<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembunuhan Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<atom:link href="https://infosiak.com/tag/pembunuhan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infosiak.com/tag/pembunuhan</link>
	<description>Infosiak.com</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Sep 2019 00:49:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://infosiak.com/wp-content/uploads/2018/09/cropped-infosiak-perawang-32x32.jpg</url>
	<title>Pembunuhan Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<link>https://infosiak.com/tag/pembunuhan</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ada Pembunuh Bayaran di Siak Riau, Bayarannya Rp 50 Ribu</title>
		<link>https://infosiak.com/ada-pembunuh-bayaran-di-siak-riau-bayarannya-rp-50-ribu</link>
					<comments>https://infosiak.com/ada-pembunuh-bayaran-di-siak-riau-bayarannya-rp-50-ribu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 00:49:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKRIM]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=5835</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Sindi Silitonga alias SS (45) diringkus polisi karena diduga menyewa dua pembunuh bayaran inisial RM (27) dan LH (25) untuk menghabisi nyawa suaminya. Kedua eksekutor mengaku hanya dibayar Rp50 ribu, karena awalnya hanya diminta untuk menghajar korban. Namun nahas, korban Marison Simaremare (47) suami Sindi, tewas usai dianiaya kedua pelaku. Saat kejadian, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/ada-pembunuh-bayaran-di-siak-riau-bayarannya-rp-50-ribu">Ada Pembunuh Bayaran di Siak Riau, Bayarannya Rp 50 Ribu</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (Infosiak.com)</strong> &#8211; Sindi Silitonga alias SS (45) diringkus polisi karena diduga menyewa dua pembunuh bayaran inisial RM (27) dan LH (25) untuk menghabisi nyawa suaminya. Kedua eksekutor mengaku hanya dibayar Rp50 ribu, karena awalnya hanya diminta untuk menghajar korban.</p>



<p>Namun nahas, korban Marison Simaremare (47) suami Sindi, tewas usai dianiaya kedua pelaku. Saat kejadian, sang istri berpura-pura tidak tahu dengan pelaku. Bahkan dia sempat ikut pemakaman korban.</p>



<p>&#8220;Tidak lama setelah proses pemakaman itu, pelaku yang diduga sebagai dalang pembunuhan korban inisial SS ditangkap petugas,&#8221; ujar Kasat Reskrim Polres Siak AKP Faizal Ramdani, Senin (2/9/2019).</p>



<p>Faizal menyebutkan, Sindi mengaku hanya memberi pelajaran kepada suaminya karena selama ini sering berbuat kasar. Rumah tangga mereka belakangan sering cekcok.</p>



<p>&#8220;Pelaku membayar Rp50 ribu kepada pelaku, katanya hanya untuk memberi pelajaran. Tapi dua pelaku yang disuruh SS justru menganiaya korban hingga meninggal dunia,&#8221; ucap Faizal.</p>



<p>Kedua eksekutor menggunakan kayu balok menghantam kepala dan tubuh korban. Bahkan, korban sempat kabur keluar rumah. Namun karena luka yang dideritanya cukup parah di kepala, akhirnya korban tewas di Puskesmas setempat.</p>



<p>Sindi memasang wajah kaget ketika melihat dua orang tak dikenal datang ke rumah mereka di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Kedua pelaku langsung menghajar korban.</p>



<p>&#8220;Kedua pelaku merupakan warga Kecamatan Pusako Kabupaten Siak,&#8221; ujar Kapolres Siak AKBP Ahmad David kepada merdeka.com.</p>



<p>Peristiwa itu bermula pada Sabtu (31/8) dinihari di rumah jaga samping rumah Walet milik Kopyo. Saat itu korban dan istrinya SS lagi tidur. Mereka bekerja di situ menjaga sarang wallet orang lain.</p>



<p>&#8220;Kedua pelaku masuk ke rumah itu dan langsung menuju kamar korban. Kedua pelaku langsung mengahajar korban dalam kondisi gelap, karena mesin genset mereka rusak,&#8221; kata David.</p>



<p>SS lari ke kamar anak-anaknya dan membawa anak mereka menjauh dari rumah, di bawah pohon sawit tak jauh dari lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Lalu SS kembali ke rumah karena mendengar suara teriakan suaminya. Korban ditemukan berlumuran darah di dalam parit. Ada luka bacok di kepala dan kaki korban,&#8221; ucap David.</p>



<p>Korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan. Namun setelah sempat mendapat pertolongan medis, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 Wib.</p>



<p>&#8220;Kejadian itu langsung dilaporkan ke kantor kepolisian setempat, petugas bergerak ke lokasi dan melakukan pemeriksaan saksi termasuk istri korban dan warga setempat,&#8221; terang David.</p>



