<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nelayan Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<atom:link href="https://infosiak.com/tag/nelayan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infosiak.com/tag/nelayan</link>
	<description>Infosiak.com</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Dec 2018 02:48:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://infosiak.com/wp-content/uploads/2018/09/cropped-infosiak-perawang-32x32.jpg</url>
	<title>Nelayan Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<link>https://infosiak.com/tag/nelayan</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bersama Ditpolair Polda Riau, Pemkam Tualang Gelar Pelatihan Alat Tangkap Ikan Nelayan</title>
		<link>https://infosiak.com/bersama-ditpolair-polda-riau-pemkam-tualang-gelar-pelatihan-alat-tangkap-ikan-nelayan</link>
					<comments>https://infosiak.com/bersama-ditpolair-polda-riau-pemkam-tualang-gelar-pelatihan-alat-tangkap-ikan-nelayan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2018 02:48:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tualang]]></category>
		<category><![CDATA[Ditpolair Polda Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=2744</guid>

					<description><![CDATA[<p>TUALANG (Infosiak.com) &#8211; Pengembangan sumber daya manusia, kelautan dan perikanan merupakan salah satu hal mutlak yang perlu dikembangkan dalam sektor kelautan dan perikanan secara optimal serta berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pembekalan untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan sikap para nelayan. Berangkat dari hal itu, Pemerintah Kampung (Pemkam) Tualang yang dipimpin oleh Juprianto, bersama Ditpolair Polda [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bersama-ditpolair-polda-riau-pemkam-tualang-gelar-pelatihan-alat-tangkap-ikan-nelayan">Bersama Ditpolair Polda Riau, Pemkam Tualang Gelar Pelatihan Alat Tangkap Ikan Nelayan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TUALANG (Infosiak.com)</strong> &#8211; Pengembangan sumber daya manusia, kelautan dan perikanan merupakan salah satu hal mutlak yang perlu dikembangkan dalam sektor kelautan dan perikanan secara optimal serta berkelanjutan.</p>
<p>Oleh karena itu, diperlukan pembekalan untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan sikap para nelayan.</p>
<p>Berangkat dari hal itu, Pemerintah Kampung (Pemkam) Tualang yang dipimpin oleh Juprianto, bersama Ditpolair Polda Riau menggelar pelatihan dan sosialisasi penggunaan alat tangkap ikan yang benar terhadap kelompok-kelompok nelayan yang berada di wilayah Kampung Tualang, Kamis (6/12/2018) pagi.</p>
<p>Hal ini adalah bentuk kepedulian pemerintah Kampung Tualang terhadap kelestarian Lingkungan Sungai Siak yang merupakan tempat masyarakat seperti nelayan mencari nafkah dengan menangkap ikan di sungai tersebut.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri Kasatrolda Ditpolair Polda Riau AKBP Julian Iskandar, Ketua Badan Pemusyawaratan Kampung Tualang H Abbas Gidang, dan Dinas Perikanan Kabupaten Siak yang diwakili Lindang Wati.</p>
<p>Pelatihan penggunaan alat tangkap ikan itu merupakan program pemberdayaan masyarakat Kampung Tualang, yang diikuti oleh 60 orang nelayan dari 3 kelompok nelayan yang berada di Kampung Tualang.</p>
<p>Dalam kata sambutannya, penghulu Kampung Tualang Juprianto SSos menyampaikan bahwa, pentingnya kepedulian masyarakat terutama nelayan, untuk melestarikan lingkungan sungai yang merupakan wadah nelayan dalam mengais rezeki.</p>
