<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Minyak Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<atom:link href="https://infosiak.com/tag/minyak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infosiak.com/tag/minyak</link>
	<description>Infosiak.com</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Oct 2019 02:41:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://infosiak.com/wp-content/uploads/2018/09/cropped-infosiak-perawang-32x32.jpg</url>
	<title>Minyak Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<link>https://infosiak.com/tag/minyak</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menteri Enggar: 2020 Indonesia Tak Ada Lagi Minyak Goreng Curah</title>
		<link>https://infosiak.com/menteri-enggar-2020-indonesia-tak-ada-lagi-minyak-goreng-curah</link>
					<comments>https://infosiak.com/menteri-enggar-2020-indonesia-tak-ada-lagi-minyak-goreng-curah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 02:41:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6745</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Kementerian Perdagangan mengajak produsen minyak goreng untuk menjual minyak goreng kepada konsumen dalam bentuk kemasan dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Pada Januari 2020, tidak ada lagi minyak goreng curah sampai ke desa, sampai ke pelosok hingga ke pasar-pasar. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Kemendag berupaya meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/menteri-enggar-2020-indonesia-tak-ada-lagi-minyak-goreng-curah">Menteri Enggar: 2020 Indonesia Tak Ada Lagi Minyak Goreng Curah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Kementerian Perdagangan mengajak produsen minyak goreng untuk menjual minyak goreng kepada konsumen dalam bentuk kemasan dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Pada Januari 2020, tidak ada lagi minyak goreng curah sampai ke desa, sampai ke pelosok hingga ke pasar-pasar.</p>



<p>Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Kemendag berupaya meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Salah satunya melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.</p>



<p>Total produksi minyak goreng nasional per tahun berjumlah sekitar 14 juta ton. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri sekitar 5,1 juta ton dan sisanya untuk kebutuhan pasar luar negeri.</p>



<p>&#8220;Dari kebutuhan dalam negeri hampir 50 persen masih dikonsumsi dalam bentuk minyak goreng curah yang belum terjamin kebersihannya, baik dari sisi produksi maupun sisi distribusi,&#8221; kata dia dalam acara &#8220;Launching Wajib Kemas Minyak Goreng Dalam Rangka Mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri” di Jakarta, Ahad (6/10/2019).</p>



<p>Enggar melanjutkan kebijakan wajib kemas minyak goreng merupakan bagian dari program strategis pemerintah, yaitu program peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Kebijakan ini untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minyak goreng kemasan karena lebih terjamin mutu dan keamanannya.</p>



<p>Program ini telah dilakukan sejak 2014 melalui penerbitan kebijakan minyak goreng kemasan yang mulai diberlakukan pada 1 April 2017. Namun, implementasi kebijakan ditunda dikarenakan belum siapnya produsen minyak goreng untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah.</p>



<p>&#8220;Sejalan dengan penerapan SNI Wajib Minyak Goreng, kebijakan wajib kemas minyak goreng akan diberlakukan pada 1 Januari 2020 tanpa ada masa transisi,” ujar Mendag.</p>



<p>Mendag juga mengungkapkan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia. Namun, hal tersebut perlu dibarengi dengan penyediaan minyak goreng yang bermutu sebagai produk turunan CPO untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.</p>



<p>&#8220;Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan dapat menangkal kampanye negatif produk CPO Indonesia dan pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat akan produksi negeri sendiri,&#8221; lanjut Mendag.</p>



<p>Mendag berharap produsen minyak goreng nasional dapat mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penerapan kebijakan wajib kemas minyak goreng.</p>



