<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<atom:link href="https://infosiak.com/category/sejarah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infosiak.com/category/sejarah</link>
	<description>Infosiak.com</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Sep 2023 02:26:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://infosiak.com/wp-content/uploads/2018/09/cropped-infosiak-perawang-32x32.jpg</url>
	<title>Sejarah Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<link>https://infosiak.com/category/sejarah</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejarah Kelam Tragedi 30 September 1965 PKI, &#8220;Darah itu Merah Jenderal&#8221;</title>
		<link>https://infosiak.com/sejarah-kelam-tragedi-30-september-1965-pki-darah-itu-merah-jenderal</link>
					<comments>https://infosiak.com/sejarah-kelam-tragedi-30-september-1965-pki-darah-itu-merah-jenderal#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 02:26:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=19924</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEJARAH (Infosiak.com) &#8211; Sejarah Gerakan 30 September atau G30S PKI merupakan salah satu peristiwa kelam bagi bangsa Indonesia. Aksi G30S PKI yang terjadi pada tahun 1965 merupakan aksi propaganda yang bertujuan untuk menggulingkan kekuasaan presiden Soekarno saat itu, serta merubah dasar negara dari pancasila menjadi komunis. Dalam catatan sejarah, Partai Komunis Indonesia (PKI) disebut sebagai [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/sejarah-kelam-tragedi-30-september-1965-pki-darah-itu-merah-jenderal">Sejarah Kelam Tragedi 30 September 1965 PKI, &#8220;Darah itu Merah Jenderal&#8221;</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/sejarah-kelam-tragedi-30-september-1965-pki-darah-itu-merah-jenderal?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p dir="ltr"><strong>SEJARAH (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>) &#8211;</strong> Sejarah Gerakan 30 September atau G30S PKI merupakan salah satu peristiwa kelam bagi bangsa Indonesia. Aksi G30S PKI yang terjadi pada tahun 1965 merupakan aksi propaganda yang bertujuan untuk menggulingkan kekuasaan presiden Soekarno saat itu, serta merubah dasar negara dari pancasila menjadi komunis.</p>
<p dir="ltr">Dalam catatan sejarah, Partai Komunis Indonesia (PKI) disebut sebagai dalang dari pemberontakan tersebut. Partai ini didirikan oleh para tokoh komunis Indonesia pada tanggal 23 Mei 1920.</p>
<p dir="ltr">Dikutip dari buku Kegagalan Kudeta G 30 S PKI karya M.Fuad Nasar, pendirian partai PKI merupakan bentuk transformasi dari Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) yang didirikan pada bulan Mei 1914 di Semarang. Pendiri ISDV sendiri merupakan tokoh-tokoh Belanda yang berorientasi Marxis, seperti Adolf Baars dan Hendrik Sveevliet.</p>
<p dir="ltr">Sebelum PKI melancarkan aksi yang dikenal dengan sebutan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI), partai komunis ini juga pernah melakukan pemberontakan di Madiun pada bulan September 1948. Upaya kudeta dan pemberontakan yang dilakukan PKI kedua kalinya pada tahun 1965 bertujuan mengubah ideologi negara dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak bertuhan.</p>
<p dir="ltr">PKI merupakan salah satu partai tertua sekaligus terbesar yang pernah ada di Indonesia. Partai ini mampu mengakomodir berbagai kalangan, mulai dari intelektual, militer, buruh, hingga petani.</p>
<p dir="ltr"><strong>Menuju Peristiwa G30S PKI:</strong></p>
<p dir="ltr">Pada tahun-tahun menjelang peristiwa G30S PKI, PKI berkembang dengan pesat, kala itu PKI dipimpin oleh Dipa Nusantara Aidit atau dikenal dengan sebutan DN Aidit. Partai kecil yang berperan dalam pemberontakan Madiun 1948 berkembang menjadi partai massa yang besar dan memiliki pengaruh kuat.</p>
<p dir="ltr">Sejak saat itu, muncul dua kubu yang menjadikan rakyat Indonesia terpecah belah. Sebagian rakyat yang anti PKI menolak ideologi komunis yang dibawa partai tersebut, sementara sebagian lainnya mengaku pro terhadap PKI.</p>
<p dir="ltr">Sepanjang tahun <a href="tel:19641965">1964-1965</a> hegemoni PKI semakin merajalela dalam kehidupan bangsa dan negara. PKI sebagai partai komunis saat itu menggunakan segala cara, mulai dari menebar fitnah, aksi teror, hingga upaya provokasi untuk memecah belah rakyat Indonesia.</p>
<p dir="ltr"><strong>Peristiwa G30S PKI:</strong></p>
<p dir="ltr">Pemberontakan G30S PKI sebagai upaya kudeta berlangsung pada Kamis 30 September 1965 atau Jumat 1 Oktober dini hari. Peristiwa ini diawali dengan aksi penculikan para jenderal pimpinan TNI Angkatan Darat oleh sejumlah prajurit TNI yang merupakan binaan PKI.</p>
<p dir="ltr">Kudeta 30 September itu dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang merupakan Komandan Batalion Resimen Cakrabirawa dan bertugas sebagai pasukan pengawal istana. Enam jenderal pimpinan Angkatan Darat dan seorang perwira pertama gugur dalam peristiwa tersebut.</p>
<p dir="ltr">Enam jenderal perwira tinggi yang menjadi korban G30S PKI antara lain:<br />
1. Jenderal Anumerta Ahmad Yani.<br />
2. Mayor Jenderal Raden Soeprapto.<br />
3. Mayor Jenderal MT Haryono.<br />
4. Mayor Jenderal Siswondo Parman.<br />
5. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.<br />
6. Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan.</p>