<p>Kepada polisi, SS mengaku tidak melihat orang yang menganiaya suaminya karena kamar gelap akibat mati lampu mati. Polisi memulai penyelidikan dari laporan korban dan hasil olah TKP.</p>



<p>Tak lama setelah kejadian, polisi berhasil meringkus salah satu pelaku inisial RM. Polisi menangkapnya saat pelaku berada di rumahnya, kilometer 28 Simpang Obor Kecamatan Pusako.</p>



<p>&#8220;Kepada petugas, RM mengakui perbuatannya dan itu dilakukan bersama temannya LH,&#8221; jelas David.</p>



<p>Keesokan harinya, Minggu (1/9), polisi berhasil menangkap LH sekitar pukul 02.00 WIB di rumahnya di Km 25 Kampung Bari-bari, Kecamatan Pusako. Saat itu, pelaku sedang dalam pengaruh minuman keras.</p>



<p>Saat diinterogasi polisi, kedua pelaku mengaku dibayar istri korban untuk membunuh korban. Namun, kedua pelaku mengaku tidak diberi imbalan melakukan pembunuhan itu.</p>



<p>&#8220;Petugas langsung mencari istri korban dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan. Dan untuk jenazah korban sudah dibawa ke Lipat Kain Kabupaten Kampar untuk dimakamkan,&#8221; pungkasnya.</p>



<p style="font-size:10px"><em>Sumber : Merdeka<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/ada-pembunuh-bayaran-di-siak-riau-bayarannya-rp-50-ribu">Ada Pembunuh Bayaran di Siak Riau, Bayarannya Rp 50 Ribu</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/ada-pembunuh-bayaran-di-siak-riau-bayarannya-rp-50-ribu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sakit Hati Bertengkar, Istri di Siak Ini Diduga Suruh Dua Pria Habisi Nyawa Suaminya Saat Tidur</title>
		<link>https://infosiak.com/sakit-hati-bertengkar-istri-di-siak-ini-diduga-suruh-dua-pria-habisi-nyawa-suaminya-saat-tidur</link>
					<comments>https://infosiak.com/sakit-hati-bertengkar-istri-di-siak-ini-diduga-suruh-dua-pria-habisi-nyawa-suaminya-saat-tidur#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Sep 2019 03:54:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sungai Apit]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=5771</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUNGAIAPIT (Infosiak.com) &#8211; Seorang istri diduga menyuruh dua orang pria untuk menghabisi nyawa suaminya akibat sakit hati dikarenakan sering bertengkar. Kini dua tersangka pembunuhan yang terjadi di Kampung Mengkapan Kecamatan Sungai Apit, Siak Riau sudah diamankan polisi beserta istri korban. Berdasarkan keterangan kepolisian aksi keji itu dilakukan pada hari Sabtu (31/8/2019) Sekira Pukul 00.30 Wib [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/sakit-hati-bertengkar-istri-di-siak-ini-diduga-suruh-dua-pria-habisi-nyawa-suaminya-saat-tidur">Sakit Hati Bertengkar, Istri di Siak Ini Diduga Suruh Dua Pria Habisi Nyawa Suaminya Saat Tidur</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SUNGAIAPIT (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Seorang istri diduga menyuruh dua orang pria untuk menghabisi nyawa suaminya akibat sakit hati dikarenakan sering bertengkar. Kini dua tersangka pembunuhan yang terjadi di Kampung Mengkapan Kecamatan Sungai Apit, Siak Riau sudah diamankan polisi beserta istri korban.</p>



<p>Berdasarkan keterangan kepolisian aksi keji itu dilakukan pada hari Sabtu (31/8/2019) Sekira Pukul 00.30 Wib saat lampu padam. Karena malam itu mesin listrik dalam kondisi rusak.</p>



<p>Saat itu korban bersama istri tidur di rumah jaga samping rumah walet di kilometer 6 RT 12 RW 05 Kampung Mengkapan. Mendengar ada suara orang masuk ke dalam kamar dan tiba tiba terdengar suara suami sedang dipukul, istri korban langsung lari ke tempat anak anak mereka yang sedang tidur dan berlari keluar rumah membawanya ke arah pohon sawit.</p>