<p>&#8220;Diharapkan konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat. Selain itu, dengan menggunakan minyak goreng kemasan dapat meningkatkan derajat dan martabat bangsa,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Acara ini dirangkai dengan kegiatan jalan sehat bersama dan bazar penjualan minyak goreng oleh sembilan produsen minyak goreng dengan harga Rp8.000 per liter. Selain itu, juga diadakan bazar produk UKM binaan Kementerian Perdagangan.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Republika<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/menteri-enggar-2020-indonesia-tak-ada-lagi-minyak-goreng-curah">Menteri Enggar: 2020 Indonesia Tak Ada Lagi Minyak Goreng Curah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/menteri-enggar-2020-indonesia-tak-ada-lagi-minyak-goreng-curah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas ESDM Riau Sebut Produksi Minyak Bumi di Negeri Lancang Kuning Menurun</title>
		<link>https://infosiak.com/dinas-esdm-riau-sebut-produksi-minyak-bumi-di-lancang-kuning-menurun</link>
					<comments>https://infosiak.com/dinas-esdm-riau-sebut-produksi-minyak-bumi-di-lancang-kuning-menurun#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2019 04:18:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=5119</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU&#160;(Infosiak.com) &#8211; Dinas Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau mencatat terjadinya penurunan produksi minyak bumi yang dilakukan oleh Badan Operasi Bersama (BOP) PT Bumi Siak Pusako (BSP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE). Bahkan trend penuruna produksi dan&#160;liftingminya Blok Coastal Plan and Pekanbaru atau Blok CPP ini terjadi dalam tiga tahun terakhir. Kepala Dinas [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/dinas-esdm-riau-sebut-produksi-minyak-bumi-di-lancang-kuning-menurun">Dinas ESDM Riau Sebut Produksi Minyak Bumi di Negeri Lancang Kuning Menurun</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PEKANBARU&nbsp;(</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Dinas Enegeri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau mencatat terjadinya penurunan produksi minyak bumi yang dilakukan oleh Badan Operasi Bersama (BOP) PT Bumi Siak Pusako (BSP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE).</p>



<p>Bahkan trend penuruna produksi dan&nbsp;liftingminya Blok Coastal Plan and Pekanbaru atau Blok CPP ini terjadi dalam tiga tahun terakhir.</p>



<p>Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus Lukman, Minggu (21/7/2019) mengatakan, turunnya produksi dan&nbsp;lifting&nbsp;atau produksi siap jual minyak bumi selama tiga tahun terakhir ini terjadi akibat dari kondisi alam.</p>



<p>Dimana kata Indra, ladang minyak yang saat ini diproduksi oleh BOB PSP dan PHE merupakan ladang minyak yang usianya sudah tua. Sehingga tingkat produksinya juga terus menurun.</p>



<p>&#8220;Untuk meningkatkan produksi membutuhkan sumur pengembangan lapangan minyak. Jika ada pengembangan tentu butuh investasi. Biasanya dalam kondisi seperti ini perusahaan migas kalau belum diperpanjang belum ada investasi. Makanya tiga tahun terakhir pasti produksi menurun karena menunggu kebijakan pemerintah pusat apakah kontraknya diperpanjang atau tidak,&#8221; katanya.</p>



<p>Indra mengungkapkan, saat ini PT BSP dan PHE masih beroperasi sampai masa kontrak berakhir pada tahun 2022. Sebab di tahun 2021 Pertamina akan fokus mengelola minyak di&nbsp;Blok&nbsp;Rokan.</p>



<p>&#8220;BSP belum beroperasi sendiri, sekarang masih dengan PHE nanti tahun 2022 baru berdiri sendiri. Jadi sekarang masih masa transisi,&#8221; katanya.</p>



<p>Indra mengklaim BSP memiliki kemampuan mengelola ladang minyak sendiri untuk mengelola ladang minyak CPP Blok jika nanti ditinggal PHE.</p>



<p>Bahkan menurutnya, secara teknis dan teknologi BSP dinilai sudah siap karena BSP telah mendapat sertifikat platinum.</p>



<p>&#8220;Teman-teman BSP sudah siap. Artinya dari segi SDM tidak masalah, tinggal ke depan dengan sisa cadangan minyak yang ada kita harapkan di tangan BSP produksi minyak tak menurun. Saya kira teman-teman BSP sudah siapkan itu semua untuk mengantisipasi agar produksi tetap stabil. Sekarang tinggal kepercayaan saja karena mengelola ladang minyak ini butuh kepercayaan. Baik itu kepercayaan dari pemerintah, masyarakat dan pemegang modal,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara terkait pembiayaan mengingat produksi minyak merupakan bisnis padat modal, Indra menyatakan jika BSP sudah berpengalaman dari sisi teknis. Sehingga bisa melakukan efisiensi anggaran untuk mengelola ladang minyak di Riau.</p>



<p>&#8220;Itu sudah dikaji, mereka akan menggunakan sistem apa, dan teknologi apa, sehingga mana yang lebih efesien itu yang akan digunakan untuk mengelola lapangan minyak. Secara teknis dan teknologi mereka sudah paham itu,&#8221; katanya.</p>