<p dir="ltr">Mereka diculik oleh para prajurit TNI binaan PKI di kediamannya masing-masing. Tiga jenderal dibunuh di tempat dalam penyergapan, lalu mayatnya diseret dan dinaikkan ke atas truk. Sementara sisanya diseret kemudian disiksa dan dibantai hingga tewas di Lubang Buaya.</p>
<p dir="ltr">Dalam peristiwa tersebut Jenderal A.H Nasution yang juga menjadi target pertama G30S PKI berhasil menyelamatkan diri. Namun, putrinya Ade Irma Nasution yang saat itu berusia 5 tahun dan Ajudan Jenderal A.H Nasution bernama Lettu Pierre Tendean ikut menjadi korban penyerangan.</p>
<p dir="ltr">Tempat yang menjadi lokasi pembantaian para jenderal TNI dikenal dengan sebutan Lubang Buaya. Di lokasi tersebut didirikan Monumen Pancasila Sakti yang di dalamnya terdapat jejak sejarah peristiwa pemberontakan G30S PKI. Selain itu, pada masa pemerintahan orde baru rutin ditayangkan film G30S PKI pada setiap tanggal 30 September.</p>
<p dir="ltr">Dalam film G30S PKI yang ditayangkan selama sekitar 4 jam itu, ditampilkan adegan penyiksaan serta pembunuhan yang dilakukan oleh para simpatisan PKI. Mereka yang menyiksa para jenderal terdiri dari kelompok pria dan wanita (Gerwani, red) sambil berteriak bunuh, bunuh, bunuh, bahkan ada juga dari mereka yang menghardik para jenderal dengan mengatakan &#8220;Darah itu Merah Jenderal&#8221;.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>Laporan: Atok</em></strong><br />
<strong><em>Dikutip dari berbagai sumber</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/sejarah-kelam-tragedi-30-september-1965-pki-darah-itu-merah-jenderal">Sejarah Kelam Tragedi 30 September 1965 PKI, &#8220;Darah itu Merah Jenderal&#8221;</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/sejarah-kelam-tragedi-30-september-1965-pki-darah-itu-merah-jenderal/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Korupsi, Jenderal Daendels Naikkan Gaji Pejabat Hindia Belanda pada 18 Agustus 1808</title>
		<link>https://infosiak.com/cegah-korupsi-jenderal-daendels-naikkan-gaji-pejabat-hindia-belanda-pada-18-agustus-1808</link>
					<comments>https://infosiak.com/cegah-korupsi-jenderal-daendels-naikkan-gaji-pejabat-hindia-belanda-pada-18-agustus-1808#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Aug 2023 05:55:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=19676</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEJARAH (Infosiak.com) – Sejarah hari ini, 215 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1808, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels mencegah korupsi dengan cara menaikkan gaji seluruh pejabat Hindia Belanda. Ia mengeluarkan dekrit khusus untuk itu dan mulai beroperasi dari Provinsi Pantai Timur Laut Jawa (Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur). Sebelumnya, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/cegah-korupsi-jenderal-daendels-naikkan-gaji-pejabat-hindia-belanda-pada-18-agustus-1808">Cegah Korupsi, Jenderal Daendels Naikkan Gaji Pejabat Hindia Belanda pada 18 Agustus 1808</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/cegah-korupsi-jenderal-daendels-naikkan-gaji-pejabat-hindia-belanda-pada-18-agustus-1808?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p><strong>SEJARAH (Infosiak.com) –</strong> Sejarah hari ini, 215 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1808, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels mencegah korupsi dengan cara menaikkan gaji seluruh pejabat Hindia Belanda. Ia mengeluarkan dekrit khusus untuk itu dan mulai beroperasi dari Provinsi Pantai Timur Laut Jawa (Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur).</p>
<p>Sebelumnya, korupsi adalah tradisi yang dilanggengkan penjajah Belanda sejak dulu kala. Pun korupsi yang terjadi tak hanya berlangsung di kalangan atas, tapi sudah menjalar ke pegawai rendahan.</p>
<p>Pamer harta pernah dianggap suatu pencapaian di sepanjang masa penjajahan Belanda. Pejabat maskapai dagang Belanda, VOC memamerkan apa saja. Dari rumah mewah hingga jumlah budak. Semuanya dianggap sebagai suatu prestasi. Sebab, kebanyakan pejabat Kompeni tak terlahir bergelimang harta.</p>
<p>Kadang kala pejabat tersebut barasal dari kalangan tak punya di Belanda. Ada yang yatim piatu. Ada pula yang kurang pendidikan, dan ada juga yang berasal dari keluarga bangkrut. Satu-satunya opsi mengembalikan derajat hidup adalah menjadi pegawai Kompeni.</p>
<p>Keberhasilan itu telah dibuktikan oleh banyak orang. Mereka menumpuk harta dan foya-foya di Nusantara, kemudian memilih pesiun di kampung halamannya di Eropa. Narasi di atas sekilas seperti dongeng. Namun, sayangnya itu versi dunia nyata.</p>
<p>Satu-satunya yang dapat dipermasalahkan adalah jalan mereka memperoleh harta kekayaan. Segenap pejabat VOC – dari kalangan atas hingga bawah—justru melanggengkan korupsi. Fakta itu karena gaji seorang pejabat Kompeni begitu kecil.</p>
<p>Gaji kecil yang diperoleh takkan mampu membeli kemewahan di Nusantara. Alhasil, praktek korupsi membuat mereka jadi Orang Kaya Baru (OKB). Segala macam barang yang meningkatkan status sosial mereka beli dan koleksi.</p>
<p>Suatu potret kemewahan yang notabene takkan didapat jika memilih berkarier Belanda. Praktek itu terus langgeng sampai VOC bangkrut dan meninggalkan utang bejibun pada 1799.</p>
