<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabut Asap Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<atom:link href="https://infosiak.com/tag/kabut-asap/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infosiak.com/tag/kabut-asap</link>
	<description>Infosiak.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Oct 2019 01:03:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://infosiak.com/wp-content/uploads/2018/09/cropped-infosiak-perawang-32x32.jpg</url>
	<title>Kabut Asap Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<link>https://infosiak.com/tag/kabut-asap</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kabut Asap Ekstrem Kembali Melonjak di Palembang, Sekolah Kembali Diliburkan</title>
		<link>https://infosiak.com/kabut-asap-ekstrem-kembali-melonjak-di-palembang-sekolah-kembali-diliburkan</link>
					<comments>https://infosiak.com/kabut-asap-ekstrem-kembali-melonjak-di-palembang-sekolah-kembali-diliburkan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2019 01:03:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6965</guid>

					<description><![CDATA[<p>PALEMBANG (Infosiak.com) &#8211; Dinas Pendidikan Kota Palembang kembali meliburkan sekolah tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap di Palembang pada Senin (14/10) memasuki kategori bahaya ekstrem. Berdasarkan hasil pantauan di situs BMKG, mulai pukul 00.00, konsentrasi partikulat pm10 berada pada titik 443 mikrogram per meter kubik, meningkat hingga [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kabut-asap-ekstrem-kembali-melonjak-di-palembang-sekolah-kembali-diliburkan">Kabut Asap Ekstrem Kembali Melonjak di Palembang, Sekolah Kembali Diliburkan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PALEMBANG (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Dinas Pendidikan Kota Palembang kembali meliburkan sekolah tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap di Palembang pada Senin (14/10) memasuki kategori bahaya ekstrem.</p>



<p>Berdasarkan hasil pantauan di situs BMKG, mulai pukul 00.00, konsentrasi partikulat pm10 berada pada titik 443 mikrogram per meter kubik, meningkat hingga 664 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00. Sempat menurun pada kategori tidak sehat pada pukul 06.00 dengan 259 mikrogram per meter kubik, kembali melonjak ke kondisi bahaya ekstrem pada pukul 09.00 dengan 835 mikrogram per meter kubik.</p>



<p>Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan kota Palembang Herman Wijaya beruja&nbsp;Wali Kota Palembang Harnojoyo telah meneken surat edaran untuk meliburkan sekolah pada 14-16 Oktober.</p>



<p>Ada sekitar 500 sekolah yang terkena kebijakan tersebut. Herman berkata tidak ingin kesehatan anak-anak sekolah terganggu akibat kabut asap.</p>



<p>&#8220;Kalau ke depannya masih dan semakin parah, libur sekolah akan diperpanjang,&#8221; ujar dia.</p>



<p>Untuk guru, tenaga pengajar, dan tenaga kependidikan lainnya diberlakukan jam kerja lebih cepat, yakni pukul <a href="tel:09001500">09.00-15.00</a>.</p>



<p>Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo&nbsp;menuturkan pihaknya hanya memberikan edaran yang bersifat imbauan karena tidak seluruh wilayah di Sumsel terpapar kabut asap. Saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, serta BMKG untuk menetapkan siswa belajar di sekolah atau tidak.</p>



<p>&#8220;Biasanya imbauan bersifat situasional dan menyesuaikan dengan perkembangan di lapangan. Kalau sudah dinyatakan &#8216;Tidak Sehat&#8217; maka Kepala sekolah segera menyesuaikan jam belajar atau menentukan siswa belajar di rumah jika kondisi sudah sangat membahayakan,&#8221; kata dia.</p>



<p>Penanganan darurat di wilayah Sumatera Selatan masih terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan tujuh helikopter untuk melakukan pengeboman air atau&nbsp;water bombing.</p>



<p>Air yang digunakan untuk pengeboman sudah mencapai 66 juta liter air, sedangkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah menggelontorkan sekitar 14 ribu garam (NaCl). Operasi udara ini didukung juga personel darat gabungan mencapai lebih 8.000 personel.</p>



<p>Data BNPB per 14 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB, jumlah titik panas mencapai 1.184. Pantauan titik panas berdasarkan citra satelit modis-catalog Lapan dalam 24 jam terakhir.</p>



<p>Dilihat dari sebaran titik panas di wilayah Sumatera, arah angin pada umumnya mengarah dari tenggara ke barat laut. Arah sebaran asap di Sumatera Selatan menyebar ke arah barat laut.</p>



<p>&#8220;Terpantau titik panas berada di wilayah-wilayah, seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin,&#8221; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo.</p>



<p>BMKG merilis citra sebaran asap pada hari ini tidak terdeteksi ada&nbsp;transboundary haze&nbsp;atau asap yang melewati batas negara. Data tersebut diambil dari citra satelit Himawari pada hari ini (14/10). Dari citra satelit itu, terpantau persebaran asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : CNN<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kabut-asap-ekstrem-kembali-melonjak-di-palembang-sekolah-kembali-diliburkan">Kabut Asap Ekstrem Kembali Melonjak di Palembang, Sekolah Kembali Diliburkan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/kabut-asap-ekstrem-kembali-melonjak-di-palembang-sekolah-kembali-diliburkan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Makanan Selain Jeruk Sehatkan Paru Paru di Tengah Paparan Kabut Asap</title>
		<link>https://infosiak.com/7-makanan-selain-jeruk-sehatkan-paru-paru-di-tengah-paparan-kabut-asap</link>
					<comments>https://infosiak.com/7-makanan-selain-jeruk-sehatkan-paru-paru-di-tengah-paparan-kabut-asap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 17:49:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6422</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Kabut asap yang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan dan paru-paru. Kabut asap membuat paru-paru menghirup gas dan partikel yang berbahaya. Agar kesehatan paru-paru tetap terjaga, sejumlah makanan yang bernutrisi tinggi dapat dikonsumsi. Makanan-makanan ini dapat menjaga paru-paru agar tak mudah alami peradangan akibat [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/7-makanan-selain-jeruk-sehatkan-paru-paru-di-tengah-paparan-kabut-asap">7 Makanan Selain Jeruk Sehatkan Paru Paru di Tengah Paparan Kabut Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (Infosiak.com) </strong>&#8211; <a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/kabut-asap">Kabut asap</a> yang semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan berdampak buruk bagi kesehatan pernapasan dan <a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/penyakit-paru_paru">paru-paru</a>. Kabut asap membuat paru-paru menghirup gas dan partikel yang berbahaya.<br></p>



<p>Agar kesehatan paru-paru tetap terjaga, sejumlah makanan yang bernutrisi tinggi dapat dikonsumsi. Makanan-makanan ini dapat menjaga paru-paru agar tak mudah alami peradangan akibat racun kabut asap.</p>



<p>Berikut 7 makanan yang dapat menjaga kesehatan paru-paru akibat kabut asap.</p>



<p>1. Apel<br>Buah apel mengandung asam fenolik dan flavonoid yang bermanfaat untuk mengurangi peradang di saluran pernapasan. Penelitian menunjukkan konsumsi buah apel setiap hari dapat mencegah penyakit saluran pernapasan seperti asma dan sesak napas.</p>



<p>2. Bawang putih<br>Bawang putih memiliki sifat anti-inflamasi dan melawan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas di paru-paru. Dikutip dari The Healthy, studi yang dipublikasikan di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers &amp; Prevention menemukan orang yang makan bawang putih memiliki kemungkinan lebih kecil terkena kanker paru-paru.</p>



<p>3. Jeruk<br>Jeruk dan buah lain yang kaya akan vitamin C seperti pepaya, kiwi, dan beri dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga membantu mempercepat pemulihan. Buah-buahan ini juga mengandung antioksidan yang dapat melawan paparan gas berbahaya dari kabut asap.</p>



<p>4. Ikan berlemak<br>Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan paru-paru. Studi menunjukkan asam lemak dari ikan ini dapat mengurangi peradangan dan melawan bakteri di paru-paru.</p>



<p>5. Bayam<br>Bayam dan sayuran berdaun hijau kaya akan vitamin dan mineral. Bayam mengandung fitokimia yang dapat mencegah kerusakan oksidatif, mengurangi peradangan, dan melawan kanker. Konsumsi bayam setiap hari dapat meningkatkan imun dan melindungi paru-paru dari racun berbahaya seperti kabut asap.</p>



<p>6. Teh hijau<br>Segelas teh hijau panas dapat membantu meredakan gejala kesehatan terkait saluran pernapasan. Teh hijau yang kaya akan antioksidan dapat menjadi antihistamin alami. Antihistamin merupakan kelompok obat yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi dan juga gejala penyakit saluran pernapasan.</p>



<p>7. Kacang<br>Kacang-kacangan kaya akan vitamin E yang juga dapat membantu mengurangi peradangan. Kacang juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh menghirup oksigen lebih banyak. Suplai oksigen yang lebih banyak membuat paru-paru dapat bekerja lebih baik.</p>



<p>Konsumsi makan-makanan yang bergizi ditambah asupan air putih yang cukup dapat menjaga kesehatan paru-paru saat kabut asap akibat karhutla melanda.<br></p>



<p style="font-size:10px"><em>Sumber : CNN<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/7-makanan-selain-jeruk-sehatkan-paru-paru-di-tengah-paparan-kabut-asap">7 Makanan Selain Jeruk Sehatkan Paru Paru di Tengah Paparan Kabut Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/7-makanan-selain-jeruk-sehatkan-paru-paru-di-tengah-paparan-kabut-asap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Alfedri dan Anggota DPRD Siak Shalat Istisqa di Perawang</title>
		<link>https://infosiak.com/bupati-alfedri-dan-anggota-dprd-siak-shalat-istisqa-di-perawang</link>
					<comments>https://infosiak.com/bupati-alfedri-dan-anggota-dprd-siak-shalat-istisqa-di-perawang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 12:23:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tualang]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6405</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Sholat Istisqo (Sholat Minta Hujan) yang di laksanakan masyarakat kecamatan Tualang,  Minggu (22/9/2019) pagi berjalan penuh kekhusyukan dan penuh pengharapan. Sholat minta hujan tersebut berlangsung di halaman Masjid Nurul Islam KPR 1 Perawang, yang di Pimpin oleh imam masjid Nurul Islam, dan khatib Ustadz Ikhwan. Bupati Siak Alfedri yang turut hadir mengatakan, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bupati-alfedri-dan-anggota-dprd-siak-shalat-istisqa-di-perawang">Bupati Alfedri dan Anggota DPRD Siak Shalat Istisqa di Perawang</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Sholat Istisqo (Sholat Minta Hujan) yang di laksanakan masyarakat kecamatan Tualang,  Minggu (22/9/2019) pagi berjalan penuh kekhusyukan dan penuh pengharapan.</p>



