Beranda Pendidikan Penggunaan Awalan “di” yang Benar Pada Tulisan dan Kalimat, Jangan Salah Tulis

Penggunaan Awalan “di” yang Benar Pada Tulisan dan Kalimat, Jangan Salah Tulis

666
Print Friendly, PDF & Email

PENDIDIKAN (Infosiak.com) – Kesalahan penggunaan awalan (di) masih banyak ditemukan pada setiap artikel maupun tulisan-tulisan yang disajikan oleh para penulis.

Seorang penulis tidak hanya perlu memahami dasar-dasar menulis, tetapi juga perlu memahami penggunaan awalan (di) dalam sebuah kata atau kalimat. Supaya, penulis terhindar dari kesalahan penggunaan awalan (di) dalam membuat karya tulisnya.

Karena, banyak orang yang masih sering melakukan kesalahan penggunaan awalan (di) dalam sebuah kata atau kalimat. Meskipun kesalahan penggunaan awalan (di) biasanya tidak sampai mengubah makna, tapi ini akan membuat tulisan terlihat rancu dan tidak sesuai kaidah.

Jadi, penulis harus bisa membedakan penggunaan awalan (di) yang dipisah dan digabungkan ketika membuat tulisan. Oleh sebab itu, pelajari fungsi awalan (di), contoh kesalahan penggunaan awalan (di) dan cara membedakan penggunaannya.

Baca Juga:  Mendikbud Keluarkan Aturan Terbaru Seragam Sekolah, Disdik Riau: Kita Sudah Lebih Duluan

Pengertian Awalan (di):
Awalan atau prefiks adalah sebuah afiks yang ditambahkan atau dibubuhkan pada awal sebuah kata dasar. Kata “awalan” berasal dari bahasa Arab yaitu “awwal” yang berarti awal dan akhiran “-an” adalah pertengahan.

Pada studi bahasa Semitik, awalan disebut dengan performatif karena prefiks bisa mengubah bentuk kata yang dibubuhinya.

Awalan (di) dalam bahasa Indonesia berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif dan berkaitan dengan bentuk aktifnya yang menggunakan awalan (me).

Baca Juga:  Rawan Kecelakaan, SMAN 5 Tualang Butuh Zona Selamat Sekolah

Kesalahan penggunaan awalan (di) yang sering terjadi ketika digunakan sebagai kata depan untuk menunjukkan tempat. Seharusnya, penulisan awalan (di) untuk menunjukkan tempat dipisah atau dispasi. Berbeda dengan penggunaan awalan (di) untuk kata kerja yang harus digabungkan (disatukan).

-Berikut contoh penulisan yang benar kalimat (kata kerja) yang menggunakan awalan (di) dengan digabungkan:

– Dibuang.
– Diserbu.
– Ditembak.
– Dilepas.
– Dibunuh.
– Ditikam.
– Ditangkap.
– Diterima.
– Dibuka.
– Dilepas.
– Disaksikan.
– Dibayar.
– Disiksa.
– Diresmikan.
– Dikunjungi.
– Disambut.
Dan seterusnya sesuai dengan kaidah kalimat (kata kerja).

– Berikut contoh penulisan yang benar kalimat (kata tempat) atau kata depan yang menggunakan awalan (di) dengan dipisahkan/dispasi:

Baca Juga:  Hasil Evaluasi KPK, Disdik Riau Keluarkan Surat Edaran Sekolah Dilarang Minta Uang kepada Siswa

– di rumah.
– di pasar.
– di jalan.
– di warung.
– di kota.
– di depan.
– di belakang.
– di samping.
– di awal.
– di akhir.
– di kanan.
– di kiri.
– di atas.
– di bawah.
– di neraka.
– di surga.
– di bumi.
– di langit.
– di dalam.
– di luar.
– di sekolah.
– di kantor.
Dan seterusnya sesuai kaidah kalimat kata depan (kata tempat) yang menjelaskan tentang posisi/lokasi/tempat.

Laporan: Atok

loading...