<p>“VOC seperti semua organisasi politik/ekonomi zaman itu, hanya memberikan gaji nominal, sekadar uang pengikat. Seorang Gubernur Pantai Utara Jawa, misalnya, hanya digaji 80 gulden sebulan – dan meminta gaji tersebut diberikan saja kepada keluarganya di Holland (Belanda). Karena itu para pejabat VOC, yang seharusnya berdagang demi kepentingan majikannya, justru berusaha demi keuntungan sendiri.”</p>
<p>“Dalam ketentuan pejabat Kompeni memang dapat berusaha sendiri –setelah berdagang untuk VOC—dan itu disebut marshandel (perdagangan sisa). Namun, kapal-kapal Kompeni yang berangkat dari Jawa memuat demikian banyak barang perdagangan sisa milik pribadi pejabat Kompeni, dan hanya sedikit barang resmi,” ungkap Sejarawan Ong Hok Ham dalam buku Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang (2018).</p>
<p>Keruntuhan Kompeni cepat diantisipasi oleh penjajah Belanda. Empunya kuasa kemudian membuat pemerintahan baru. Pemerintah kolonial Hindia Belanda, namanya. Pergantian itu nyatanya tak membuat masalah korupsi lantas hilang.</p>
<p>Perilaku pejabat korup terus langgeng. Semuanya baru berubah ketika Raja Belanda Louis Napoleon (adik Napoleon Bonaparte) mengutus Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang baru pada awal tahun 1808.</p>
<p>Daendels pun bekerja keras untuk menghilang mental korupsi dalam pejabat Hindia Belanda. Ia yang menjabat sedari Januari mengeluarkan dekrit penting yang di dalamnya mengandung muatan pemberantasan korupsi tujuh bulan kemudian, atau pada 18 Agustus 1808.</p>
<p>Dekrit itu berisi perintah untuk menaikkan gaji seluruh pejabat Hindia Belanda yang dimulai dari Provinsi Pantai Timur Laut Jawa. Kebijakan itu membuat segala macam penyalagunaan jabatan untuk korupsi jadi sulit. Bahkan, Daendels kemudian tak segan-segan menghukum mati pejabat yang ketahuan merugikan negara dalam jumlah besar.</p>
<p>“Salah satu tindakan yang diambil Gubernur Jenderal baru itu adalah reformasi total administrasi. Sampai masa Daendels semua wilayah Belanda sebelah timur Cirebon membentuk satu provinsi, Provinsi Pantai Timur Laut Jawa. Gubernur provinsi itu, karena berbagai ‘tunjangan’ yang berkaitan dengan kedudukannya, menikmati penghasilan tahunan 100.000 gulden, sementara, kalau kita menerima perkataan Daendels, pemasukan pemerintah dari wilayah itu praktis nol.”</p>
<p>“Dengan dekrit 18 Agustus 1808 provinsi itu dibagi ke dalam lima prefektorat dan 38 kabupaten. Semua pejabat menerima pangkat militer dan gaji memadai. Hadiah suap dari bupati-bupati Jawa, keuntungan istimewa, semua penyalahgunaan ini harus dihentikan,” terang Bernard H.M. Vlekke dalam buku Nusantara (2008).</p>
<p><strong><em>Laporan: Atok</em></strong><br />
<strong><em>Sumber: VOI</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/cegah-korupsi-jenderal-daendels-naikkan-gaji-pejabat-hindia-belanda-pada-18-agustus-1808">Cegah Korupsi, Jenderal Daendels Naikkan Gaji Pejabat Hindia Belanda pada 18 Agustus 1808</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/cegah-korupsi-jenderal-daendels-naikkan-gaji-pejabat-hindia-belanda-pada-18-agustus-1808/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riwayat dan Sejarah Gedung Tua di Siak, Fasilitas Pendidikan di Zaman Sultan</title>
		<link>https://infosiak.com/riwayat-dan-sejarah-gedung-tua-di-siak-fasilitas-pendidikan-di-zaman-sultan</link>
					<comments>https://infosiak.com/riwayat-dan-sejarah-gedung-tua-di-siak-fasilitas-pendidikan-di-zaman-sultan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 May 2023 15:50:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Siak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=18825</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEJARAH (Infosiak.com) &#8211; Tak jauh dari kawasan komplek Istana Asserayah Al Hasyimiyah Siak, terdapat Satu gedung (bangunan lama) yang sampai hari ini masih tetap berdiri kokoh. Konstruksi gedung tersebut dibangun dengan menggunakan bahan/material kayu. Saat ini gedung tersebut digunakan sebagai Kantor Majelis &#8216;Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak. Sebelum digunakan sebagai Kantor MUI, gedung tersebut digunakan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/riwayat-dan-sejarah-gedung-tua-di-siak-fasilitas-pendidikan-di-zaman-sultan">Riwayat dan Sejarah Gedung Tua di Siak, Fasilitas Pendidikan di Zaman Sultan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/riwayat-dan-sejarah-gedung-tua-di-siak-fasilitas-pendidikan-di-zaman-sultan?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p dir="ltr"><strong>SEJARAH (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>) &#8211;</strong> Tak jauh dari kawasan komplek Istana Asserayah Al Hasyimiyah Siak, terdapat Satu gedung (bangunan lama) yang sampai hari ini masih tetap berdiri kokoh. Konstruksi gedung tersebut dibangun dengan menggunakan bahan/material kayu.</p>
<p dir="ltr">Saat ini gedung tersebut digunakan sebagai Kantor Majelis &#8216;Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak. Sebelum digunakan sebagai Kantor MUI, gedung tersebut digunakan untuk fasilitas kegiatan belajar-mengajar jenjang sekolah menengah Madrasah Tsanawiyah (MTs).</p>
<p dir="ltr">Tak jauh dari gedung eks Madrasah Tsanawiyah (MTs) itu, juga ada bangunan lama (gedung tua, red) yang dulu digunakan untuk fasilitas kegiatan belajar-mengajar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun gedung tersebut saat ini sudah menyatu dengan tanah (sudah lenyap, red) akibat insiden kebakaran hebat yang terjadi pada tanggal 17 Februari 2018 silam.</p>