<p>Sholat minta hujan tersebut berlangsung di halaman Masjid Nurul Islam KPR 1 Perawang, yang di Pimpin oleh imam masjid Nurul Islam, dan khatib Ustadz Ikhwan. </p>



<p>Bupati Siak Alfedri yang turut hadir mengatakan, pelaksanaan sholat ini sudah tiga kali dilaksanakan di kecamatan Siak. </p>



<p>&#8220;Alhamdulillah pada pelaksanaan shalat pertama dan kedua, Allah menurunkan hujan. Namun pada pelaksanaan shalat yang ketiga hingga kini hujan belum turun&#8221; sebut Alfedri.</p>



<p>&#8220;Kita serahkan semuanya pada Allah Yang Maha Kuasa. Apapun yang menimpa kita ini tentu ada hikmahnya&#8221; ucap Alfedri lagi. </p>



<p>Ia menyebutkan bahwa sejak September ini di Kabupaten Siak tidak ada titik api atau pusat kebakaran hutan. Dirinya pun menghimbau agar masyarakat tidak membakar lahan. </p>



<p>&#8220;Kami mengajak semua komponen masyarakat jangan lakukan pembakaran lahan karena selain akan menganggu kesehatan akibat asap yang ditimbulkan, juga membutuhkan banyak dana untuk menanggulanginya&#8221; pintanya. </p>



<p>Ia katakan, di Siak sudah dua kali dilakukan &#8216;water boming&#8217; menggunakan helikopter, dan ini tentu membutuhkan dana besar. Juga saat pak presiden datang ke Riau kemarin lima ton garam disebarkan diudara dan ini tentu juga membutuhkan dana yang besar</p>



<p>Bupati mengingatkan kepada seluruh jemaah, jikalau&nbsp; Allah belum menurunkan hujan bukan berarti doa kita belum dikabulkan. Teruslah meminta kepadaNya seraya memohon ampun kepadanya.</p>



<p>&#8220;Semoga Allah SWT mengabulkan permohonan kita untuk menurunkan hujan,&#8221; kata Alfedri penuh harap. </p>



<p>Diantara jemaah berhadir tampak ikut shalat beberapa anggota DPRD Siak asal Kecamatan Tualang, yaitu H Musar SH, H Ridha Alwis Effendi AMd, serta para jemaah dari berbagai masjid.<br></p>



<p style="font-size:10px"><em>Sumber : Rilis<br>Editor: Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bupati-alfedri-dan-anggota-dprd-siak-shalat-istisqa-di-perawang">Bupati Alfedri dan Anggota DPRD Siak Shalat Istisqa di Perawang</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/bupati-alfedri-dan-anggota-dprd-siak-shalat-istisqa-di-perawang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran di Jambi Semakin Parah, Kabut Asap Menuju ke Riau Dibawa Angin Tenggara-Selatan</title>
		<link>https://infosiak.com/kebakaran-di-jambi-semakin-parah-kabut-asap-menuju-ke-riau-dibawa-angin-tenggara-selatan</link>
					<comments>https://infosiak.com/kebakaran-di-jambi-semakin-parah-kabut-asap-menuju-ke-riau-dibawa-angin-tenggara-selatan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 11:01:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6397</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU (Infosiak.com) &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi semakin bertambah parah, jumlah titik panas (hotspot) meningkat tajam dari 499 menjadi 799 titik api. Kabut asap tersebut sedang menuju ke Riau akibat dibawa angin dari Tenggara-Selatan, atau dari arah Australia, menuju barat laut- utara. Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno kepada wartawan, Minggu (22/9/2019) di [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kebakaran-di-jambi-semakin-parah-kabut-asap-menuju-ke-riau-dibawa-angin-tenggara-selatan">Kebakaran di Jambi Semakin Parah, Kabut Asap Menuju ke Riau Dibawa Angin Tenggara-Selatan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PEKANBARU (Infosiak.com)</strong> &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi semakin bertambah parah, jumlah titik panas (hotspot) meningkat tajam dari 499 menjadi 799 titik api. Kabut asap tersebut sedang menuju ke Riau akibat dibawa angin dari Tenggara-Selatan, atau dari arah Australia, menuju barat laut- utara.</p>



<p>Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno kepada wartawan, Minggu (22/9/2019) di Pekanbaru.</p>



<p>&#8220;Kami sedang memantau pergerakan tersebut. Kabut asap yang dibawa dari Karhutla Jambi dan Sumatera Selatan akan bertumpuk di Riau, karena terjadi perlambatan pergerakan angin akibat pembelokan. Sehingga asap Jambi, Sumsel dan Riau sendiri berkumpul di Riau,&#8221; kata Sukisno.</p>



<p>Disebutkan, jumlah titik panas di Jambi mencapai 799, Sumsel 619, Riau 211, Babel 71, Lampung 43, Kepri 15, Sumbar, Bengkulu 2, dengan total hotspot Sumatera 1769.&nbsp;<br>
Sedangkan hotspot di Riau disebabkan titik panas yang ada di Inhil 68, Inhu 45, Pelalawan 36, Rohil 25, Kampar 12, Bengkalis 9, Dumai 6, Kuansing 5, Meranti 5.</p>



<p>Ketika disinggung kapan terjadi perubahan pergerakan angin yang membawa kabut asap meninggalkan Riau, Sukisno mengatakan sekitar akhir September atau awal Oktober 2019.</p>



<p>&#8220;Akan terjadi perubahan pergerakan pada waktu-waktu itu. Dan biasanya akan diikuti oleh musim hujan. Kita doakan saja semoga kondisi daerah Riau dan negara kita cepat pulih kembali,&#8221; jelas Sukisno lagi.</p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : MCR<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kebakaran-di-jambi-semakin-parah-kabut-asap-menuju-ke-riau-dibawa-angin-tenggara-selatan">Kebakaran di Jambi Semakin Parah, Kabut Asap Menuju ke Riau Dibawa Angin Tenggara-Selatan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/kebakaran-di-jambi-semakin-parah-kabut-asap-menuju-ke-riau-dibawa-angin-tenggara-selatan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korban Ratusan Nyawa, Ini 4 Peristiwa Kebakaran Hutan Terparah di Indonesia</title>
		<link>https://infosiak.com/korban-ratusan-nyawa-ini-4-peristiwa-kebakaran-hutan-terparah-di-indonesia</link>
					<comments>https://infosiak.com/korban-ratusan-nyawa-ini-4-peristiwa-kebakaran-hutan-terparah-di-indonesia#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 00:18:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6360</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) rupanya belum juga bisa teratasi. Di setiap tahunnya, di berbagai negara termasuk Indonesia mengalami kebakaran hutan. Beberapa di antaranya bahkan merupakan kejadian terparah yang pernah terjadi. Faktor cuaca, hingga ulah oknum yang tidak bertanggung jawab pun menjadi penyebabnya. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan dampak yang buruk, seperti [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/korban-ratusan-nyawa-ini-4-peristiwa-kebakaran-hutan-terparah-di-indonesia">Korban Ratusan Nyawa, Ini 4 Peristiwa Kebakaran Hutan Terparah di Indonesia</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) rupanya belum juga bisa teratasi. Di setiap tahunnya, di berbagai negara termasuk Indonesia mengalami kebakaran hutan. Beberapa di antaranya bahkan merupakan kejadian terparah yang pernah terjadi.</p>



<p><br>Faktor cuaca, hingga ulah oknum yang tidak bertanggung jawab pun menjadi penyebabnya. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan dampak yang buruk, seperti pencemaran udara, menyebabkan penyakit pernapasan, hingga menyebabkan kerugian ekologi karena hutan yang terbakar.</p>



<p><br>Dilansir laman <a href="http://Akurat.co">Akurat.co</a>, berikut 4 peristiwa karhutla terparah yang pernah terjadi di Indonesia.</p>



<p>1. Tahun 1997</p>



<p>Pada tahun 1997 silam, karhutla terparah juga pernah melanda sejumlah wilayah Sumatera,&nbsp;Riau, dan juga Kalimantan. Peristiwa yang terjadi selama tujuh bulan yakni dari bulan Juli 1997 hingga Februari 1998 tersebut merupakan kejadian terparah sepanjang sejarah. Di mana asap akibat kebakaran tersebut dirasakan oleh negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, hingga sebagian negara di Australia.</p>



<p>Kebakaran yang menghanguskan sekitar <a href="tel:383870">383.870</a> hektare hutan tersebut memakan banyak korban. Ribuan warga harus menjalani perawatan di rumah sakit karena menderia sesak napas. Ratusan warga bahkan harus kehilangan nyawa akibat kekurangan suplai makanan dan pengobatan terhenti akibat asap.</p>



<p>Tak hanya itu, kejadian tersebut juga mengakibatkan sebuah pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia jatuh pada September 1997. Di mana pesawat Garuda berjenis Airbus 300, dengan kode penerbangan GA 152, yang mengangkut penumpang serta kru pesawat berjumlah 234 orang tersebut jatuh di ladang milik warga Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Peristiwa tersebut bahkan menewaskan seluruh penumpang dan kru pesawat Garuda.</p>



<p>2. Tahun 2013</p>



<p>Kebakaran hutan terparah lainnya juga pernah terjadi di tahun 2013. Di mana peristiwa yang setrjadi hampir lebih dari satu bulan lamanya tersebut menyebabkan bencana kabut asap di Asia Tenggara. Tak hanya itu, angka pencemaran udara pun juga berada di atas tingkat konsentrasi yakni 800 hingga mencapai 900 polutan standard indeks (PSI).</p>