<figure class="wp-block-image"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="800" height="458" src="https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/kejadian-pembunuhan-sungai-apit6.jpg" alt="" class="wp-image-5775" srcset="https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/kejadian-pembunuhan-sungai-apit6.jpg 800w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/kejadian-pembunuhan-sungai-apit6-300x172.jpg 300w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/kejadian-pembunuhan-sungai-apit6-768x440.jpg 768w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/kejadian-pembunuhan-sungai-apit6-734x420.jpg 734w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/kejadian-pembunuhan-sungai-apit6-640x366.jpg 640w, https://infosiak.com/wp-content/uploads/2019/09/kejadian-pembunuhan-sungai-apit6-681x390.jpg 681w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption>Istri korban</figcaption></figure>



<p>&#8220;Setelah tak beberapa lama istri mendengar suara korban meminta tolong, (istri) menuju sumber suara korban. Ternyata korban sudah berada di parit dengan keadaan sudah terdapat luka seperti bekas bacok di kepala dan kaki,&#8221; jelas Kasi Humas Polres Siak Bripka Dede Prayoga, Minggu (1/9/2019).</p>



<p>Korban dilarikan ke puskesmas untuk dilakukan pertolongan pertama, namun pada hari Sabtu Pagi korban meninggal dunia.</p>



<p>Mendapat laporan kejadian tersebut, polisi langsung bergerak cepat memburu pelaku. Tim Opsnal Polsek Sungai Apit yang di backup Satuan Reskrim Polres Siak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku pertama atas nama Roberto Manulang dan pelaku kedua Linus Harefa ikut ditangkap ketika sedang mabuk minuman tuak. Kedua pelaku pun mengakui perbuatannnya.</p>



<p>&#8220;Kedua pelaku mengaku bahwa mereka disuruh oleh istri korban tanpa imbalan untuk menganiaya korban dikarenakan istri korban sakit hati karena sering bertengkar dengan korban (suaminya),&#8221; jelas Bripka Dedek.</p>



<p>Saat ini para tersangka dan barang bukti sudah diamankan polisi. Istri korban ikut diamankan polisi yang saat ini mengantar korban ke Lipat Kain untuk pemakaman.<br></p>



<p style="font-size:10px"><em>Laporan : Jhon<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/sakit-hati-bertengkar-istri-di-siak-ini-diduga-suruh-dua-pria-habisi-nyawa-suaminya-saat-tidur">Sakit Hati Bertengkar, Istri di Siak Ini Diduga Suruh Dua Pria Habisi Nyawa Suaminya Saat Tidur</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/sakit-hati-bertengkar-istri-di-siak-ini-diduga-suruh-dua-pria-habisi-nyawa-suaminya-saat-tidur/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus di Kandis Siak, Kenapa Pria Tega Bunuh Pacar Karena Ditolak Berhubungan Intim?</title>
		<link>https://infosiak.com/kasus-di-kandis-siak-kenapa-pria-tega-bunuh-pacar-karena-ditolak-berhubungan-intim</link>
					<comments>https://infosiak.com/kasus-di-kandis-siak-kenapa-pria-tega-bunuh-pacar-karena-ditolak-berhubungan-intim#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2019 14:41:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=5523</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Kasus seorang pria membunuh pasangan karena ditolak hubungan badan kembali terjadi di Riau. Tersangka inisial YP (19) seorang remaja di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, tega membunuh pacarnya, DS (14). Korban dibunuh, karena menolak diajak berhubungan badan oleh pelaku. Motif dan sebab pembunuhan tersebut terungkap setelah polisi dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kasus-di-kandis-siak-kenapa-pria-tega-bunuh-pacar-karena-ditolak-berhubungan-intim">Kasus di Kandis Siak, Kenapa Pria Tega Bunuh Pacar Karena Ditolak Berhubungan Intim?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Kasus seorang pria membunuh pasangan karena ditolak hubungan badan kembali terjadi di Riau. Tersangka inisial YP (19) seorang remaja di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, tega membunuh pacarnya, DS (14).</p>



<p>Korban dibunuh, karena menolak diajak berhubungan badan oleh pelaku. Motif dan sebab pembunuhan tersebut terungkap setelah polisi dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak dan Polsek Kandis berhasil menangkap YP.</p>



<p>Ironisnya, pelaku mengaku baru kenal lewat Facebook kurang lebih sepekan.</p>



<p>Kasus seperti ini bukan pertama kali terjadi. Sudah ada banyak kasus pembunuhan berlatar belakang penolakan hubungan seks. Namun mengapa hal seperti ini masih terjadi?</p>



<p>Dilansir laman <a href="http://kompas.com">kompas.com</a>, Antropolog gender dari Universitas Indonesia (UI) Irwan Martua Hidayana mengatakan ada beberapa faktor yang memicu kasus pembunuhan karena masalah hubungan intim bisa terus berulang.</p>