<p dir="ltr"><strong>Berikut Sejarah dan Riwayat Singkat Dua Gedung (bangunan tua, red) yang Dulu Sebagai Fasilitas Pendidikan di Siak.</strong></p>
<p dir="ltr">&#8211; <strong>Eks Gedung MTs Siak:</strong><br />
Eks Gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang kini dijadikan sebagai Kantor MUI Kabupaten Siak itu merupakan bangunan lama yang dibangun pada saat masih berdirinya Pemerintahan Kesultanan Siak yakni di zaman Sultan Syarif Kasim II. Gedung tersebut dibangun pada sekitar tahun 1930-an.</p>
<p dir="ltr">Terkait riwayat dan sejarah pembangunan Eks Gedung MTs Siak itu, Tokoh Melayu yang juga Pengamat Adat dan Budayawan Siak H Said Muzani SH, menjelaskan bahwa pada masa Pemerintahan Sultan Syarif Kasim II (Raja Siak terakhir, red) berkuasa di Siak Sri Indrapura, Sang Sultan menginginkan anak-anak Siak bisa mengenyam pendidikan melalui bangku sekolah, maka dibangunlah Gedung MTs tersebut sebagai sarana dan fasilitas belajar.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Eks Gedung MTs Siak itu, dulu bernama Sekolah Taufiqiyah khusus untuk mendidik anak laki-laki saja di bidang agama setingkat paling tinggi Tsanawiyah. Konon pada masa itu merupakan suatu kebanggaan bagi anak laki-laki Siak seusai tamat dari Sekolah Rakyat (SD sekarang, red) bisa melanjutkan jenjang pendidikannnya di Sekolah Taufiqiyah itu,&#8221; papar H Said Muzani, Kamis (11/05/2023) sore kemarin, saat berbincang bersama <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>.</p>
<p dir="ltr">Dijelaskannya juga, Konon almarhum Buya Hamka juga pernah mengajar di Sekolah Madrasah Taufiqiyah Siak itu. Para siswa yang telah tamat/selesai menjalani pendidikan di Sekolah Madrasah Taufiqiyah itu kebanyakan dari mereka melanjutkan jenjang pendidikannya di Langkat Sumatera Utara (Sumut).</p>
<p dir="ltr">Seiring berjalannya waktu, di masa Orde Lama (Orla) dan Orde Baru (Orba), Sekolah Taufiqiyah itu digunakan untuk Sekolah Teknik (ST) setingkat SMP sebelum melanjutkan ke STM (SMK Teknik sekarang, red).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pada sekitar tahun 1980-an, didirikanlah MTs di bawah Yayasan Guppi Sultan Syarif Kasim dengan nama Madrasah Tsanawiyah Taufiqiyah swasta yang eksis hingga tahun 1999. Selanjutnya pada saat Siak sudah menjadi Kabupaten (pisah dari Bengkalis, red), MTs Taufiqiyah yang swasta itu berubah menjadi MTs Negeri Siak yang bergedung di Jalan Raja Kecik Siak, sedangkan eks Gedung MTs Taufiqiyah itu digunakan untuk keperluan lain yang dibutuhkan oleh Pemda Siak. Gedung itu saat ini masuk sebagai Cagar Budaya,&#8221; lanjut H Said Muzani.</p>
<p dir="ltr">&#8211; <strong>Eks Gedung SMP Siak:</strong><br />
Berjarak sekitar 200 meter dari Eks Gedung MTs Taufiqiyah itu, dulunya juga ada gedung berlantai II yang dibangun untuk kegiatan belajar-mengajar jenjang Sekolah Menengah Pertama. Gedung tersebut berlokasi di sekitar kawasan Pasar Siak lama.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan penelusuran dan informasi yang diterima <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>, gedung berlantai II yang konstruksinya terbuat dari material kayu itu dibangun pada masa Indonesia sudah merdeka, yakni di atas tahun 1945-an.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau Eks Gedung SMP yang berlokasi di sekitar Pasar Siak lama itu dibangun sesudah Kemerdekaan Indonesia. Dulu awalnya gedung itu adalah Sekolah China (etnis tionghoa, red),&#8221; terang H Said Muzani, menceritakan riwayat gedung lama tersebut.</p>
<p dir="ltr">Disebut sebagai Sekolah China, karena gedung itu merupakan tempat orang-orang Etnis Tionghoa belajar. Namun seiring berjalannya waktu, gedung tersebut berubah menjadi fasilitas sekolah umum yang digunakan oleh semua kalangan masyarakat yang ada di wilayah Siak Sri Indrapura.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saat gedung itu sudah berubah status menjadi sekolah umum, gedung tersebut dijadikan sebagai ruang belajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Kepandaian Putri (SKP) khusus anak-anak perempuan. Di situ ada mata pelajaran dominan tentang memasak dan menjahit, kalau istilah sekarang semacam SMK Pariwisata, tapi derajatnya setingkat SMP,&#8221; tutup H Said Muzani.</p>
<p dir="ltr">Meskipun bangunan gedung itu saat ini sudah tidak ditemukan lagi, namun banyak anak-anak Siak yang menyimpan kenangan pada gedung tersebut. Sebagaimana dikemukakan oleh Hj Siti Aminah S.Pd, yang merupakan salah satu mantan siswi SMPN Siak yang pernah mengenyam pendidikan di gedung tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pada pertengahan tahun 1985-an, saya juga sempat bersekolah di gedung itu,  banyak kenangan selama belajar di sana. Kini gedung itu hanya tinggal kenangan, karena sudah tidak ada lagi akibat kebakaran,&#8221; tutur Hj Siti Aminah, yang kini dirinya menjabat sebagai Penghulu Kampung Banjar Seminai Dayun.</p>