<p>Upaya pemadaman api pun dilakukan cukup lama. Pasalnya, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan kedalaman mencapai lima meter. Sehingga sangat menyulitkan para petugas. Berbagai cara pun akhirnya dilakukan, termasuk dengan cara waterbombing hingga memodifikasi cuaca.</p>



<p>3. Tahun 2015</p>



<p>Di tahun 2015, Indonesia kembali mengalami kebakaran hutan di wilayah Sumatera,&nbsp;Riau, dan&nbsp;Kalimantan. Peristiwa yang terjadi sejak bulan Juni hingga Oktober 2015 tersebut juga termasuk kejadian karhutla terparah. Di mana tercatat sebanyak 28 juta jiwa terdampak, 19 orang meninggal, serta hampir 500 ribu orang mengalami gangguan pernapasan yakni mengalami infeksi saluran pernapasan atau ISPA.</p>



<p>Berbagai upaya untuk memadamkan api pun sudah dilakukan oleh pemerintah. Seperti pemadaman darat, membuat hujan buatan, hingga waterbombing lewat udara. Selain di Indonesia, asap dari karhutla tersebut juga dirasakan hingga ke negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan juga Brunei Darussalam.</p>



<p>4. Tahun 2019</p>



<p>Sebanyak enam provinsi di Indonesia mengalami karhutla di tahun 2019. Di antaranya adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan,&nbsp;Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Kejadian tersebut juga merupakan yang terparah. Karena, menyebabkan sejumlah aktivitas masyarakat lumpuh, sekolah diliburkan, bahkan sejumlah penerbangan pun terpakasa tertunda. Selain itu, Indeks Standar Pencemar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa wilayah bahkan mencapai level berbahaya.</p>



<p>Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia di tahun 2019 mencapai <a href="tel:328722">328.722</a> hektare. Tak hanya merugikan masyarakat, karhutla juga mengakibatkan Indonesia mengalami kerugian ekologi, yakni hilangnya habitat tempat keanekaragaman hayati flora dan fauna pada daerah yang terbakar.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Akurat<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/korban-ratusan-nyawa-ini-4-peristiwa-kebakaran-hutan-terparah-di-indonesia">Korban Ratusan Nyawa, Ini 4 Peristiwa Kebakaran Hutan Terparah di Indonesia</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/korban-ratusan-nyawa-ini-4-peristiwa-kebakaran-hutan-terparah-di-indonesia/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ditolak Pemprov Riau, Bantuan dari DKI Padamkan Karhutla Dialihkan ke Kalimantan Tengah</title>
		<link>https://infosiak.com/ditolak-pemprov-riau-bantuan-dari-dki-padamkan-karhutla-dialihkan-ke-kalimantan-tengah</link>
					<comments>https://infosiak.com/ditolak-pemprov-riau-bantuan-dari-dki-padamkan-karhutla-dialihkan-ke-kalimantan-tengah#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2019 09:06:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6343</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Bantuan petugas untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dialihkan ke Kalimantan Tengah atau Palangkaraya. Sebanyak 65 petugas dari Pemprov DKI sebelumnya ditolak oleh Pemprov Riau. Saat ini kondisi di Palangkaraya tergolong berat dan masih membutuhkan bantuan untuk pemadaman. &#8220;Per tadi informasinya malah diarahkan ke Kalimantan Tengah. Karena [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/ditolak-pemprov-riau-bantuan-dari-dki-padamkan-karhutla-dialihkan-ke-kalimantan-tengah">Ditolak Pemprov Riau, Bantuan dari DKI Padamkan Karhutla Dialihkan ke Kalimantan Tengah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (Infosiak.com)</strong> &#8211; Bantuan petugas untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dialihkan ke Kalimantan Tengah atau Palangkaraya.</p>



<p>Sebanyak 65 petugas dari Pemprov DKI sebelumnya ditolak oleh Pemprov Riau.</p>



<p>Saat ini kondisi di Palangkaraya tergolong berat dan masih membutuhkan bantuan untuk pemadaman.</p>



<p>&#8220;Per tadi informasinya malah diarahkan ke Kalimantan Tengah. Karena di sana kondisinya sedang berat. Dan yang mengarahkan adalah Kementerian Dalam Negeri,&#8221; ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).</p>



<p>Terkait bantuan 65 tenaga yang ditolak oleh Pemprov Riau, Anies menyebut, memang sedari awal Pemprov DKI tidak langsung mengirimkan bantuan ke sana.</p>



<p>Mekanismenya, bantuan dari Pemprov ditangani oleh Kemendagri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).</p>



<p>&#8220;Kami kan enggak kirimkan ke sana, kita kirimnya ke pemerintah pusat. Nanti pemerintah pusat yang kirim ke sana. Jadi memang koordinasinya dengan kemendagri,&#8221; ujar Anies.</p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Kompas<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/ditolak-pemprov-riau-bantuan-dari-dki-padamkan-karhutla-dialihkan-ke-kalimantan-tengah">Ditolak Pemprov Riau, Bantuan dari DKI Padamkan Karhutla Dialihkan ke Kalimantan Tengah</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/ditolak-pemprov-riau-bantuan-dari-dki-padamkan-karhutla-dialihkan-ke-kalimantan-tengah/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gandeng Sejumlah Perusahaan Pemuda Tualang Bagikan Masker Gratis</title>
		<link>https://infosiak.com/gandeng-sejumlah-perusahaan-pemuda-tualang-bagikan-masker-gratis</link>
					<comments>https://infosiak.com/gandeng-sejumlah-perusahaan-pemuda-tualang-bagikan-masker-gratis#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2019 01:09:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tualang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6326</guid>

					<description><![CDATA[<p>PERAWANG (Infosiak.com) &#8211; Kabut asap masih menyelimuti wilayah Kecamatan Tualang, sejumlah organisasi dan komunitas kepemudaan menggandeng pihak perusahaan memberikan masker gratis ke masyarakat, Jum&#8217;at (20/9/2019). Menurut Ketua Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Tualang Ika Rahman menyampaikan bahwa pada Kamis 19 September 2019 kabut asap diwilayah Kecamatan Tualang tampak lebih tebal dari hari-hari sebelumnya. [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/gandeng-sejumlah-perusahaan-pemuda-tualang-bagikan-masker-gratis">Gandeng Sejumlah Perusahaan Pemuda Tualang Bagikan Masker Gratis</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PERAWANG (Infosiak.com)</strong> &#8211; Kabut asap masih menyelimuti wilayah Kecamatan Tualang, sejumlah organisasi dan komunitas kepemudaan menggandeng pihak perusahaan memberikan masker gratis ke masyarakat, Jum&#8217;at (20/9/2019).</p>



<p>Menurut Ketua Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Tualang Ika Rahman menyampaikan bahwa pada Kamis 19 September 2019 kabut asap diwilayah Kecamatan Tualang tampak lebih tebal dari hari-hari sebelumnya. </p>



<p>&#8220;Kamis kemarin kita lihat kabut asap di Perawang kelihatannya makin parah, terus teman-teman pemuda usulkan untuk memberikan masker kemasyarakat, ya udah kita coba sondingkan ke teman-teman pemuda lainnya, Puskesmas dan teman-teman perusahaan alhamdulillah disambut baik dan antusias, terus kita jalan,&#8221; ujar Ika Rahman. </p>



<figure class="wp-block-image"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="800" height="416" src="https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/asap-knpi86.jpg" alt="" class="wp-image-6328" srcset="https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/asap-knpi86.jpg 800w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/asap-knpi86-300x156.jpg 300w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/asap-knpi86-768x399.jpg 768w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/asap-knpi86-640x333.jpg 640w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/asap-knpi86-681x354.jpg 681w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption>Pemuda kecamatan Tualang bersatu membagikan masker melindungi dari kabut asap karhutla.</figcaption></figure>



<p>Tambahnya, kegiatan pemberian masker gratis ke masyarakat merupakan support dari Puskesmas serta beberapa perusahaan yang ada di Kecamatan Tualang seperti PT PLN, PT PYS, PT Ayam Mas, PT PBK, dan PT SGB.</p>



<p>&#8220;Kita partisipasi sekian kotak masker la kata teman-teman perusahaan sehingga terkumpul sekitar 2.000 masker, ya udah Jum&#8217;atnya pukul 3 sore kita salurkan ke masyarakat, teman-teman perusahaan juga turut langsung terjun memberikan masker kita bagikan ke pengendara,&#8221; terangnya.</p>



<p>Dalam kegiatan pemberian masker gratis tersebut juga melibatkan organisasi Pemuda Lembaga Adat Melayu, Perawang Angler Community (komunitas pemancing), dan Persatuan Pemuda Sukaramai. </p>



<p>Ika mengaku sangat prihatin bencana asap ini kembali terjadi dan belum juga dapat diatasi. Ia meminta pemerintah daerah dan pusat lebih serius lagi dalam penanganan mengatasi karhutla. Ia juga berharap serta berdo&#8217;a agar bencana ini dapat segera berlalu.</p>



<p>&#8220;Terimakasih kepada semua pihak yang telah peduli, kita jangan lupa berdo&#8217;a agar bencana ini segera teratasi sehingga penyakit-penyakit akibat asap ini pun tidak ada dan keadaan dapat normal seperti biasa, anak-anak dapat sekolah maupun kegiatan kita lainnya tidak terganggu, seperti kita yang dalam perjalanan jauh agar lebih hati-hati,&#8221; harap Ika.</p>



<p>Kegiatan pemberian masker gratis yang berpusat di Simpang KPR 1 Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.</p>