<p>Berdasarkan data dari Dinas ESDM Riau, pada tahun 2016 lalu produksi BOB mencapai <a href="tel:12111">12.111</a> barel per hari atau Barel Oil Per Day (BOPD).</p>



<p>Namun tahun 2017 produksi turun jadi <a href="tel:10849">10.849</a> BOPD. Kemudian di tahun 2018 turun lagi menjadi produksi <a href="tel:10590">10.590</a> bare per hari atau BOPD. Sedangkan tahun 2019 pada triwulan I produksi 8.480 BOPD.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Tribunnews<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/dinas-esdm-riau-sebut-produksi-minyak-bumi-di-lancang-kuning-menurun">Dinas ESDM Riau Sebut Produksi Minyak Bumi di Negeri Lancang Kuning Menurun</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/dinas-esdm-riau-sebut-produksi-minyak-bumi-di-lancang-kuning-menurun/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BOB PT BSP-Pertamina Hulu Temukan Cadangan Minyak Baru</title>
		<link>https://infosiak.com/bob-pt-bsp-pertamina-hulu-temukan-cadangan-minyak-baru</link>
					<comments>https://infosiak.com/bob-pt-bsp-pertamina-hulu-temukan-cadangan-minyak-baru#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2019 00:42:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[BOB]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=3441</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Badan Operasi Bersama PT BSP-Pertamina Hulu berhasil menemukan cadangan minyak baru dari Sumur Banewangi yang mulai dibor pada 22 Desember 2018. Abdul Mutalib Masdar, Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, mengatakan penemuan cadangan minyak baru di Sumur Banewangi akan meningkatkan produksi Badan Operasi Bersama (BOB) PT BSP-Pertamina Hulu yang mengelola wilayah kerja itu. [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bob-pt-bsp-pertamina-hulu-temukan-cadangan-minyak-baru">BOB PT BSP-Pertamina Hulu Temukan Cadangan Minyak Baru</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (Infosiak.com)</strong> &#8211; Badan Operasi Bersama PT BSP-Pertamina Hulu berhasil menemukan cadangan minyak baru dari Sumur Banewangi yang mulai dibor pada 22 Desember 2018.</p>



<p>Abdul Mutalib Masdar, Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, mengatakan penemuan cadangan minyak baru di Sumur Banewangi akan meningkatkan produksi Badan Operasi Bersama (BOB) PT BSP-Pertamina Hulu yang mengelola wilayah kerja itu.</p>



<p>Abdul meminta BOB PT BSP-Pertamina Hulu segera melakukan analisia&nbsp;post drill&nbsp;untuk memastikan jumlah cadangan minyak yang ditemukan tersebut. Setelah itu, perusahaan juga harus secepatnya melakukan produksi untuk dikomersilkan.</p>



<p>“Kalau melihat kondisi&nbsp;existing-nya, kami tidak mengalami hambatan yang berarti untuk melakukan komersialisasi atau POP [put on producton], karena jarak&nbsp;existing-nya dekat sekitar 10 sampai 20 meter. Kami memperkirakan dalam hitungan hari dapat melakukan komersialisasi,” kata Abdul, Sabtu (9/2/2019).</p>



<p>Menurut Abdul, BOB PT BSP-Pertamina Hulu tidak boleh berhenti dan harus segera melakukan evaluasi untuk melakukan pengeboran baru di sekitar Sumur Banewangi.</p>



<p>Riry Wurestya Hady, General Manager PT BSP-Pertamina Hulu, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pencarian cadangan minyak baru, untuk meningkatkan produksi nasional.</p>



<p>Cadangan minyak baru itu sendiri berasal dari Sumur Banewangi #J-01 dengan total kedalaman 2.800 ft MD dan mengalir secara alamiah atau&nbsp;natural flowing&nbsp;dari dua lapisan&nbsp;prospect.</p>



<p>Saat ini BOB PT BSP-Pertamina Hulu masih melakukan evaluasi lanjutan untuk memastikan jumlah cadangan minyak yang ditemukan itu dan berapa banyak yang dapat diproduksi nantinya.</p>



<p class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Bisnis<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bob-pt-bsp-pertamina-hulu-temukan-cadangan-minyak-baru">BOB PT BSP-Pertamina Hulu Temukan Cadangan Minyak Baru</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/bob-pt-bsp-pertamina-hulu-temukan-cadangan-minyak-baru/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