<p>&#8220;Kita sangat menyayangkan masih adanya nelayan yang mencari ikan dan udang dengan menggunakan racun dan alat tangkap ikan yang dilarang seperti pukat. Selain bisa merusak ekosistem di sungai, menangkap ikan dengan cara meracun bisa menimbulkan perpecahan antar sesama nelayan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua Apdesi Kabupaten Siak itu juga berharap dengan diadakannya pelatihan ini, nelayan bisa memahami tentang peraturan dalam menangkap ikan yang diizinkan serta pentingnya kepedulian masyarakat terhadap ekosistem di sungai Siak.</p>
<p>Sehubungan dengan ini, Kasatrolda Ditpolair Polda Riau, AKBP Julian Iskandar menuturkan, banyak nelayan yang masih kurang mengerti dengan alat penangkat ikan berbahaya dan dilarang penggunaannya. Ia berharap, dengan digelarnya pelatihan ini bisa mengurangi tingkat pelanggaran dalam penangkapan biota air terutama yang berada di aliran Sungai Siak.</p>
<p>&#8220;Masyarakat harus proaktif untuk merubah mindset pola fikir mereka, di mulai dari merubah alat penangkap ikan yang dapat merusak habitat biota sungai menjadi alat tangkap ikan yang ramah lingkungan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu ketua kelompok nelayan Tualang Mandiri Suryadi saat ditemui awak media seusai acara mengatakan, nelayan yang mengikuti pelatihan tersebut sangat antusias mendengarkan materi-materi yang diberikan, dan peserta pelatihan pun sangat bersyukur karena telah diberikan pembelajaran mengenai kelestarian lingkungan sungai.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah kami sangat senang dengan adanya pelatihan ini, kedepannya kami para nelayan akan berusaha untuk menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan serta nantinya akan menjaga kelestarian habitat ikan dan udang yang ada di sungai,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><em><span style="color: #999999;">Laporan : Jhon</span></em><br />
<em><span style="color: #999999;">Editor : Afrijon</span></em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bersama-ditpolair-polda-riau-pemkam-tualang-gelar-pelatihan-alat-tangkap-ikan-nelayan">Bersama Ditpolair Polda Riau, Pemkam Tualang Gelar Pelatihan Alat Tangkap Ikan Nelayan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/bersama-ditpolair-polda-riau-pemkam-tualang-gelar-pelatihan-alat-tangkap-ikan-nelayan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Siak Serahkan 15 Unit Sampan Motor Nelayan Mempura</title>
		<link>https://infosiak.com/bupati-siak-serahkan-15-unit-sampan-motor-nelayan-mempura</link>
					<comments>https://infosiak.com/bupati-siak-serahkan-15-unit-sampan-motor-nelayan-mempura#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2018 03:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mempura]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=2715</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Bupati Siak Syamsuar menyerahkan 15 unit sampan motor untuk nelayan Kecamatan Mempura, Kamis (6/12/2018) pagi di Masjid Al Fatah kampung Paluh. Selain itu Bupati menyerahkan kartu Asuransi Kesehatan untuk nelayan dan sejumlah peralatan nelayan lainnya. Bupati Syamsuar mengatakan, bantuan ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2018 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bupati-siak-serahkan-15-unit-sampan-motor-nelayan-mempura">Bupati Siak Serahkan 15 Unit Sampan Motor Nelayan Mempura</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>SIAK (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>)</strong> &#8211; Bupati Siak Syamsuar menyerahkan 15 unit sampan motor untuk nelayan Kecamatan Mempura, Kamis (6/12/2018) pagi di Masjid Al Fatah kampung Paluh. Selain itu Bupati menyerahkan kartu Asuransi Kesehatan untuk nelayan dan sejumlah peralatan nelayan lainnya.</p>