<p style="font-size:10px"><em>Laporan : Jhon<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/gandeng-sejumlah-perusahaan-pemuda-tualang-bagikan-masker-gratis">Gandeng Sejumlah Perusahaan Pemuda Tualang Bagikan Masker Gratis</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/gandeng-sejumlah-perusahaan-pemuda-tualang-bagikan-masker-gratis/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mabes Polri Sebut Asap di Pekanbaru Sudah Baik dan Langit Terlihat Biru, Penanganan Karhutla Efektif</title>
		<link>https://infosiak.com/mabes-polri-sebut-asap-di-pekanbaru-sudah-baik-dan-langit-terlihat-biru-penanganan-karhutla-efektif</link>
					<comments>https://infosiak.com/mabes-polri-sebut-asap-di-pekanbaru-sudah-baik-dan-langit-terlihat-biru-penanganan-karhutla-efektif#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 14:14:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6315</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, kondisi asap di Pekanbaru, Riau tidak seperti diberitakan media massa. Saat ini, kondisi asap di Pekanbaru sudah baik setelah dilakukan penanganan. Hal itu kata Iqbal berdasarkan pemantauannya langsung di Pekanbaru, Riau saat mendampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke lokasi asap. &#8220;Di sana [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/mabes-polri-sebut-asap-di-pekanbaru-sudah-baik-dan-langit-terlihat-biru-penanganan-karhutla-efektif">Mabes Polri Sebut Asap di Pekanbaru Sudah Baik dan Langit Terlihat Biru, Penanganan Karhutla Efektif</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, kondisi asap di Pekanbaru, Riau tidak seperti diberitakan media massa. Saat ini, kondisi asap di Pekanbaru sudah baik setelah dilakukan penanganan.</p>



<p>Hal itu kata Iqbal berdasarkan pemantauannya langsung di Pekanbaru, Riau saat mendampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke lokasi asap.</p>



<p>&#8220;Di sana situasi sebenarnya di Pekanbaru dan sekitarnya, setelah pukul 11.12 WIB semua clear langit biru nampak, artinya tidak seutuhnya benar apa yang disampaikan media,&#8221; kata Iqbal di Mabes Polri, Jumat (20/9/2019).</p>



<p>Iqbal mengatakan, masyarakat pun sudah bisa leluasa beraktivitas seperti biasanya. Anak-anak yang sebelumnya diliburkan kini sudah kembali ke sekolah.</p>



<p>&#8220;Seluruh masyarakat beraktivitas seperti biasa yang sekolah, yang beribadah berekonomi, bahkan sampai malam keluar di taman-taman banyak ramai. Jadi tidak seutuhnya benar bahwa asap itu sangat darurat disitu di Pekanbaru,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Namun demikian, kata dia, kondisi itu baru terlihat di Pekanbaru. Untuk wilayah lainnya seperti di Kalimantan pihaknya belum bisa memastikan langsung hal tersebut. &#8220;Saya belum mengecek di daerah lain ya saya kira itu,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Iqbal mengklaim, bahwa sejauh ini penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah efektif.</p>



<p>&#8220;Kan bisa lihat publik 249 (jadi tersangka) loh, banyak korporasi dan ini akan terus di dalami dan progres tidak nutup kemungkinan ada tersangka baru dan pasal baru, ada beberapa oknum yang akan kita temukan ketika penyidik andalan Mabes dikirim ke sana dan dipimpin direktur berpangkat bintang 1 Pak Fadli disitu udah satu minggu,&#8221; ujarnya.<br></p>



<p style="font-size:10px"><em>Sumber : Merdeka<br>Editor : Afrijon<br> </em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/mabes-polri-sebut-asap-di-pekanbaru-sudah-baik-dan-langit-terlihat-biru-penanganan-karhutla-efektif">Mabes Polri Sebut Asap di Pekanbaru Sudah Baik dan Langit Terlihat Biru, Penanganan Karhutla Efektif</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/mabes-polri-sebut-asap-di-pekanbaru-sudah-baik-dan-langit-terlihat-biru-penanganan-karhutla-efektif/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingat!!! Masker Bedah &#8216;Hijau&#8217; Tak Mampu Halau Partikel Kabut Asap</title>
		<link>https://infosiak.com/ingat-masker-bedah-hijau-tak-mampu-halau-partikel-kabut-asap</link>
					<comments>https://infosiak.com/ingat-masker-bedah-hijau-tak-mampu-halau-partikel-kabut-asap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 13:50:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6309</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211;&#160;Luasnya kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan membuat kabut asap semakin pekat. Sehingga sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, dan sulit melakukan aktivitas di luar rumah. Hal ini tentu tidak terlepas dari kabut asap yang masih menyelimuti daerah mereka. Karenanya, untuk mencegah terjadinya Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/ingat-masker-bedah-hijau-tak-mampu-halau-partikel-kabut-asap">Ingat!!! Masker Bedah &#8216;Hijau&#8217; Tak Mampu Halau Partikel Kabut Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211;&nbsp;Luasnya kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan membuat kabut asap semakin pekat. Sehingga sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, dan sulit melakukan aktivitas di luar rumah. Hal ini tentu tidak terlepas dari kabut asap yang masih menyelimuti daerah mereka.</p>



<p>Karenanya, untuk mencegah terjadinya Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap, Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker. Tapi, tidak semua masker bisa menghalau kabut asap, hanya masker N95 yang mampu.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" width="800" height="800" src="https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/masker-n95.png" alt="" class="wp-image-6313" srcset="https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/masker-n95.png 800w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/masker-n95-150x150.png 150w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/masker-n95-300x300.png 300w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/masker-n95-768x768.png 768w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/masker-n95-420x420.png 420w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/masker-n95-640x640.png 640w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/masker-n95-681x681.png 681w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption>Masker N95/(Gambar Beritagar)</figcaption></figure>



<p>Sayangnya, hingga saat ini masih banyak yang belum mengetahui fungsi dan tata cara menggunakan masker tersebut. Dokter Agus mengatakan bahwa masker N95 disarankan untuk kasus-kasus kebakaran hutan, karena dapat menyaring partikel halus berukuran 0,5-2.5 mikron sampai dengan 95 persen.</p>



<p>&#8220;N itu artinya non-oil based partikel atau partikel yang tidak mengandung minyak. Sementara 95 artinya dapat menyaring partikel halus hingga 95%,&#8221; tuturnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon.</p>



<p>Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia-RSUP Persahabatan ini melanjutkan, memang dari segi harga masker N95 relatif lebih mahal, namun bila digunakan secara benar masker ini jauh lebih efektif dibanding simple masker atau masker biasa yang hanya mampu menyaring sekitar 30%-40% partikel halus seperti kabut asap kebakaran.</p>



<p>Kendati demikian, Agus menegaskan, tidak semua populasi atau individu bisa menggunakan masker N95. Contohnya anak-anak, ibu hamil, orang tua, atau orang yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.</p>



<p>&#8220;Kelemahan masker ini harus digunakan dalam kondisi benar-benar rapat. Jadi tidak nyaman karena bisa menyebabkan tahanan dalam bernapas atau breathing resistance. Ibu hamil, anak-anak, dan orang tua itu kan membutuhkan pernapasan yang lebih lega,&#8221; ungkap Dokter Agus.</p>



<p>Agus juga mengimbau masyarakat yang berada di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan, untuk terus melakukan pemantauan kualitas udara. Bila kondisi Air Quality Index (AQI) tidak sehat atau menyentuh angka lebih dari 150, sebaiknya menggunakan masker N95 bila terpaksa beraktivitas di luar.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak ada kegiatan sebaiknya tinggal di dalam rumah saja. Tapi perlu diingat, di dalam rumah pun harus benar-benar tertutup. Pintu dan jendela semuanya harus ditutup rapat supaya partikel-partikel tidak masuk. Disarankan pula menggunakan AC yang memiliki fitur air circulation,&#8221; tukasnya.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Okezone<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/ingat-masker-bedah-hijau-tak-mampu-halau-partikel-kabut-asap">Ingat!!! Masker Bedah &#8216;Hijau&#8217; Tak Mampu Halau Partikel Kabut Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/ingat-masker-bedah-hijau-tak-mampu-halau-partikel-kabut-asap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makin Pekat, Korban Kabut Asap Terus Berdatangan ke Posko Pengungsian Pekanbaru</title>
		<link>https://infosiak.com/makin-pekat-korban-kabut-asap-terus-berdatangan-ke-posko-pengungsian-pekanbaru</link>
					<comments>https://infosiak.com/makin-pekat-korban-kabut-asap-terus-berdatangan-ke-posko-pengungsian-pekanbaru#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 03:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6276</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU (Infosiak.com) &#8211; Warga terpapar kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, semakin hari semakin banyak mengungsi. Hal itu disebabkan, karena kabut asap tak kunjung hilang, dan udara tidak sehat hingga berbahaya. Para korban kebanyakan mengungsi ke posko pengungsian di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Riau, di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru. Warga mengeluhkan sesak napas, batuk filek, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/makin-pekat-korban-kabut-asap-terus-berdatangan-ke-posko-pengungsian-pekanbaru">Makin Pekat, Korban Kabut Asap Terus Berdatangan ke Posko Pengungsian Pekanbaru</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PEKANBARU (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Warga terpapar kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, semakin hari semakin banyak mengungsi. Hal itu disebabkan, karena kabut asap tak kunjung hilang, dan udara tidak sehat hingga berbahaya.<br> Para korban kebanyakan mengungsi ke posko pengungsian di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Riau, di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.</p>



<p>Warga mengeluhkan sesak napas, batuk filek, mual, dan juga pusing-pusing. Korban didominasi kalangan anak-anak.</p>



<p>Ketua Umum DPW PKS Riau Hendry Munief saat dikonfirmasi <a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a>, mengakui jumlah mengungsi terus bertambah.</p>



<p>&#8220;Ya, sampai saat ini terus bertambah. Data kita sampai, Rabu (18/9/2019), jumlah pengungsi sebanyak 137 orang. Dua hari sebelumnya hanya 119 orang,&#8221; kata Hendry kepada <a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a>, Kamis (19/9/2019).</p>



<p>Dia menyebutkan, pengungsi kebanyakan kalangan anak-anak, dengan jumlah 49 orang. Kemudian, balita 27 orang, orang dewasa 41 orang, dan lansia 2 orang.</p>



