SIAK (Infosiak.com) – Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) atau lebih dikenal dengan nama Buya Hamka, adalah salah satu ulama besar di Indonesia. Ia merupakan sosok pendakwah yang menyejukkan dan menggugah. Beliau tak hanya dikenal sebagai seorang ulama, namun juga sastrawan, sejarawan, bahkan politisi.
Buya Hamka menjadi salah satu sosok penting dalam sejarah masa revolusi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Buya Hamka juga merupakan tokoh pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang didaulat sebagai Ketua MUI pertama pada tahun 1975.
Pada saat masih berdirinya Kesultanan Siak, yakni di masa Pemerintahan Sultan Syarif Kasim II (Raja Siak terakhir, red), Sang Sultan mendirikan gedung sekolah agama yang kala itu diberi nama Sekolah Taufiqiyah. Di sekolah itu, para siswa yang mengikuti kegiatan belajar hanya kaum pria/laki-laki.
Berselang beberapa tahun pasca berdirinya Sekolah Taufiqiyah di Siak Sri Indrapura itu, konon diceritakan bahwa Buya Hamka melakukan kunjungan ke sekolah tersebut untuk menyalurkan ilmunya kepada para siswa. Namun, menurut cerita/riwayat yang pernah beredar, keberadaan Buya Hamka di Siak Sri Indrapura tidak berlangsung lama, hanya dalam hitungan beberapa bulan.
Terkait riwayat Buya Hamka yang pernah menjadi guru (pengajar, red) di Sekolah Taufiqiyah Siak Sri Indrapura itu, Pengamat Adat dan Budayawan Siak H Said Muzani SH menuturkan, pada masa itu di era tahun 1930-an Sultan Syarif Kasim II mendirikan sekolah agama yang diberi nama Sekolah Taufiqiyah.
“Pada tahun 1930-an Sultan Siak mendirikan sekolah agama yang diberi nama Sekolah Taufiqiyah, sekolah itu khusus untuk mendidik anak laki-laki saja di bidang agama setingkat paling tinggi Tsanawiyah. Konon pada masa itu merupakan suatu kebanggaan bagi anak laki-laki Siak seusai tamat dari Sekolah Rakyat (SD sekarang, red) bisa melanjutkan jenjang pendidikannnya di Sekolah Taufiqiyah itu. Konon Buya Hamka juga pernah menjadi guru di sekolah itu,” papar H Said Muzani, Kamis (11/05/2023) sore kemarin, saat berbincang bersama Infosiak.com.
Di masa masih berdirinya Kerajaan/Kesultanan Siak Sri Indrapura, Sang Sultan sangat mengedepankan pendidikan agama sebagai pilar utama yang harus dikembangkan di tengah masyarakat. Bahkan, pada masa itu anak-anak Siak yang sudah memasuki usia remaja sangat ditekankan untuk giat belajar agama, baik melalui bangku sekolah maupun secara otodidak dengan cara rajin bertanya kepada Kyai/Ulama dan membaca buku-buku agama Islam.
Saking besarnya keinginan Sultan Siak untuk menjadikan rakyatnya sebagai generasi agamis dan perpengetahuan luas, Sultan Siak mendirikan gedung sekolah agama yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari komplek Istana Asserayah Al Hasyimiyah Siak. Sekolah itu diberi nama Sekolah Taufiqiyah. Hingga saat ini eks gedung Sekolah Taufiqiyah itu masih terawat dan terjaga dengan baik. Saat ini gedung tersebut digunakan sebagai Kantor MUI Kabupaten Siak.
“Seiring berjalannya waktu, Sekolah Taufiqiyah itu berubah nama menjadi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Taufiqiyah Swasta di bawah Yayasan Guppi Sultan Syarif Kasim. MTs Taufiqiyah ini eksis hingga tahun 1999. Saat ini eks gedung MTs Taufiqiyah itu termasuk salah satu Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Siak,” tutup H Said Muzani.
Berdasarkan pengalaman penulis, pada era tahun 1990-an, MTs Taufiqiyah Siak itu merupakan satu-satunya sekolah menengah berbasis agama (Madrasah, red) yang ada di seputaran Kota Siak. Di sekolah itu cukup banyak anak-anak Siak yang menimba ilmu agama di sana. Bahkan, Pengamat Adat dan Budayawan Siak H Said Muzani SH juga merupakan salah satu guru/pengajar di MTs Taufiqiyah Siak tersebut.
Para alumni MTs Taufiqiyah Siak itu saat ini sudah banyak yang menjadi atuk/nenek (sudah punya cucu, red) dan ada juga yang sudah wafat (meninggal dunia, red).
Sebagian besar alumni MTs Taufiqiyah Siak itu hingga saat ini masih banyak yang tinggal/berdomisili di wilayah Kabupaten Siak. Bahkan, banyak dari alumni MTs Taufiqiyah Siak itu yang saat ini menjadi ASN dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, termasuk juga ada yang saat ini menjadi anggota DPRD Siak.
Penulis: Atok
Dikutip dari berbagai sumber terpercaya