<p>Bupati Syamsuar mengatakan, bantuan ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2018 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.</p>
<p>&#8220;Patut kita syukuri, masyarakat yang tergabung dalam koperasi menerima bantuan sampan lengkap siap pakai,” ucap Syamsuar.</p>
<p>Kata pria 64 tahun ini, program tersebut merupakan upaya Pemerintah untuk membantu masyarakat nelayan agar mampu meningkatkan ekonominya. Termasuk pada sektor perkebunan dan pertanian, seperti pada petani sawit.</p>
<p>“Semua ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, agar rakyat ada pekerjaan” ujarnya.</p>
<p>Kalau tidak ada perubahan lanjutnya, sebentar lagi akan diserahkan sertifikat tanah Tora untuk masyarakat kabupaten Siak, yang langsung di serahkan oleh Presiden.</p>
<p>Menurut Syamsuar, asuransi untuk nelayan adalah peran serta pemerintah dalam melindungi masyarakat yang bekerja sebagai nelayan. Maksudnya asuransi itu berfungsi sebagai jaminan kepada nelayan, untuk meringankan beban keluarga jika terjadi kecelakaan atau musibah.</p>
<p>Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan kabupaten Siak Susilawati mengatakan bantuan di tahun 2018 tersebut sebanyak 30 sampan fiber 0,5 GT untuk dua kecamatan, Koto Gasib dan Mempura.</p>
<p>“Kita berharap dengan sampan bermesin ini hasil tangkap lebih banyak dan lebih segar” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Susi menambahkan, bantuan dari pusat tersebut termasuk alat tangkap berupa belat dan jaring, pelampung (life jacket), cool box, senter kepala, lampu signal dan dayung.</p>
<p>Selain bantuan diatas, sekitar sebulan yang lalu pihaknya sudah menebar ikan jelawat sebanyak 100 ribu ekor di sungai Siak tepatnya di kecamatan Siak bantuan dari kementerian Perikanan.</p>
<p>Terkait penyerahan kartu asuransi untuk nelayan, Susilawati menyampaikan asuransi ini bukan uang pengganti nyawa, tapi justru ini bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban nelayan yang mengalami musibah.</p>
<p dir="ltr">Ia  berharap hal ini menjadi momentum bagi masyarakat nelayan untuk lebih peduli terhadap pentingnya asuransi.</p>
<p>Camat Mempura Desi Fefianti meminta agar pihak dinas Perikanan dan Peternakan mengadakan pelatihan untuk para nelayan. Menurut dia, hal itu sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan nelayan untuk menangkap ikan.</p>
<p dir="ltr"><span style="color: #999999;"><em>Sumber : Rilis-Humas</em></span><br />
<span style="color: #999999;"><em>Editor : Afrijon</em></span></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bupati-siak-serahkan-15-unit-sampan-motor-nelayan-mempura">Bupati Siak Serahkan 15 Unit Sampan Motor Nelayan Mempura</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/bupati-siak-serahkan-15-unit-sampan-motor-nelayan-mempura/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Buat Alat Tangkap Ikan, Penghulu Tualang dan Nelayan Sulap Drum Bekas Jadi Perahu</title>
		<link>https://infosiak.com/belajar-buat-alat-tangkap-ikan-penghulu-tualang-dan-nelayan-sulap-drum-bekas-jadi-perahu</link>
					<comments>https://infosiak.com/belajar-buat-alat-tangkap-ikan-penghulu-tualang-dan-nelayan-sulap-drum-bekas-jadi-perahu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2018 15:13:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tualang]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=2435</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERAWANG (Infosiak.com) &#8211; Berawal dari keluhan nelayan yang mana saat ini hutan makin menipis. Kayu, yang biasa jadi bahan baku pembuatan kapal pun makin sulit. Berangkat dari situ, salah satu kepala kampung di Kabupaten Siak menggagas ide kreatif untuk membuat perahu dari limbah drum plastik bekas. Apa bisa? Mungkin pertanyaan itulah yang ada di benak [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/belajar-buat-alat-tangkap-ikan-penghulu-tualang-dan-nelayan-sulap-drum-bekas-jadi-perahu">Belajar Buat Alat Tangkap Ikan, Penghulu Tualang dan Nelayan Sulap Drum Bekas Jadi Perahu</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>PERAWANG (<a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>)</strong> &#8211; Berawal dari keluhan nelayan yang mana saat ini hutan makin menipis. Kayu, yang biasa jadi bahan baku pembuatan kapal pun makin sulit.</p>