<p>Ratusan warga mengungsi ke kantor PKS</p>



<p>Sementara untuk jumlah pengunjung posko kesehatan dan pengungsian sejak dibuka pada, Rabu (11/9/2019), tercatat sebanyak 637 kepala keluarga (KK).</p>



<p>Kata Hendry, para pengunjung ini rata-rata warga yang sudah terdampak kabut asap. Ada yang datang berobat, cek kesehatan, minta oksigen, nebulizer.</p>



<p>&#8220;Jumlah pasien yang sudah berobat sejak posko kita buka, sebanyak 553 orang. Secara umum memang jumlah pasien terus bertambah,&#8221; terang Hendry.</p>



<p>Menurut dia, dengan bertambah jumlah pengungsi, warga yang mengantarkan bantuan juga semakin banyak.<br>
Sebab, posko tersebut dibuka secara swadaya masyarakat. Sementara PKS Riau hanya memfasilitasi tempat.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, sampai sekarang ini bantuan dari masyarakat terus mengalir. Ada bantuan bentuk konsumsi, maupun kasur tempat tidur. Sehingga pengungsi semakin nyaman dengan fasilitas di posko kita ini,&#8221; ungkap Hendry.</p>



<p>Kabut asap bukannya membaik, malah makin pekat</p>



<p>Salah satu pengungsi yang diwawancarai <a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a>, Rabu malam, Lidia (31), mengaku masih tetap bertahan di posko, meski dia dan keluarganya selama di posko pengungsian, kondisi kesehatannya mulai membaik.<br>
Lidia bersama orangtua dan anaknya sudah tujuh hari mengungsi di posko kesehatan. Bahkan, belum dipastikan kapan balik ke rumahnya di Jalan Rajawali, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, kami masih betah betah di sini. Karena di sini tempatnya nyaman dan aman dari asap. Di luar asap masih pekat. Mungkin kami pulang setelah kabut asap hilang dan udara membaik. Lagipula anak saya juga masih batuk pilek,&#8221; kata Lidia, yang merupakan guru bahasa inggris di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Pekanbaru ini.</p>



<p>Sementara itu, Kabut asap di Pekanbaru pagi ini, Kamis (19/9/2019), justru bertambah pekat.</p>



<p>Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, jarak pandang jam 07.00 WIB, hanya sekitar 700 meter. Sedangkan sehari sebelumnya, pada jam yang sama, sekitar 800 meter.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Kompas<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/makin-pekat-korban-kabut-asap-terus-berdatangan-ke-posko-pengungsian-pekanbaru">Makin Pekat, Korban Kabut Asap Terus Berdatangan ke Posko Pengungsian Pekanbaru</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/makin-pekat-korban-kabut-asap-terus-berdatangan-ke-posko-pengungsian-pekanbaru/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ASN Pemda Riau Meninggal Diduga Korban Kabut Asap</title>
		<link>https://infosiak.com/asn-pemda-riau-meninggal-diduga-korban-kabut-asap</link>
					<comments>https://infosiak.com/asn-pemda-riau-meninggal-diduga-korban-kabut-asap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 02:34:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6272</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU (Infosiak.com) &#8211; Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pegawai Pemerintah Provinsi Riau, Fitrah Tirtana, dikabarkan meninggal dunia diduga akibat kabut asap. Namun, hal itu dibantah pihak rumah sakit (RS) yang menangani pasien berusia 39 tahun ini. Manajer Pengembangan dan Pemasaran RS Awal Bros AYani, dr Dedi Agusmar kepada&#160;Riau Pos&#160;mengatakan, pasien Fitra Tirtana masuk rumah sakit, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/asn-pemda-riau-meninggal-diduga-korban-kabut-asap">ASN Pemda Riau Meninggal Diduga Korban Kabut Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PEKANBARU (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pegawai Pemerintah Provinsi Riau, Fitrah Tirtana, dikabarkan meninggal dunia diduga akibat kabut asap. Namun, hal itu dibantah pihak rumah sakit (RS) yang menangani pasien berusia 39 tahun ini.</p>



<p>Manajer Pengembangan dan Pemasaran RS Awal Bros AYani, dr Dedi Agusmar kepada&nbsp;Riau Pos&nbsp;mengatakan, pasien Fitra Tirtana masuk rumah sakit, Sabtu (14/9) lalu dan menjalani perawatan di ruang intensif. “Pasien masuk (RS) dengan kondisi infeksi berat paru-paru,” ungkap Dedi, Kamis (19/9/2019).</p>



<p>Selama di ruang intensif, kata dia, dokter penyakit dalam melakukan pemeriksaan anatesa dan fisik terhadap pasien. Hasilnya, yang bersangkutan memang mengidap penyakit infeksi paru-paru. “Kalau kita&nbsp;confirm&nbsp;dari pemeriksan itu, pasien meninggal dunia karena infeksi paru-paru,” jelasnya.</p>



<p>Kepada Dedi,&nbsp;Riau Pos&nbsp;mempertanyakan apakah&nbsp; Fitrah Tirtana meninggal dunia akibat dipicu kabut asap? Manajer Pengembangan dan Pemasaran RS Awal Bros A Yani itu, menepisnya. “Kalau karena kabut asap, jika pasien sebelumnya tidak punya riwayat. Ini ada riwayat penyakit paru-paru. Jadi, bukan karena kabut asap, tapi riwayat penyakitnya,” singkat Dedi.</p>



<p>Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Fitrah Tirtana sempat bekerja pada Sabtu pagi. Bahkan, pria berusia 39 tahun itu sempat meninjau pekerjaan renovasi masjid Alkarromah BPKAD Riau. Saat itu, Fitrah yang juga dipercaya sebagai bendahara juga mengontrol beberapa perbaikan di masjid, termasuk speaker yang mati.</p>



<p>Namun, tak berselang lama Fitrah merasa kelelahan serta jatuh pingsan, lalu dilarikan ke RS Awal Bros Ahmad Yani. Akan tetapi takdir berkata lain, setelah menjalani perawatan intensif selama 5 hari, Fitrah meninggal dunia pada Kamis (<a href="tel:1992019">19/92019</a>) pagi.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Riaupos<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/asn-pemda-riau-meninggal-diduga-korban-kabut-asap">ASN Pemda Riau Meninggal Diduga Korban Kabut Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/asn-pemda-riau-meninggal-diduga-korban-kabut-asap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polres Siak Dirikan Posko Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Terdampak Asap</title>
		<link>https://infosiak.com/polres-siak-dirikan-posko-kesehatan-gratis-bagi-masyarakat-terdampak-asap</link>
					<comments>https://infosiak.com/polres-siak-dirikan-posko-kesehatan-gratis-bagi-masyarakat-terdampak-asap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 12:40:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6263</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Polres Siak dan Polsek jajaran Polres Siak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang butuh pertolongan kesehatan terdampak kabut asap. Sejumlah posko kesehatan didirikan, di depan Mako Polres Siak dan di wilayah Polsek Jajaran. AKBP Ahmad David SIK menyampaikan bahwa sampai hari ini titik api di wilayah hukum Polres [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/polres-siak-dirikan-posko-kesehatan-gratis-bagi-masyarakat-terdampak-asap">Polres Siak Dirikan Posko Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Terdampak Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Polres Siak dan Polsek jajaran Polres Siak terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang butuh pertolongan kesehatan terdampak kabut asap. Sejumlah posko kesehatan didirikan, di depan Mako Polres Siak dan di wilayah Polsek Jajaran.</p>



<p>AKBP Ahmad David SIK menyampaikan bahwa sampai hari ini titik api di wilayah hukum Polres Siak Masih Nihil, tetapi kabut asap kiriman menyelimuti wilayah Kabupaten Siak.</p>



<p>&#8220;Untuk itu kita dan Polsek Jajaran terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk mendirikan Posko Kesehatan yang melayani pengobatan gratis bagi masyarakat yang terdampak oleh Kabut asap ini,&#8221; jelas Kapolres Siak AKBP Ahmad David kemarin.</p>



<p>&#8220;Kita juga melakukan pembagian masker gratis kepada masayarakat setiap harinya,&#8221; tambah dia.</p>



<p>Selain itu kita juga terus melakukan Upaya pencegahan Karhutla dengan cara melakukan penyebaran maklumat dan menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta setiap hari melakukan Patroli ke wilayah rawan Karhutla.</p>



<p>&#8220;Kami akan menindak tegas semua pelaku pembakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah hukum Polres Siak, bagi masyarakat yang melihat atau mendengar atau mengetahui ada pelaku pembakar hutan dan lahan agar jangan takut untuk melaporkan ke Polres atau Polsek terdekat,&#8221; tutup AKBP Ahmad David.<br></p>



<p style="font-size:10px"><em>Sumber : Rilis<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/polres-siak-dirikan-posko-kesehatan-gratis-bagi-masyarakat-terdampak-asap">Polres Siak Dirikan Posko Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Terdampak Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/polres-siak-dirikan-posko-kesehatan-gratis-bagi-masyarakat-terdampak-asap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PWI Siak Bagikan Ratusan Masker di Bundaran Kwalian Siak</title>
		<link>https://infosiak.com/pwi-siak-bagikan-ratusan-masker-di-bundaran-kwalian-siak</link>
					<comments>https://infosiak.com/pwi-siak-bagikan-ratusan-masker-di-bundaran-kwalian-siak#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 12:09:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6255</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Kabut asap yang melanda sejumlah daerah yang ada di Provinsi Riau salah satu Kabupaten Siak. Tampak hingga kini, kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan membuat sejumlah pihak peduli. Namun demikian, salah satu Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak juga tak tinggal diam. Bilamana pengendara yang datang dari berbagai [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/pwi-siak-bagikan-ratusan-masker-di-bundaran-kwalian-siak">PWI Siak Bagikan Ratusan Masker di Bundaran Kwalian Siak</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Kabut asap yang melanda sejumlah daerah yang ada di Provinsi Riau salah satu Kabupaten Siak. Tampak hingga kini, kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan membuat sejumlah pihak peduli. Namun demikian, salah satu Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak juga tak tinggal diam. </p>