<p dir="ltr">Sebagaimana diketahui, pada saat terjadinya insiden kebakaran hebat yang meluluhlantakkan Pasar Siak di tahun 2018 silam, sebagian besar bangunan/toko milik warga Etnis Tionghoa di Pasar Siak rata dengan tanah. Kobaran api yang membumbung tinggi membuat suasana di kawasan Pasar Siak kala itu menjadi lautan api. Tak ayal, apipun menjarah bangunan Eks Gedung SMP yang menyebabkan gedung tersebut menjadi arang dan tinggal puing-puing yang pada akhirnya bersih tanpa bekas.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>Penulis: Atok</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/riwayat-dan-sejarah-gedung-tua-di-siak-fasilitas-pendidikan-di-zaman-sultan">Riwayat dan Sejarah Gedung Tua di Siak, Fasilitas Pendidikan di Zaman Sultan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/riwayat-dan-sejarah-gedung-tua-di-siak-fasilitas-pendidikan-di-zaman-sultan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengulas Asal-usul Nama &#8220;Kwalian&#8221; di Siak, Ada Kaitannya dengan Waliyullah?</title>
		<link>https://infosiak.com/mengulas-asal-usul-nama-kwalian-di-siak-ada-kaitannya-dengan-waliyullah</link>
					<comments>https://infosiak.com/mengulas-asal-usul-nama-kwalian-di-siak-ada-kaitannya-dengan-waliyullah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 07:26:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=18762</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Kota Siak Sri Indrapura merupakan salah satu kota pusaka yang ada di Negara Republik Indonesia (RI). Secara administratif, Kota Siak tepatnya terletak di wilayah Kelurahan Kampung Dalam hingga Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak. Bila kita bicara soal Kota Siak Sri Indrapura, tentunya tidak terlepas dari Istana Asserayah Al Hasyimiyah yang merupakan salah [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/mengulas-asal-usul-nama-kwalian-di-siak-ada-kaitannya-dengan-waliyullah">Mengulas Asal-usul Nama &#8220;Kwalian&#8221; di Siak, Ada Kaitannya dengan Waliyullah?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/mengulas-asal-usul-nama-kwalian-di-siak-ada-kaitannya-dengan-waliyullah?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p><strong>SIAK (Infosiak.com) &#8211;</strong> Kota Siak Sri Indrapura merupakan salah satu kota pusaka yang ada di Negara Republik Indonesia (RI). Secara administratif, Kota Siak tepatnya terletak di wilayah Kelurahan Kampung Dalam hingga Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak.</p>
<p>Bila kita bicara soal Kota Siak Sri Indrapura, tentunya tidak terlepas dari Istana Asserayah Al Hasyimiyah yang merupakan salah satu peninggalan Sultan Siak yang sampai hari ini masih tetap terjaga dan terawat dengan baik.</p>
<p>Tak jauh dari Pusat Kota Siak Sri Indrapura itu, terdapat satu pemukiman penduduk di wilayah Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak yang dikenal dengan sebutan lingkungan Sukasari, atau lebih umumnya disebut &#8220;Kwalian&#8221;.</p>
<p>Terkait asal-usul nama Kwalian di Kota Siak itu, hingga saat ini masih terus menjadi perbincangan di kalangan penulis dan para generasi muda yang penasaran dengan nama tersebut. Hal itu disebabkan karena nama Kwalian cukup dikenal hingga di luar Kabupaten Siak. Padahal secara struktur kewilayahan, Kwalian bukanlah nama desa atau kelurahan, melainkan hanya nama/sebutan untuk lingkungan yang berada di wilayah Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak.</p>
<p>Berdasarkan penelusuran yang pernah dilakukan oleh penulis, terkait asal-usul nama Kwalian itu terdapat beberapa versi dan cerita yang berkembang di masyarakat. Namun semua itu bukanlah sebuah dongeng atau cerita fiktif belaka, melainkan semua itu adalah bagian dari sebuah kisah/riwayat (cerita rakyat, red) yang cukup menarik untuk diulas.</p>
<p><strong>Berikut sekilas cerita tentang asal-usul nama Kwalian yang dikutip dari beberapa versi:</strong></p>
<p>&#8211; Berdasarkan cerita turun-temurun yang pernah beredar di masyarakat, konon diceritakan bahwa asal-usul nama Kwalian diambil dari peristiwa masa lampau yang dialami oleh orang-orang tua terdahulu.</p>
<p>Konon diceritakan, pada beberapa tahun silam sebagian besar wilayah Kwalian kerap dilanda banjir, hal itu disebabkan karena kondisi tanah/lahan di kawasan Kwalian yang rendah dan berbentuk cekung seolah menyerupai seperti kuali. Sehingga orang-orang tua terdahulu menamakan tempat tersebut dengan Kwalian, yang merujuk pada kata kuali/kuwali.</p>
<p>&#8211; Versi lain menyebutkan bahwa nama Kwalian berasal dari peristiwa masa lalu yang dialami oleh para orang-orang tua terdahulu (yang pertama kali menempati kawasan Kwalian).</p>
<p>Konon diceritakan, pada saat memasuki wilayah Kwalian, para orangtua terdahulu menemukan sebuah kuali yang tergeletak di tengah hutan, karena kala itu sebagian besar lingkungan Kwalian masih berupa hutan belantara. Dengan demikian, para petua menamakan tempat tersebut dengan sebutan Kwalian, merujuk pada peristiwa ditemukannnya kuali di lokasi/tempat itu.</p>
<p>&#8211; Adapun versi lain yang lebih masyhur menyebutkan, nama Kwalian diambil dari kisah/riwayat adanya sejumlah &#8216;ulama yang pernah tinggal/berdomisili di wilayah lingkungan Sukasari (Kwalian sekarang, red).</p>
<p>Konon diceritakan, pada beberapa tahun silam ada beberapa orang kyai (&#8216;ulama) yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh masyarakat lingkungan Sukasari. Para &#8216;ulama itu rutin memberikan pelajaran ilmu agama kepada masyarakat setempat, baik kepada kaum bapak-bapak, kaum ibu-ibu, maupun para remaja dan anak-anak yang ada di lingkungan setempat.</p>
