-ciri demam dengue adalah demam dengan suhu yang tinggi bisa mencapai 40°C hingga menggigil, sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, ruam kemerahan atau bintik-bintik pendarahan di bawah kulit (ptekie) yang berwarna merah kehitaman. Gejala demam berdarah lain adalah nyeri perut, muntah, tubuh lemas, dan demam. Selain itu, penderita demam berdarah juga mengalami perdarahan, seperti pada hidung, gusi, atau di bawah kulit, sehingga tampak seperti memar. Darah juga bisa terdapat dalam urine, feses, atau muntah.</p>
<p>Pada 15 April 2016, WHO mengumumkan adanya vaksin dengue, vaksin pertama yang memberi harapan bagi masyarakat Indonesia dan juga dunia dalam melngobati DBD. WHO juga menerbitkan position paper atas vaksin dengue yang isinya merekomendasikan negara-negara endemis untuk mempertimbangkan pengenalan vaksin dengue tersebut.</p>
<p>Meski penting dalam mencegah demam berdarah, pengguna harus mewaspadai efek samping yang bisa terjadi. Misalnya nyeri di tempat suntikan, bengkak, dan kemerahan, selain demam, sakit kepala dan nyeri otot</p>
<p><span style="color: #999999;"><em>Sumber : Tirto</em></span><br />
<span style="color: #999999;"><em>Editor : Afrijon</em></span></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/waspada-nyamuk-demam-berdarah-lebih-suka-serang-anak-sekolah-ini-gejalanya">Waspada,!!! Nyamuk Demam Berdarah Lebih Suka Serang Anak Sekolah, Ini Gejalanya</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/waspada-nyamuk-demam-berdarah-lebih-suka-serang-anak-sekolah-ini-gejalanya/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan, 4 Orang Warga Perawang Terjangkit DBD, Dua Diantaranya di Rujuk ke RS Pekanbaru</title>
		<link>https://infosiak.com/musim-hujan-4-orang-warga-perawang-terjangkit-dbd-dua-diantaranya-di-rujuk-ke-rs-pekanbaru</link>
					<comments>https://infosiak.com/musim-hujan-4-orang-warga-perawang-terjangkit-dbd-dua-diantaranya-di-rujuk-ke-rs-pekanbaru#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2018 13:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tualang]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=2213</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERAWANG (Infosiak.com) &#8211; Warga di Perawang harus waspada terhadap penyakit musiman. Pasalnya memasuki musim hujan di penghujung tahun 2018 ini, 4 orang warga di Kampung Perawang Barat mulai terserang penyakit demam berdarah (DBD). Penyakit DBD ini muncul seiring puncak musim hujan yang sedang terjadi saat ini. Sehingga dapat diprediksi potensi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/musim-hujan-4-orang-warga-perawang-terjangkit-dbd-dua-diantaranya-di-rujuk-ke-rs-pekanbaru">Musim Hujan, 4 Orang Warga Perawang Terjangkit DBD, Dua Diantaranya di Rujuk ke RS Pekanbaru</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>PERAWANG (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>)</strong> &#8211; Warga di Perawang harus waspada terhadap penyakit musiman. Pasalnya memasuki musim hujan di penghujung tahun 2018 ini, 4 orang warga di Kampung Perawang Barat mulai terserang penyakit demam berdarah (DBD).</p>
<p dir="ltr">Penyakit DBD ini muncul seiring puncak musim hujan yang sedang terjadi saat ini. Sehingga dapat diprediksi potensi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegyfti, atau Aedes Albopictus, cukup tinggi.</p>
<p dir="ltr">Keempat warga yang terserang DBD merupakan usia anak-anak. Dua orang anak bernama Rafi dan Karolin sudah berangsur membaik dan dipulangkan ke rumah. Sedangkan, Kakak beradik Kalisa dan Bagas dirujuk ke Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru sejak kemarin.</p>
<p dir="ltr">RT setempat mengakui bahwa benar terdapat 4 orang warganya terjangkit DBD.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Benar, ada 4 anak yang terjangkit, sedangkan 2 sudah pulang, dan 2 orang lagi masih dirawat di Pekanbaru,&#8221; kata Ponisman Ketua RT 02/RK 08 Perawang Barat, Ponisman, kepada awak media, Rabu (31/20/2018).</p>
<p dir="ltr">Mengingat penyakit DBD ini sangat berbahaya, kejadiannya sudah dilaporkan ke Puskesmas Perawang untuk ditindak lanjuti.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dua orang petugas Puskesmas sudah turun tadi, Besok Kamis (1/11/2018) Puskesmas Perawang akan melakukan tindakan yaitu Foging. Dengan tujuan untuk memusnahkan jentik-jentik nyamuk yang menyebabkan DBD itu&#8221;, imbuhnya.</p>
<p dir="ltr">Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Puskesmas Perawang, Drg. Nedra membenarkan, ada warga yang terjangkit DBD, dan petugas sudah turun kelokasi.</p>
<p dir="ltr">Terkait hasil tersebut, &#8220;Kita melihat genangan air dimana-mana, dan menimbulkan jentik-jentik nyamuk disitu. Besok Kamis akan difoging,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Drg. Nedra meminta kepada masyarakat, terutama di RT 02 dan RK 08 Perawang Barat, Kecamatan Tualang, agar dapat menjaga kebersihan lingkungan dengan gotong-royong.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Coba terapkan 3 M (menutup,menguras, mengubur) dilingkungan masyarakat, cara ini terbilang ampuh untuk mencegah terjadinya DBD. Ia berharap peran kepala desa maupun RT, untuk selalu giat menjaga kebersihan kampung dengan cara bergotong-royong,&#8221; harapnya.</p>
<p dir="ltr"><span style="color: #999999;"><em>Laporan : Jhon</em></span><br />
<span style="color: #999999;"><em>Editor : Afrijon</em></span></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/musim-hujan-4-orang-warga-perawang-terjangkit-dbd-dua-diantaranya-di-rujuk-ke-rs-pekanbaru">Musim Hujan, 4 Orang Warga Perawang Terjangkit DBD, Dua Diantaranya di Rujuk ke RS Pekanbaru</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/musim-hujan-4-orang-warga-perawang-terjangkit-dbd-dua-diantaranya-di-rujuk-ke-rs-pekanbaru/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