<p dir="ltr">Berangkat dari situ, salah satu kepala kampung di Kabupaten Siak menggagas ide kreatif untuk membuat perahu dari limbah drum plastik bekas.</p>
<p dir="ltr">Apa bisa? Mungkin pertanyaan itulah yang ada di benak kita ketika mendengar perahu untuk mencari ikan berbahan drum plastik. Namun, selain ringan, tentu biaya yang dikeluarkan pun tak mahal, karena komponen perahu seperti ini, mudah ditemui.</p>
<p dir="ltr">Sudah beberapa minggu ini, Penghulu Tualang yang juga Ketua Apdesi Kabupaten Siak bersama nelayan setempat terus belajar bekerjasama membuat perahu unik ini. Kini pembuatan perahu sudah pada tahap akhir penyelesaian.</p>
<p dir="ltr">Penghulu Tualang Juprianto Ssos Mip menjelaskan uji coba pembuatan perahu berbahan baku dari drum plastik bekas dilakukan guna mengembangkan kreatifitas para nelayan tradisional di Kampung Tualang.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Uji coba ini dilakukan guna mmengembangkan kreatifitas para nelayan tradisioanal yang memiliki keahlian membuat sampan dengan pola pemanfaatan drum plastik bekas. Mengingat bahan baku kayu saat ini yang semakin langka,&#8221; jelas Juprianto kepada <a href="http://Infosiak.com">Infosiak.com</a>, saat bersama nelayan tradisional di lokasi pembuatan perahu drum plastik, Selasa (13/11/2018).</p>
<p dir="ltr">Selanjutnya jika langkah ini berhasil, maka kedepannya diharapkan Kampung Tualang dapat dijadikan sentra pengrajin perahu kayu dengan alternatif drum plastik bekas. &#8220;Tentu hal ini bernilai positif dan bernilai jual serta dapat menjadi usaha alternatif para nelayan Kampung Tualang,&#8221; harap Juprianto.</p>
<p dir="ltr">Ali (62) salah satu nelayan setempat menjelaskan pembuatan perahu dengan panjang 5,8 meter sedikitnya menggunakan sebanyak 7 drum plastik bekas. Jika diakumulasi proses pekerjaan memakan waktu sekitar 20 hari per perahu.</p>
<p dir="ltr">Selain drum plastik, bahan-bahan yang digunakan adalah papan kayu, baut sekrup, lem perekat dan paku. &#8220;Perahu dari drum plastik lebih tahan lama dan tentu lebih dapat melaju dengan kencang karena lebih ringan,&#8221; tutur Ali.</p>
<p dir="ltr">Menariknya, perahu berbahan drum plastik bekas nantinya direncanakan tidak akan menggunakan bahan bakar BBM Jenis Premium, namun menggunakan mesin dengan bahan bakar tabung gas elpiji. Mekanismenya, selang dari tabung gas menuju karburator melalui injector mengaliri gas menuju ruang bakar mesin. Sehingga diharapkan dapat menekan biaya operasional nelayan ketika menangkap ikan.</p>
<p dir="ltr"><span style="color: #999999;"><em>Laporan : Jhon</em></span><br />
<span style="color: #999999;"><em>Editor : Afrijon</em></span></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/belajar-buat-alat-tangkap-ikan-penghulu-tualang-dan-nelayan-sulap-drum-bekas-jadi-perahu">Belajar Buat Alat Tangkap Ikan, Penghulu Tualang dan Nelayan Sulap Drum Bekas Jadi Perahu</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/belajar-buat-alat-tangkap-ikan-penghulu-tualang-dan-nelayan-sulap-drum-bekas-jadi-perahu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koperasi Nelayan di Koto Gasib Dapat Bantuan Alat Tangkap Ikan</title>