<p>Setiap selepas shalat maghrib, para &#8216;ulama itu menyempatkan diri mengajar ngaji (baca Al Quran) kepada anak-anak dan kaum remaja yang ada di lingkungan Sukasari. Dalam memberikan pelajaran ilmu agama kepada anak-anak tersebut, para &#8216;ulama itu mengajar dengan penuh kasih sayang dan tidak pernah meminta imbalan apapun kepada para orangtua sang anak.</p>
<p>Selain rutin memberikan pelajaran ilmu agama, para &#8216;ulama itu juga rutin mengajarkan tentang tatacara bertani (bercocok tanam, red) dan berkebun kepada masyarakat setempat. Bahkan bilamana ada anggota keluarga yang mengalami sakit, pihak keluarga meminta tombo obat kepada para &#8216;ulama itu untuk didoakan agar segera sembuh. Alhasil, yang sakit menjadi sembuh.</p>
<p>Berselang beberapa tahun tinggal di lingkungan Sukasari, salah satu dari &#8216;ulama itu mendirikan sebuah rumah ibadah yang saat itu ukurannya diperkirakan hanya cukup untuk menampung jama&#8217;ah sekitar 20 &#8211; 25 orang saja, karena saat itu jumlah penduduk di lingkungan Sukasari belum sebanyak yang sekarang.</p>
<p>Berkat kesholehan, ketaqwaan, dan karomah yang dimiliki oleh para &#8216;ulama itu, lama kelamaan warga setempat tau dan menyadari bahwa para &#8216;ulama itu bukan hanya sekedar seorang kyai atau guru biasa, melainkan orang-orang pilihan yang memiliki kelebihan setingkat para wali (Waliyullah) yang ada di tanah Jawa.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, masyarakat setempat mulai berangsur-angsur menyebut nama tempat tinggal mereka itu dengan sebutan Kwalian, merujuk pada kata/kalimat Wali (K-Wali-an) yang disematkan kepada para &#8216;ulama yang pernah tinggal di wilayah itu.</p>
<p>Hingga saat ini nama Kwalian masih tetap melekat di hati masyarakat setempat, dan masyarakat Kabupaten Siak pada umumnya.</p>
<p>(Wallahu A&#8217;lamu Bishshowab).</p>
<p><strong><em>Penulis: Atok</em></strong><br />
<strong><em>(Dikutip dari beberapa sumber terpercaya dan cerita turun-temurun)</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/mengulas-asal-usul-nama-kwalian-di-siak-ada-kaitannya-dengan-waliyullah">Mengulas Asal-usul Nama &#8220;Kwalian&#8221; di Siak, Ada Kaitannya dengan Waliyullah?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/mengulas-asal-usul-nama-kwalian-di-siak-ada-kaitannya-dengan-waliyullah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Yerusalem, Kota Suci Tiga Agama yang Terus Konflik Hingga Hari Kiamat</title>
		<link>https://infosiak.com/mengenal-yerusalem-kota-suci-tiga-agama-yang-terus-konflik-hingga-hari-kiamat</link>
					<comments>https://infosiak.com/mengenal-yerusalem-kota-suci-tiga-agama-yang-terus-konflik-hingga-hari-kiamat#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 05:35:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=18476</guid>

					<description><![CDATA[<p>RELIGI (Infosiak.com) &#8211; Yerusalem atau Al-Quds merupakan salah satu kota kuno yang terletak di wilayah Timur Tengah. Kota Yerusalem menjadi kota suci bagi tiga agama yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Meski demikian, Yerusalem juga menjadi titik api konflik paling berkepanjangan antara Palestina-Israel. Dalam catatan sejarah, Yerusalem sejak era sebelum masehi sudah menjadi kota berharga (dimuliakan, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/mengenal-yerusalem-kota-suci-tiga-agama-yang-terus-konflik-hingga-hari-kiamat">Mengenal Yerusalem, Kota Suci Tiga Agama yang Terus Konflik Hingga Hari Kiamat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/mengenal-yerusalem-kota-suci-tiga-agama-yang-terus-konflik-hingga-hari-kiamat?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p dir="ltr"><strong>RELIGI (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>) &#8211;</strong> Yerusalem atau Al-Quds merupakan salah satu kota kuno yang terletak di wilayah Timur Tengah. Kota Yerusalem menjadi kota suci bagi tiga agama yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Meski demikian, Yerusalem juga menjadi titik api konflik paling berkepanjangan antara Palestina-Israel.</p>
<p dir="ltr">Dalam catatan sejarah, Yerusalem sejak era sebelum masehi sudah menjadi kota berharga (dimuliakan, red) yang diperebutkan oleh banyak bangsa. Catatan arkeolog menunjukkan bahwa kota itu telah dihuni oleh manusia sejak 4.000 SM, yakni di zaman para nabi.</p>
<p dir="ltr">Nama yang paling awal dikenal untuk Yerusalem adalah Jebusite atau tanah orang Kan&#8217;an. Orang-orang Kan&#8217;an yang bermigrasi menyebut diri daerah itu sebagai &#8220;Ursalem&#8221; yang berarti &#8220;kota perdamaian&#8221;.</p>
<p dir="ltr">Kata Yerusalem sendiri berasal dari nama itu yang kemudian diucapakan dalam bahasa Ibrani menjadi &#8220;Yereshalim&#8221; yang berarti &#8220;rumah suci&#8221;.</p>
<p dir="ltr">Orang Kan&#8217;an bersama dengan bangsa Filistin yang datang belakangan mengklaim diri mereka adalah sebagai nenek moyang paling awal yang menghuni wilayah Kota Yerusalem. Bangsa Filistin menetap di sepanjang pantai Mediterania yang membentang kira-kira dari Jaffa ke Jalur Gaza dan berada di dalam tanah Kan&#8217;an selama berabad-abad. Seiring berjalannnya waktu, nama Filistin berubah menjadi Falestine atau Palestina.</p>
<p dir="ltr">Di Kota Yerusalem terdapat sejumlah bangunan kuno yang dianggap sebagai bangunan/tempat suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi.</p>