<p>Bilamana pengendara yang datang dari berbagai arah yang melintasi bundaran Kwalian, secara langsung akan bertemu dengan puluhan wartawan yang sedang membagikan ratusan Masker kepada setiap pengendara yang melintas, baik itu mobil, pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang melintas akan diberikan oleh yang kuli tinta Masker secara gratis.</p>



<p>Ketua PWI Kabupaten Siak Ali Masruri yang ikut turun langsung mendampingi puluhan wartawan membagi-bagikan masker gratis juga begitu antusias di kegiatan PWI Kabupaten Siak Peduli Kesehatan, Kamis 19 September 2019.</p>



<p>&#8220;Ya Wak, kita hari ini bagian ratusan masker kepada masyarakat, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat, dan kegiatan ini sudah kita rencanakan sebelumnya, namun baru hari ini kita bisa berkumpul dan langsung menggelar kegiatan PWI Kabupaten Siak Peduli Kesehatan,&#8221; ujar Ketua PWI Kabupaten Siak. </p>



<p>Di lokasi kegiatan, terlihat semua pengendara juga cukup antusias menyambut hangat keberadaan puluhan wartawan saat memberikan masker secret gratis. Ari salah satu pengendara motor juga sempat mengucapkan terimakasih kepada wartawan saat memberikan masker kepadanya. </p>



<p>&#8220;Saya berterima kasih sekali kepada kawan &#8211; kawan wartawan yang telah peduli kepada kami, semoga kedepan seluruh wartawan yang ada di Kabupaten Siak tetap kompak, solid serta mampu memberikan kontribusi yang baik dalam memberikan informasi kepada kami sebagai masyarakat awam,&#8221; cetus Ari yang juga mendapatkan masker gratis dari wartawan.<br></p>



<p style="font-size:10px"><em>Laporan : Miswanto/Tok<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/pwi-siak-bagikan-ratusan-masker-di-bundaran-kwalian-siak">PWI Siak Bagikan Ratusan Masker di Bundaran Kwalian Siak</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/pwi-siak-bagikan-ratusan-masker-di-bundaran-kwalian-siak/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peduli Asap, GMPKS Bagikan 3.500 Masker di Siak</title>
		<link>https://infosiak.com/peduli-asap-gmpks-bagikan-3-500-masker-di-siak</link>
					<comments>https://infosiak.com/peduli-asap-gmpks-bagikan-3-500-masker-di-siak#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 06:13:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6233</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Bencana kabut asap yang masih saja menyelimuti Kota Istana dalam beberapa pekan ini, membuat masyarakat resah dengan kondisi kualitas udara yang sudah tidak sehat lagi. Untuk itu Gerakan Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak (GMPKS) membagikan 3.500 masker gratis kepada masyarakat di Siak. Kegiatan membagikan masker gratis ini bekerjasama dengan Sinarmas Grup, SMOG Siak, dan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/peduli-asap-gmpks-bagikan-3-500-masker-di-siak">Peduli Asap, GMPKS Bagikan 3.500 Masker di Siak</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Bencana kabut asap yang masih saja menyelimuti Kota Istana dalam beberapa pekan ini, membuat masyarakat resah dengan kondisi kualitas udara yang sudah tidak sehat lagi. Untuk itu Gerakan Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak (GMPKS) membagikan 3.500 masker gratis kepada masyarakat di Siak.</p>



<p>Kegiatan membagikan masker gratis ini bekerjasama dengan Sinarmas Grup, SMOG Siak, dan BEM Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI-SUSHA Siak). Adapun titik kumpul berada di Bundaran Tanjung Agung Siak, dan membagikan masker kepada para penguna jalanan yang tengah melintas.</p>



<p>Seorang kader GMPKS, Sisi menyebutkan, kegiatan bagi-bagi masker gratis ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat Siak yang sekarang sedang terkena bencana kabut asap.</p>



<p>&#8220;Keprihatinan kita melihat kondisi Udara kota istana yang sudah tidak sehat ini, membuat kita tergerak dan berupaya memberikan bantuan berupa masker kepada pengendara jalan yang tidak mengenakkan masker,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu Ketua GMPKS, Azmi Randa mengatakan, sesuai dengan nama organisasi GMPKS, merupakan organisasi yang membahas pergerakan, yaitu bergerak dan peduli terhadap Kabupaten Siak dan lingkungan Siak.</p>



<p>&#8220;Sekarang Siak terkena dampak kabut asap yang meresahkan masyarakat dan semakin hari semakin pekat. Jadi kita berinisiatif berpartisipasi membagikan masker untuk masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>&#8220;Dengan cara membagikan masker gratis ke masyarakat itu, hal yang sangat positif, bentuk dari sikap peduli kita kepada lingkungan sekitar,&#8221; pungkasnya.<br></p>



<p style="font-size:10px"><em>Sumber : Riau1<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/peduli-asap-gmpks-bagikan-3-500-masker-di-siak">Peduli Asap, GMPKS Bagikan 3.500 Masker di Siak</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/peduli-asap-gmpks-bagikan-3-500-masker-di-siak/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap Masih Tebal, DPRD Riau: Tak Guna Pak Jokowi Turun, Seharusnya 100 helikopter Turunkan</title>
		<link>https://infosiak.com/kabut-asap-masih-tebal-dprd-riau-tak-guna-pak-jokowi-turun-seharusnya-100-helikopter-turunkan</link>
					<comments>https://infosiak.com/kabut-asap-masih-tebal-dprd-riau-tak-guna-pak-jokowi-turun-seharusnya-100-helikopter-turunkan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 06:08:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6230</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU (Infosiak.com) &#8211; Pasca kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Riau, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Riau dan sekitarnya. Bahkan hingga Rabu (18/9/2019), sejumlah penerbangan di bandar udara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru masih terganggung akibat kabut asap ini. Jarak pandang berkurang bahkan sempat menyentuh angka 500 meter saja [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kabut-asap-masih-tebal-dprd-riau-tak-guna-pak-jokowi-turun-seharusnya-100-helikopter-turunkan">Kabut Asap Masih Tebal, DPRD Riau: Tak Guna Pak Jokowi Turun, Seharusnya 100 helikopter Turunkan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PEKANBARU (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Pasca kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Riau, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Riau dan sekitarnya.</p>



<p>Bahkan hingga Rabu (18/9/2019), sejumlah penerbangan di bandar udara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru masih terganggung akibat kabut asap ini. Jarak pandang berkurang bahkan sempat menyentuh angka 500 meter saja pada Rabu pagi.</p>



<p>Salah satu anggota DPRD Riau dari PKB, Muhammad Adil menyayangkan pasca kunjungan Presiden Jokowi yang hingga kini kabut asap belum hilang.</p>



<p>Ia menilai yang dibutuhkan masyarakat bukan kunjungan Jokowi namun bagaimana agar api padam dan asap dapat segera hilang.</p>



<p>&#8220;Tak guna pak Jokowi turun kalau api belum juga padam, tak guna juga demo terus, toh api masih berkobar,&#8221; ujarnya tegas.</p>



<p>Lebih lanjut, Ia berpendapat bahwa tidak ada cara lain selain memaksimalkan kekuatan yang ada agar asap hilang dan api padam, bisa ditambah lagi jumlah helikopter dan pesawat untuk modifikasi cuaca usaha untuk turun hujan.</p>



<p>&#8220;Malah lebih guna kalau dikirim 100 helikopter untuk Water Bombing daripada pak Jokowi turun ke Riau, bagaimana agar apinya padam, itu aja,&#8221; ujar Adil.</p>



<p>&#8220;Kalau memang tidak ada juga keseriusan pemerintah yang sudah diberikan anggaran untuk padamkan api, maka jalan satu-satunya masyarakat harus gugat Pemerintah,&#8221; jelas Adil.</p>



<p>Adil&nbsp;menilai dari pengamatannya, tim Satgas yang bekerja melakukan pemadaman api belum maksimal, hal ini lantaran terlihat masih munculnya titik api dan&nbsp;asap&nbsp;yang terus menggangu masyarakat di&nbsp;Riau.</p>



<p>&#8220;Tidak maksimal, seharusnya kalau maksimal turunkan saja 100 helikopter ke&nbsp;Riau, saya yakin bisa langsung padam,&#8221; jelas Adil lantang.</p>



<p>Sebelumnya, Presiden Jokowi telah meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Riau pada Selasa (17/9/2019).</p>



<p>Dalam kunjungannya di Riau tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan aparat untuk bersiaga mulai dari tingkat yang paling bawah agar tidak ada kebakaran hutan lebih lanjut.</p>



<p>Hal tersebut dikatakan Jokowi menyikapi kondisi kabut asap yang belakangan masih mengepung beberapa wilayah di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Pencegahan akan lebih efektif, pencegahan itu tidak membutuhkan biaya banyak, tapi kalau kejadian seperti yang kita lihatat saat ini, ini udah kerja yang luar biasa&#8221;, ujar Jokowi dikutip dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden.</p>



<p>Jokowi tak menampik bahwa memang sulit untuk memadamkan api di lahan gambut terlebih dengan cakupan yang luas. Menilik dari cakupan luas lokasi lahan yang terbakar, Jokowi berpandangan ini merupakan ulang dari korporate.</p>



<p>Sementara itu, sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Riau, Edwar Sanger justru menolak bantuan personil pemadam karhutla dari Pemprov DKI Jakarta.</p>



<p>Ia menyatakan belum membutuhkan bantuan personel pemadam dari pemprov DKI Jakarta karena petugas pemadam karhutla di Riau masih mencukupi.</p>



<p>&#8220;Bukan kami tolak, tapi kami belum membutuhkan bantuan tersebut karena personel kami masih cukup untuk (menanggulangi karhutla) ini,&#8221; ucap Edwar.</p>



<p>Pasca kejadian tersebut, Pemprov DKI kini mengirim bantuan petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ke Kalimantan Tengah atau Palangkaraya.<br>
Sebanyak 65 petugas kini dikirim ke Palangkaraya yang situasinya kini tergolong berat terkait karhutla dan masih membutuhkan bantukan untuk pemadaman.</p>