		<link>https://infosiak.com/koperasi-nelayan-di-koto-gasib-dapat-bantuan-alat-tangkap-ikan</link>
					<comments>https://infosiak.com/koperasi-nelayan-di-koto-gasib-dapat-bantuan-alat-tangkap-ikan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2018 05:57:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Koto Gasib]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=2368</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTOGASIB (Infosiak.com) &#8211; Koperasi Nelayan Gasib Bertuah, Kecamatan Koto Gasib mendapatkan bantuan sampan dan beberapa alat perlengkapan untuk menangkap ikan seperti Cool box, lampu siknal, senter, belat, jaring, life jacket dan dayung serta Mesin tempel. Wakil Bupati Siak Alfedri Msi menyerahkan langsung bantuan tersebut di Kampung Buatan Satu Kecamatan Koto Gasib, Jum’at (9/11/2018). Dalam sambutannya, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/koperasi-nelayan-di-koto-gasib-dapat-bantuan-alat-tangkap-ikan">Koperasi Nelayan di Koto Gasib Dapat Bantuan Alat Tangkap Ikan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>KOTOGASIB (Infosiak.com)</strong> &#8211; Koperasi Nelayan Gasib Bertuah, Kecamatan Koto Gasib mendapatkan bantuan sampan dan beberapa alat perlengkapan untuk menangkap ikan seperti Cool box, lampu siknal, senter, belat, jaring, life jacket dan dayung serta Mesin tempel.</p>
<p dir="ltr">Wakil Bupati Siak Alfedri Msi menyerahkan langsung bantuan tersebut di Kampung Buatan Satu Kecamatan Koto Gasib, Jum’at (9/11/2018).</p>
<p dir="ltr">Dalam sambutannya, Wakil Bupati Siak Alfedri, mengucapkan selamat atas bantuan yang telah diserahkan kepada koperasi nelayan Gasib Bertuah, semoga bisa meningkatkan penghasilan sehingga ekonomi masyarakat semakin meningkat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dengan sudah adanya bantuan alat tangkap ikan ini, jangan pernah bapak semua menangkap ikan dengan cara yang salah, seperti contoh memakai bom ikan karena bisa menghancurkan ekosistem di dalam air,&#8221; kata Alfedri.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, Alfedri berpesan mari bersama-sama terus menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan termasuk ke sungai.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Adanya sampah di sungai akan mengganggu perkembangbiakan ikan yang ada di sungai, dan yang pastinya akan merusak lingkungan,&#8221; jelas mantan Ketua Baznas Kabupaten Siak itu.</p>
<p dir="ltr">Selanjutnya, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak Susilawati mengatakan, koperasi nelayan Gasib Bertuah ini, berawal dari mata pencarian masyarakat Koto Gasib yang salah satunya adalah menjaring ikan, oleh karena itu Pemerintah Kecamatan Koto Gasib bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak, untuk membuat sebuah koperasi.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Alhamdulillah setelah koperasi ini dibentuk, bantuan yang diajukan pun akhirnya terelisasikan, semua ini berkat kerjasama anggota koperasi nelayan Gasib Bertuah,&#8221; ucap Susi.</p>
<p dir="ltr">Anggota koperasi nelayan Gasib Bertuah, terdiri dari 4 Kampung di antaranya Buatan satu, Teluk Rimba, buatan dua dan Rantau Panjang.</p>
<p dir="ltr"><span style="color: #999999;"><em>Sumber : Rilis-Humas</em></span><br />
<span style="color: #999999;"><em>Editor : Afrijon</em></span></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/koperasi-nelayan-di-koto-gasib-dapat-bantuan-alat-tangkap-ikan">Koperasi Nelayan di Koto Gasib Dapat Bantuan Alat Tangkap Ikan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/koperasi-nelayan-di-koto-gasib-dapat-bantuan-alat-tangkap-ikan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