<p dir="ltr">Bagi umat Islam, bangunan suci yang diagungkan di Kota Yerusalem adalah Masjidil Aqsha yang menurut kepercayaan umat Islam masjid tersebut merupakan peninggalan dari Nabi Sulaiman (putra nabi Daud), disamping itu Masjid Aqsha juga menjadi tempat persinggahan Nabi Muhammad SAW saat perjalanan Isra Mi&#8217;raj.</p>
<p dir="ltr">Adapun bagi umat Kristen, bangunan suci yang diagungkan di Kota Yerusalem adalah Gereja Makam Kudus atau Gereja Holy Sepulchre yang berada di Kota Tua Yerusalem. Selain itu, umat Kristen juga meyakini bahwa tanah kelahiran Yesus berada di Betlehem, wilayah yang hanya berjarak sekitar 10 kilo meter dari pusat Kota Yerusalem.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan bagi umat Yahudi, bangunan yang dianggap suci di Kota Yerusalem adalah Tembok Ratapan. Tembok tersebut adalah tembok kapur kuno di Kota Lama Yerusalem yang dianggap sangat penting dan suci oleh kaum Yahudi.</p>
<p dir="ltr">Tembok Ratapan dianggap penting dan suci karena terdiri dari sisa-sisa dinding Bait Suci di Yerusalem yang dibangun oleh Raja Herodes. Bait Suci tersebut hancur setelah orang-orang Yahudi memberontak ke Kerajaan Romawi pada 70 Masehi. Sebenarnya tembok ini memiliki panjang mencapai 485 meter, tetapi setelah hancur hanya tersisa sekitar 60 meter.</p>
<p dir="ltr">Selain menyimpan sejumlah bangunan kuno yang dianggap suci, Kota Yerusalem juga diyakini sebagai kota kelahiran dan tempat tinggal para nabi. Dalam sejarah disebutkan, nabi-nabi yang pernah mendiami wilayah Yerusalem diantaranya adalah Nabi Zakariya, Yahya, Daud, Sulaiman (Solomon), Syam&#8217;un (Samson), Yesaya, Yehezkiel, Samuel, Isa, dan banyak lagi yang lainnya. Dimana para nabi tersebut juga diakui oleh ketiga agama yang mensucikan Kota Yerusalem.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>-KONFLIK BERKEPANJANGAN.</em></strong><br />
Tanah suci Yerusalem tak pernah lepas dari konflik antar bangsa, antar suku, dan antar agama. Sejarah mencatat konflik dan peperangan yang terjadi di tanah Yerusalem telah ada sejak zaman Nabi Daud AS. Dimana saat itu Nabi Daud harus memerangi Raja Jalut (Gholiat) yang dalam versi Islam disebutkan bahwa Jalut adalah raja zalim dan kejam.</p>
<p dir="ltr">Di sekitar abad 11 masehi, juga terjadi konflik perang besar-besaran di tanah Yerusalem antara kaum Muslimin dengan tentara Romawi. Perang tersebut lebih dikenal dengan sebutan &#8220;Perang Salib&#8221; untuk memperebutkan Kota Suci Yerusalem.</p>
<p dir="ltr">Tak cukup sampai di situ, di masa pemerintahan presiden Yasser Arafat (presiden Palestina, red), juga terjadi konflik peperangan antara Yahudi (Israel) dengan umat Muslim Palestina, bahkan konflik tersebut berkepanjangan hingga saat ini. Tak hanya umat Muslim saja yang menjadi target kekejaman Yahudi di Yerusalem, bahkan umat Kristen pun tak lepas dari sasaran kekejaman zionis Israel.</p>
<p dir="ltr">Dinukil dari beberapa sumber, bangsa Israel yang memiliki latar belakang kaum paling angkuh dan kejam di muka bumi ini, tidak akan pernah berhenti membuat kekacauan dan kerusakan di atas bumi hingga mereka berhasil merampas dan menguasai tanah Yerusalem. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Yahudi/Israel akan terus berbuat kezaliman/kekacauan hingga menjelang tibanya hari kiamat.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>Nabi-nabi yang diakui oleh umat Islam, Kristen, dan Yahudi (Bani Israel):</em></strong></p>
<p dir="ltr">Dalam ajaran Islam, terdapat 25 Nabi yang namanya termaktub dalam kitab suci Al Quran, nama-nama nabi yang tercantum dalam Al Quran tersebut sebagian juga tercantum dalam kitab Injil/Bibel Kristen dan Alkitab Ibrani umat Yahudi (bani israel).</p>
<p dir="ltr">Berikut nama-nama 25 nabi versi Islam yang beberapa diantaranya juga diakui oleh umat Kristen dan Yahudi (Bani Israel):</p>
<p dir="ltr">1 . ADAM / ADAM</p>
<p dir="ltr">2 . IDRIS / ENOCH</p>
<p dir="ltr">3 . NUH / NOAH</p>
<p dir="ltr">4 . HUUD / HEBER</p>
<p dir="ltr">5 . SHALEH / SHELAH</p>
<p dir="ltr">6 . IBRAHIM / ABRAHAM</p>
<p dir="ltr">7 . LUTH / LOT</p>
<p dir="ltr">8 . ISMAIL / ISHMAEL</p>
<p dir="ltr">9 . ISHAQ / ISAAC</p>
<p dir="ltr">10. YAKUB / YACOB</p>
<p dir="ltr">11. YUSUF / YOSEPH</p>
<p dir="ltr">12. AYUB / JOB</p>
<p dir="ltr">13. ZULKIFLI / EZEKIEL</p>
<p dir="ltr">14. SYU&#8217;AIB / JETHRO</p>
<p dir="ltr">15. YUNUS / JONAH</p>
<p dir="ltr">16. MUSA / MOSES</p>
<p dir="ltr">17. HARUN / AARON</p>
<p dir="ltr">18. ILYAS / ELIJAH</p>
<p dir="ltr">19. ILYASA&#8217; / ELISHA</p>
<p dir="ltr">20. DAUD / DAVID</p>
<p dir="ltr">21. SULAIMAN / SOLOMON</p>
<p dir="ltr">22. ZAKARIA / ZECHARIAH</p>
<p dir="ltr">23. YAHYA / JOHN</p>
<p dir="ltr">24. ISA / YESUS</p>
<p dir="ltr">25. MUHAMMAD</p>
<p dir="ltr">Jika dibandingkan antara nama Nabi yang dilafazhkan dari Al Quran, dan nama Nabi yang digunakan umat Kristiani dan Yahudi dari bahasa Ibrani, atau bahasa Latin atau bahasa Inggris sejatinya adalah merujuk pada sosok yang sama. Hanya saja penyebutannya yang sedikit berbeda.</p>
<p dir="ltr"><strong><em>Penulis: Atok</em></strong><br />
<strong><em>Dikutip dari berbagai sumber</em></strong></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/mengenal-yerusalem-kota-suci-tiga-agama-yang-terus-konflik-hingga-hari-kiamat">Mengenal Yerusalem, Kota Suci Tiga Agama yang Terus Konflik Hingga Hari Kiamat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/mengenal-yerusalem-kota-suci-tiga-agama-yang-terus-konflik-hingga-hari-kiamat/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misteri Dua Makam Tua di Mempura Siak, Benarkah Makam Panglima Besar?</title>