<p>&#8220;Per tadi informasinya malah diarahkan ke Kalimantan Tengah. Karena di sana kondisinya sedang berat. Dan yang mengarahkan adalah Kementerian Dalam Negeri,&#8221; ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019), dilansir dari&nbsp;<a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a>.</p>



<p>Ia lantas bersyukur jika di Riau saat ini tak memerlukan bantuan karena sudah bisa menangani karhutla.<br>
&#8220;Kalau kami senang sekali kalau Riau sudah bebas asap. Alhamdulillah kalau Riau sudah bebas asap, kita bersyukur,&#8221; tutupnya.</p>



<p>Gubernur DKI jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pengiriman bantuan pemadam karhutla diarahkan bukan langsung diarahkan ke Pemprov Riau namun melalui Kementerian Dalam Negeri.</p>



<p>&#8220;Kami kan enggak kirimkan ke sana, kita kirimnya ke pemerintah pusat, nanti pemerintah pusat yang kirim ke sana, jadi memang koordinasinya dengan kemendagri,&#8221; ujar Anies.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Tribunsolo<br>Editor : Afrijon<br> </em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kabut-asap-masih-tebal-dprd-riau-tak-guna-pak-jokowi-turun-seharusnya-100-helikopter-turunkan">Kabut Asap Masih Tebal, DPRD Riau: Tak Guna Pak Jokowi Turun, Seharusnya 100 helikopter Turunkan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/kabut-asap-masih-tebal-dprd-riau-tak-guna-pak-jokowi-turun-seharusnya-100-helikopter-turunkan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenkes Ingatkan Masyarakat Harus Pakai Masker, Ini Penyakit Bahaya Terpapar Asap</title>
		<link>https://infosiak.com/kemenkes-ingatkan-masyarakat-harus-pakai-masker-ini-penyakit-bahaya-terpapar-asap</link>
					<comments>https://infosiak.com/kemenkes-ingatkan-masyarakat-harus-pakai-masker-ini-penyakit-bahaya-terpapar-asap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 16:09:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6224</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepung wilayah Sumatera dan Kalimantan. Untuk menghindari dampak asap, warga bisa ke tempat yang menyediakan air purifier. &#8220;Di tempat-tempat tertentu menyediakan air purifier untuk kelompok rentan yaitu bayi, balita, dan ibu hamil. Dengan air purifier, udara bisa dibuat bersih,&#8221; kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kemenkes-ingatkan-masyarakat-harus-pakai-masker-ini-penyakit-bahaya-terpapar-asap">Kemenkes Ingatkan Masyarakat Harus Pakai Masker, Ini Penyakit Bahaya Terpapar Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (Infosiak.com) </strong>&#8211; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepung wilayah Sumatera dan Kalimantan. Untuk menghindari dampak asap, warga bisa ke tempat yang menyediakan air purifier.</p>



<p>&#8220;Di tempat-tempat tertentu menyediakan air purifier untuk kelompok rentan yaitu bayi, balita, dan ibu hamil. Dengan air purifier, udara bisa dibuat bersih,&#8221; kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono, Selasa (17/9/2019).</p>



<p>Kepungan asap berdampak buruk pada kesehatan warga sekitar. Menurut Anung, dampaknya bersifat individual bergantung pada kondisi warga. Paparan asap pada&nbsp;bayi prematur&nbsp;bisa mengakibatkan batuk, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), hingga pneumonia meski hanya selama lima menit.</p>



<p>Paparan pada orang dewasa sehat selama 1-2 jam mungkin hanya mengakibatkan bersin. Namun secara umum, seseorang mungkin tak bisa menahan paparan asap hingga 12 jam pada wilayah dengan ISPU 287 yang berkategori sangat tidak sehat.</p>



<p>&#8220;Karena itu harus pakai masker. Untuk saat ini sebaiknya menghindari asap dengan jangan sering keluar rumah,&#8221; kata Anung.</p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Liputan6<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kemenkes-ingatkan-masyarakat-harus-pakai-masker-ini-penyakit-bahaya-terpapar-asap">Kemenkes Ingatkan Masyarakat Harus Pakai Masker, Ini Penyakit Bahaya Terpapar Asap</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/kemenkes-ingatkan-masyarakat-harus-pakai-masker-ini-penyakit-bahaya-terpapar-asap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bantuan Gubernur DKI Atasi Karhutla Riau Ditolak, Begini Respons Anies</title>
		<link>https://infosiak.com/bantuan-gubernur-dki-atasi-karhutla-riau-ditolak-begini-respons-anies</link>
					<comments>https://infosiak.com/bantuan-gubernur-dki-atasi-karhutla-riau-ditolak-begini-respons-anies#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 08:32:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6211</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan respons adem dan mengagumkan terhadap penolakan Kepala BPBD Riau, Edward Sanger atas bantuan dari Pemprov DKI. &#8220;Kami bersyukur kalau masalah api sudah selesai. Karena memang tujuan kita adalah membantu memadamkan api dan mengendalikan dampak-dampak dari pada asap,&#8221; kata Anies seperti dikutip kompas, Rabu (18/9/2019). Anies menegaskan, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bantuan-gubernur-dki-atasi-karhutla-riau-ditolak-begini-respons-anies">Bantuan Gubernur DKI Atasi Karhutla Riau Ditolak, Begini Respons Anies</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan respons adem dan mengagumkan terhadap penolakan Kepala BPBD Riau, Edward Sanger atas bantuan dari Pemprov DKI.</p>



<p>&#8220;Kami bersyukur kalau masalah api sudah selesai. Karena memang tujuan kita adalah membantu memadamkan api dan mengendalikan dampak-dampak dari pada asap,&#8221; kata Anies seperti dikutip kompas, Rabu (18/9/2019).</p>



<p>Anies menegaskan, Pemprov DKI mengirimkan bantuan setelah berkoordinasi dengan BNPB dan Kemendagri, bukan atas permintaan BPBD Riau.</p>



<p>&#8220;Kami itu mengirimkan orang bukan kepada pemerintah provinsi, kami mengirimkan kepada BNPB. Jadi ke mananya yang menentukan adalah BNPB,&#8221; jawab Anies, santai.</p>



<p>Anies juga tidak mempersoalkan jika personel yang dikirim Pemprov DKI ditujukan ke daerah lain yang lebih membutuhkan.</p>



<p>Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kepala BPBD Riau menyatakan bahwa pihaknya bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Kompas<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bantuan-gubernur-dki-atasi-karhutla-riau-ditolak-begini-respons-anies">Bantuan Gubernur DKI Atasi Karhutla Riau Ditolak, Begini Respons Anies</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/bantuan-gubernur-dki-atasi-karhutla-riau-ditolak-begini-respons-anies/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap, Sudah 16 Ribu Warga Riau Terkena ISPA</title>
		<link>https://infosiak.com/kabut-asap-sudah-16-ribu-warga-riau-terkena-ispa</link>
					<comments>https://infosiak.com/kabut-asap-sudah-16-ribu-warga-riau-terkena-ispa#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 02:36:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6191</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU (Infisiak.com) &#8211; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Pekanbaru, Siak, Kampar, dan beberapa wilayah lain di Provinsi Riau berimbas pada kesehatan warganya. Salah satunya tingginya keluhan masalah pernapasan yakni Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, per Senin, 16 September 2019 sudah ada 16.372 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kabut-asap-sudah-16-ribu-warga-riau-terkena-ispa">Kabut Asap, Sudah 16 Ribu Warga Riau Terkena ISPA</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PEKANBARU (</strong><a href="http://Infisiak.com"><strong>Infisiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Pekanbaru, Siak, Kampar, dan beberapa wilayah lain di Provinsi Riau berimbas pada kesehatan warganya. Salah satunya tingginya keluhan masalah pernapasan yakni Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).</p>



<p>Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, per Senin, 16 September 2019 sudah ada <a href="tel:16372">16.372</a> orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang ditangani tenaga kesehatan di sana.</p>



<p>Dalam kunjungan ke Riau, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek meminta fasilitas kesehatan di Riau harus siaga menangani keluhan kesehatan warga akibat&nbsp;kabut asap.</p>



<p>&#8220;Puskesmas menjadi fasilitas pertama yang siaga melayani warga terdampak karhutla. Pencegahan sebelum terjadinya hal tak diinginkan harus dilakukan terutama bagi masyarakat terserang ISPA,&#8221; kata Nila pada Senin (16/9/2019) seperti dilansir laman liputan6.</p>



<p>Pada Senin malam, Nila bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan rapat terbatas (ratas) dipimpin Presiden Joko Widodo.</p>



<p>Topik yang dibahas dalam rapat terbatas di antaranya terkait pencegahan karhutla yang harus dilakukan dan didukung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah memiliki perangkat untuk mencegah Karhutla yang terjadi di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.<br></p>



<p style="font-size:10px"><em>Sumber : Liputan6<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kabut-asap-sudah-16-ribu-warga-riau-terkena-ispa">Kabut Asap, Sudah 16 Ribu Warga Riau Terkena ISPA</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/kabut-asap-sudah-16-ribu-warga-riau-terkena-ispa/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gara gara Asap Karhutla, Malaysia Liburkan Ratusan Sekolah di Tiga Negara Bagian</title>
		<link>https://infosiak.com/gara-gara-asap-karhutla-malaysia-liburkan-ratusan-sekolah-di-tiga-negara-bagian</link>
					<comments>https://infosiak.com/gara-gara-asap-karhutla-malaysia-liburkan-ratusan-sekolah-di-tiga-negara-bagian#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2019 05:40:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6147</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUCHING (Infosiak.com) &#8211; Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) asal Indonesia menyelimuti tiga negara bagian Malaysia. Akibatnya sekitar 500 sekolah diliburkan Selasa (17/9/2019). Sekolah diliburkan karena kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Menurut laporan media-media setempat, kabut asap di Malaysia disebabkan karhutla di Indonesia. Seperti dikutip dari media Malaysia&#160;Berita Harian Online,&#160;Senin (16/9/2019), penghentian [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/gara-gara-asap-karhutla-malaysia-liburkan-ratusan-sekolah-di-tiga-negara-bagian">Gara gara Asap Karhutla, Malaysia Liburkan Ratusan Sekolah di Tiga Negara Bagian</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>KUCHING (Infosiak.com)</strong> &#8211; Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) asal Indonesia menyelimuti tiga negara bagian Malaysia. Akibatnya sekitar 500 sekolah diliburkan Selasa (17/9/2019).</p>



