MINAS, (Infosiak.com) – Aspal yang hancur dan debu yang mengepul tampaknya telah mencapai batas kesabaran masyarakat. Memasuki hari kedua, Jalan Lintas Perawang-Minas lumpuh total. Truk berukuran besar terjepit dalam antrean panjang setelah masyarakat setempat memutuskan untuk memblokade akses jalan utama tersebut, Selasa (14/04/2026).
Aksi itu bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan puncak dari keresahan menahun atas kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan. Masyarakat menuding kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) sebagai biang keladi hancurnya jalan provinsi itu.
Secara kasat mata, deretan truk berukuran serta bertonase berlebih memang mendominasi pemandangan di lokasi pemblokiran.
Kilas balik ke September 2025, aksi serupa pernah meletus dengan tuntutan yang sama. Masyarakat mendesak perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk ikut merawat jalan dan memastikan kendaraan operasional mereka tidak melebihi kapasitas beban yang ditentukan.
Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lalin) Dinas Perhubungan Kabupaten Siak Zulkifli mengonfirmasi bahwa penutupan jalan masih berlangsung.
”Ini adalah jalan provinsi, maka pengawasannya bersama. Kami sudah pernah melakukan razia bersama dan memang ditemukan banyak truk yang melanggar tonase,” ujar Zulkifli, Selasa sore pukul 15.17 WIB.
Meskipun pelanggaran terlihat jelas di depan mata, Dishub tidak bisa bergerak sendiri. Zulkifli menjelaskan bahwa penindakan di lapangan memerlukan prosedur formal.
“Kita hanya pengawalan. Kalau giat itu kita harus ada surat tugasnya, ada dari pihak kepolisian atau Polresnya,” tutup Zulkifli.
Sementara itu Nurfa Octolita yang menjabat sebagai Camat Minas belum memberikan tanggapan terkait aksi yang dilakukan masyarakatnya.
Laporan: Ika Rahman









