TUALANG, (Infosiak.com) – Awan hitam kembali menyelimuti kawasan operasional PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang Mill, Tbk. Hanya dalam kurun waktu satu pekan, serangkaian kecelakaan kerja beruntun terjadi, merenggut nyawa pekerja dan menyebabkan luka berat, Sabtu (04/04/2026).
Rentetan kejadian tersebut memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di salah satu pabrik kertas terbesar di Indonesia tersebut.
Dalam catatan yang dihimpun, minggu pertama April 2026 menjadi periode yang sangat fatal bagi para pekerja. Kamis 2 April 2026, seorang pekerja berinisial (Alm) S meninggal dunia saat melakukan pembersihan area (cleaning area). Korban diduga tertimpa roll dari auto crane yang terjatuh. Meski sempat dilarikan ke Klinik PT IKPP, nyawanya tidak tertolong.
Jum’at 3 April 2026, Kecelakaan kembali terjadi di area laboratorium. Seorang karyawan perempuan dilaporkan terkena paparan cairan kimia hingga mengalami luka bakar serius. Korban harus segera dilarikan ke RS Eka Hospital Pekanbaru untuk menjalani tindakan operasi.
Sabtu 4 April 2026, puncaknya, sekitar pukul 05.00 WIB, seorang pekerja berinisial (Alm) WH dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit karet conveyor yang sedang beroperasi di lokasi boiler pabrik.
Komisi IV yang membidangi terkait ketenagakerjaan angkat bicara, Delvi suseno, SH selaku Ketua Fraksi partai Gerindra DPRD Siak menyoroti lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan pabrik PT IKPP Perawang Mill, Tbk.
“Berturut-turut terjadi kecelakaan kerja di lokasi PT IKPP. Hal ini sudah berkali-kali di sorot dan kita minta untuk di tingkatkan penerapan K3, setiap saat dan seterusnya,” tegas Delvi.
Ia berharap Dinas Tenaga Kerja melakukan investigasi menyeluruh dan transparan, agar kecelakaan kerja di area pabrik dapat dicegah atau diminimalisir.
Rekam jejak kecelakaan yang bberulan ini bukanlah yang pertama. Jika ditarik ke belakang, pada November 2025, kecelakaan fatal juga menimpa pekerja berinisial (Alm) HF. Saat itu, HF dan rekannya TF sedang memperbaiki Wheel Loader di Workshop 2 MHE. Nahas, lift cylinder dan bucket terjatuh menimpa korban.
Dugaan kuat muncul bahwa pengerjaan tersebut dilakukan dengan minim pengawasan dan minim penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
Tak berselang lama dari kasus HF, seorang pekerja kontraktor berinisial HP juga mengalami patah tulang serius setelah terjatuh dari ketinggian.
Laporan: Ika Rahman