		<link>https://infosiak.com/misteri-dua-makam-tua-di-mempura-siak-benarkah-makam-panglima-besar</link>
					<comments>https://infosiak.com/misteri-dua-makam-tua-di-mempura-siak-benarkah-makam-panglima-besar#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2020 04:49:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Mempura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=8998</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Belum lama ini beredar kabar tentang ditemukannya Dua makam (kuburan, red) tua di wilayah Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Riau. Sontak, temuan Dua makam tua tersebut menjadi bahan perbincangan di tengah kalangan masyarakat dan awak media. Dilihat dari bentuk ornamen batu nisan yang ada pada makam tua tersebut, sebagian masyarakat ada yang berpendapat [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/misteri-dua-makam-tua-di-mempura-siak-benarkah-makam-panglima-besar">Misteri Dua Makam Tua di Mempura Siak, Benarkah Makam Panglima Besar?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="pf-content"><div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-aligncenter">
                    <a href="https://infosiak.com/misteri-dua-makam-tua-di-mempura-siak-benarkah-makam-panglima-besar?pfstyle=wp" rel="nofollow" onclick="" title="Printer Friendly, PDF & Email">
                    <img decoding="async" class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button-md.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 194px;height: 30px;"  />
                    </a>
                </div><p><strong>SIAK (Infosiak.com)</strong> &#8211; Belum lama ini beredar kabar tentang ditemukannya Dua makam (kuburan, red) tua di wilayah Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Riau. Sontak, temuan Dua makam tua tersebut menjadi bahan perbincangan di tengah kalangan masyarakat dan awak media.</p>
<p>Dilihat dari bentuk ornamen batu nisan yang ada pada makam tua tersebut, sebagian masyarakat ada yang berpendapat bahwasanya makam tua yang ditemukan di wilayah RT 07 / RW 04 Dusun Sungai Niur Kampung Koto Ringin Kecamatan Mempura itu merupakan makam salah seorang petinggi (pejabat, red) Kesultanan Kerajaan Siak semasa pemerintahan Raja Kecik (Sultan Siak pertama, red).</p>
<p>Bahkan ada juga yang memperkirakan bahwasanya makam tua tersebut adalah tempat persemayaman terakhir salah seorang &#8220;Panglima Besar&#8221; yang hidup di zaman pemerintahan Raja Kecik. Hal itu dikaitkan dengan temuan lokasi makam yang hanya berjarak sekitar beberapa kilo meter saja dari lokasi makam Raja Kecik, yakni hanya terpisah jarak oleh bentangan Sungai Siak (berseberangan, red).</p>
<p>Namun, dari semua pendapat dan perkiraan yang muncul di tengah masyarakat, sampai hari ini belum diketahui secara pasti siapa nama almarhum/almarhumah yang ada di dalam makam tua tersebut, hal itu dikarenakan tidak ada satupun tulisan maupun petunjuk yang tertera pada makam tua tersebut. Wallahu A&#8217;lam Bish Showab.</p>
<p>Guna mendapatkan informasi lebih jauh tentang Dua makam tua tersebut, Infosiak.com telah mencoba memintai penjelasan kepada sejumlah narasumber, termasuk kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak yang membidangi masalah kebudayaan maupun sejarah.</p>
<p>Namun, berdasarkan keterangan singkat yang disampaikan oleh Kepala Disdikbud Siak H Lukman M.Pd, melalui Kepala Seksi (Kasi) Sejarah dan Cagar Budaya Ay Rizal S.Pd, dirinya mengaku belum tau persis tentang nama yang ada di Dua makam tua tersebut.</p>
<p>&#8220;Dua makam tua yang terdapat di Kampung Koto Ringin Kecamatan Mempura itu, posisinya pas di seberang lokasi Kolam Hijau (Buantan Besar, red), namun sejauh ini kita juga belum tau pasti itu makamnya siapa, karena masih butuh kajian dan penelusuran yang mendalam untuk bisa memastikannya,&#8221; terang Ay Rizal, Jum&#8217;at (07/02/2020) siang, kepada Infosiak.com.</p>
<p>Sementara itu, di tempat terpisah Penghulu Kampung Koto Ringin Harun membenarkan, jika pada beberapa pekan yang lalu ada penemuan Dua makam tua di wilayah kampungnya, yang menurut perkiraan masyarakat, makam tersebut sudah berusia ratusan tahun.</p>
<p>&#8220;Iya, belum lama ini ditemukan Dua makam tua di lahan milik masyarakat yang berlokasi di Kampung Koto Ringin. Dimana makam tersebut ditemukan saat sipemilik tanah melakukan pembersihan lahan,&#8221; papar Harun, saat dikonfirmasi Infosiak.com.</p>
<p>Merujuk pada bentuk ornamen batu nisannya, sebagian besar makam tua bersejarah yang ada di wilayah Kabupaten Siak memiliki bentuk batu nisan yang hampir serupa dengan Dua makam tua yang baru ditemukan di Kampung Koto Ringin tersebut.</p>
<p><span style="color: #999999;"><em>Laporan: Miswanto/Tok</em></span><br />
<span style="color: #999999;"><em>Editor: Afrijon</em></span></p>
</div><p>Posting <a href="https://infosiak.com/misteri-dua-makam-tua-di-mempura-siak-benarkah-makam-panglima-besar">Misteri Dua Makam Tua di Mempura Siak, Benarkah Makam Panglima Besar?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/misteri-dua-makam-tua-di-mempura-siak-benarkah-makam-panglima-besar/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