<p>Sekolah diliburkan karena kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Menurut laporan media-media setempat, kabut asap di Malaysia disebabkan karhutla di Indonesia.</p>



<p>Seperti dikutip dari media Malaysia&nbsp;Berita Harian Online,&nbsp;Senin (16/9/2019), penghentian sementara aktivitas sekolah sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan Malaysia Nomor 1 Tahun 2019 yang sudah dikeluarkan sejak awal tahun, tepatnya 15 Januari 2019. Sekolah-sekolah di daerah terdampak wajib meliburkan siswa jika nilai indeks pencemaran udara (IPU) atau&nbsp;air pollution index&nbsp;(API) melebihi angka 200 atau masuk kategori tidak sehat.</p>



<p>Direktur Pendidikan Sarawak Dr Azhar Ahmad mengatakan, keputusan meliburkan sekolah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan siswa. &#8220;Instruksi berlaku dalam situasi kabut saat ini,&#8221; katanya, Senin.</p>



<p>Seorang perempuan (kedua dari kanan) menjemur pakaian tidak jauh dari Menara Kembar Petronas di Malaysia yang diselimuti kabut asap akibat pembakaran hutan di Sumatra dan Borneo, Minggu (4/10/2019).</p>



<p>Bagi daerah dengan IPU melebihi 100, sekolah harus menghentikan semua kegiatan di luar kelas. Segala kegiatan olahraga juga harus ditangguhkan. Namun, semua jenis ujian harus dilanjutkan.</p>



<p>Berdasarkan keterangan Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, ada tiga daerah yang memiliki nilai API lebih dari 200 pada Senin (16/9) pukul 12.00 waktu setempat. Daerah tersebut adalah Kuching (nilai API 241), Samarahan (213), dan Sri Aman (220). Sementara itu, tujuh daerah lain mencatat IPU yang tidak sehat, yakni Sarikei (155), Sibu (137), Bintulu (149), Mukah (133), Samalaju (132), Institut Pelatihan Industri Miri (125), dan Miri (126).</p>



<p>Kabut asap yang menyelimuti Malaysia saat ini disebut merupakan dampak dari masih adanya seribu titik api di wilayah Indonesia, yaitu Kalimantan dan Sumatra. Namun, berdasarkan laporan&nbsp;Utusan,&nbsp;kabut asap juga disebabkan kebakaran kecil yang terjadi di Johan Setia, Selangor, Malaysia.</p>



<p>Sementara itu,&nbsp;Harian Metro&nbsp;melaporkan bahwa kabut asap di Kota Malaka berangsur membaik. Kualitas udara yang sempat masuk kategori sangat tidak sehat sedikit membaik menjadi tidak sehat pada kemarin pagi.</p>



<p>Berdasarkan pengamatan di sekitar Kota Malaka, kabut asap cukup mengganggu jarak pandang. Namun, hal tersebut tak memengaruhi wisatawan yang sedang mengisi hari libur. Direktur Departemen Meteorologi Negara Bagian, Nasrul Hakim Hashim, mengatakan, berkurangnya kabut asap disebabkan pergeseran angin barat daya di tengah-tengah Semenanjung.</p>



<p>&#8220;Hari ini kami memperkirakan masih akan berawan, tetapi tingkat kualitas udara membaik karena angin. Kabut asap akan berlanjut jika masih ada titik panas di Sumatra dan arah angin yang konsisten dari sumber karhutla,&#8221; kata dia.</p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-cyan-bluish-gray-color"><em>Sumber : Republika<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/gara-gara-asap-karhutla-malaysia-liburkan-ratusan-sekolah-di-tiga-negara-bagian">Gara gara Asap Karhutla, Malaysia Liburkan Ratusan Sekolah di Tiga Negara Bagian</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/gara-gara-asap-karhutla-malaysia-liburkan-ratusan-sekolah-di-tiga-negara-bagian/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiba di Pekanbaru, Jokowi Yakin Perangkat ini tidak Diaktifkan Secara Baik</title>
		<link>https://infosiak.com/tiba-di-pekanbaru-jokowi-yakin-perangkat-ini-tidak-diaktifkan-secara-baik</link>
					<comments>https://infosiak.com/tiba-di-pekanbaru-jokowi-yakin-perangkat-ini-tidak-diaktifkan-secara-baik#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2019 23:51:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=6131</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKANBARU (Infosiak.com) &#8211; Pesawat Kepresidenan RI yang membawa rombongan Presiden Joko “Jokowi” Widodo berhasil mendarat dengan mulus di tengah kabut asap pekat yang menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, jelang Senin (16/9/2019) malam. Jokowi berencana menetap satu malam di Pekanbaru untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut. [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/tiba-di-pekanbaru-jokowi-yakin-perangkat-ini-tidak-diaktifkan-secara-baik">Tiba di Pekanbaru, Jokowi Yakin Perangkat ini tidak Diaktifkan Secara Baik</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PEKANBARU (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Pesawat Kepresidenan RI yang membawa rombongan Presiden Joko “Jokowi” Widodo berhasil mendarat dengan mulus di tengah kabut asap pekat yang menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, jelang Senin (16/9/2019) malam.</p>



<p>Jokowi berencana menetap satu malam di Pekanbaru untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut.</p>



<p>Setibanya di Pekanbaru, Jokowi langsung memulai agendanya dengan menggelar rapat terbatas (ratas) bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Gubernur Riau Syamsuar, dan sejumlah pejabat terkait.</p>



<p>Hadir pula di antara pejabat tersebut sejumlah menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Hukum, dan HAM Wiranto, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan lainnya.</p>



<p>Dalam pernyataan pembukanya, Jokowi langsung menegur para bawahannya karena telah lalai dalam penanganan asap akibat karhutla, tak hanya di Riau, melainkan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.</p>



<p>“Pencegahan dalam karhutla adalah mutlak. Kalau kebakaran sudah terjadi, apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan,” kata Jokowi, dalam siaran langsung Sekretariat Kabinet, Senin malam.</p>



<p>Koordinasi antar-lembaga maupun intra-lembaga tak jalan, duga Jokowi. Sebab dalam sistem pemerintahan, seluruh otoritas seperti kepala daerah, kepolisian daerah, komando daerah militer (kodam), BNPB, dan kementerian sudah dilengkapi dengan perangkat-perangkat hingga ke level paling bawah.</p>



<p>Jokowi yakin, perangkat ini tidak diaktifkan secara baik. Pasalnya, jika koordinasi berjalan benar, maka satu titik panas pun sudah akan terdeteksi sebelum sampai jadi ratusan titik api.</p>



<p>“Saya sudah ingatkan berkali-kali, yang kita hadapi bukan hutan, tapi lahan gambut. Kalau sudah terbakar, habis berjuta liter pun (air) pasti sulit dipadamkan,” katanya.</p>



<p>Kayu sudah jadi arang. Jokowi lalu meminta jajarannya untuk menyelesaikan persoalan asap ini dengan membuat hujan buatan dengan intensitas yang lebih besar dari sebelumnya. Personel pemadam di lapangan pun ditambah.</p>



<p>Selain itu, pemerintah daerah juga harus bertanggung jawab dengan aktif terlibat dalam upaya penyelesaian polusi asap di wilayah mereka.</p>



<p>“Riau sudah status siaga darurat, luas lahan terbakar sudah mencapai puluhan ribu hektare. Jangan sampai ini mengganggu aktivitas penerbangan sehingga berimbas pada aktivitas ekonomi di Riau,” ucapnya.</p>



<p>Terakhir, Jokowi meminta aparat hukum bertindak tegas, baik pada perusahaan maupun perorangan yang terbukti melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.</p>



<p>&#8220;Setiap tahun tidak perlu lagi rapat seperti ini, otomatis menjelang musim kemarau itu harus sudah siap. Sebetulnya itu saja. tapi kita lalai, sehingga, asapnya jadi membesar,&#8221; tukas Jokowi.</p>



<p>Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per 1 Januari hingga 15 September 2019 yakni 328,7 ribu hektare (ha).</p>



<p>Sementara, luas karhutla tertinggi selama enam tahun terakhir terjadi pada tahun 2015 hingga mencapai 2,6 juta ha.</p>



<p>Hingga Sabtu (14/9/2019), KLHK telah menyegel&nbsp;42 perusahaan&nbsp;pemilik konsesi lahan di lima provinsi yang diduga membuka lahan dengan cara membakar.<br>
Puluhan perusahaan itu tersebar di lima provinsi: Riau, Jambi, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Dari lokasi tersebut, sebanyak dua perusahaan disegel di Jambi, lima di Riau, sisanya tersebar di Kalimantan.</p>



<p>Setidaknya sudah ada empat perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni PT ABP, PT AER, PT SKM (Kalimantan Barat), dan PT KS (Kalimantan Selatan). Keempatnya bergerak di sektor perkebunan sawit.<br>
Sementara itu, Kepolisian RI telah menetapkan 179 orang sebagai tersangka pembakar lahan. Dari jumlah tersebut, 44 tersangka berasal dari Riau, 18 Sumsel, 14 Jambi, dua Kalsel 45 Kalteng, dan 56 Kalbar.</p>



<p style="font-size:10px"><em>Sumber : Antara<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/tiba-di-pekanbaru-jokowi-yakin-perangkat-ini-tidak-diaktifkan-secara-baik">Tiba di Pekanbaru, Jokowi Yakin Perangkat ini tidak Diaktifkan Secara Baik</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/tiba-di-pekanbaru-jokowi-yakin-perangkat-ini-tidak-diaktifkan-secara-baik/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