<p>Pertama adalah perasaan dominan yang dimiliki pria, sehingga pria merasa mampu melakukan segalanya kepada perempuan.</p>



<p>Kedua adalah niat untuk melakukan&nbsp;kekerasan seksual&nbsp;sejak awal.</p>



<p>&#8220;Saya percaya kekerasan seksual tidak dilakukan dengan spontan, semua sudah ada niatan sebelumnya,&#8221; ujar Irwan dilansir&nbsp;<a href="http://Kompas.com">Kompas.com</a>, Rabu (21/8/2019).</p>



<p>Niat ini muncul ketika pria mengajak pasangannya untuk pergi dan melakukan hubungan seksual. Namun ketika tawaran itu ditolak, kemungkinan pria melakukan kekerasan seksual bisa sangat mungkin terjadi.</p>



<p>&#8220;Jadi (kasus) ini kembali lagi pada bagaimana laki-laki memandang perempuan,&#8221; kata Irwan yang juga aktif dalam isu terkait gender dan seksualitas.</p>



<p>Irwan menjelaskan, ketika pria mengajak perempuan untuk pergi berdua dan disetujui, pria sebagian besar akan berpikir bahwa perempuan yang diajaknya pergi mudah diajak pergi dan &#8220;memberi kesempatan&#8221;.</p>



<p>Dari sini, langkah selanjutnya bisa jadi mengajak perempuan pergi ke suatu tempat untuk melancarkan aksi meminta berhubungan badan.</p>



<p>&#8220;Saat dia mengajak berhubungan badan, dia (pria) pikir si perempuan juga mudah diajak melakukan itu. Namun ternyata si perempuan menolak dan muncul peluang melakukan kekerasan bahkan sampai pembunuhan,&#8221; terang Irwan.</p>



<p>Menghindari kasus seperti ini terulang</p>



<p>Masalah seperti ini sangat kompleks. Namun dengan adanya kontrol sosial, baik dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, pendidikan, maka aksi seperti yang dilakukan YP (19) setidaknya dapat dihindari.<br>
Kontrol sosial sendiri dapat berupa meningkatkan komunikasi antara orangtua dan anak.</p>



<p>Meningkatkan komunikasi penting, sebab hal ini membantu anak dan orangtua terbuka. Sehingga, anak pun dapat menceritakan pergaulannya pada orangtua.</p>



<p>&#8220;Kalau ada kontrol sosial dari keluarga dan lingkungan seperti tetangga, hal ini bisa membantu (mengurangi risiko kekerasan seksual) saya rasa,&#8221; ujar Irwan.</p>



<p>Selain itu, pendidikan juga berperan dalam pembentukan karakter remaja.</p>



<p>Misalnya, menanamkan pada diri anak perempuan untuk menolak diajak pergi oleh lawan jenis jika hanya berdua saja.</p>



<p>&#8220;Kalau misal diajak jalan berdua, sebaiknya dia menolak. Misalnya mau diajak jalan kalau ada empat sampai lima teman lain. Karena dengan ramai-ramai, kemungkinan (kekerasan seksual) itu berkurang. Yang penting menolak untuk diajak pergi berdua,&#8221; jelas Irwan.</p>



<p>Sementara untuk anak laki-laki, Irwan mengatakan penting untuk menanamkan bahwa perempuan bukan objek seksual dan pria tidak boleh merasa lebih dominan. &#8220;Hal-hal seperti ini saya rasa bisa diajarkan dan ditanamkan di sekolah,&#8221; ungkap dia.<br></p>



<p style="font-size:10px">Sumber : Kompas<br>Editor : Afrijon</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/kasus-di-kandis-siak-kenapa-pria-tega-bunuh-pacar-karena-ditolak-berhubungan-intim">Kasus di Kandis Siak, Kenapa Pria Tega Bunuh Pacar Karena Ditolak Berhubungan Intim?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/kasus-di-kandis-siak-kenapa-pria-tega-bunuh-pacar-karena-ditolak-berhubungan-intim/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alamaak.. Bocah SMP di Siak Tega Aniaya Temannya Hingga Tewas</title>
		<link>https://infosiak.com/alamaak-bocah-smp-di-siak-tega-aniaya-temannya-hingga-tewas</link>
					<comments>https://infosiak.com/alamaak-bocah-smp-di-siak-tega-aniaya-temannya-hingga-tewas#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2019 10:38:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bunga Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=4797</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com) &#8211; Aksi kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Siak, Riau. Kali ini bocah 14 tahun yang masih duduk dibangku SMP tega menghabisi nyawa temannya yang berusia 13 tahun. Peristiwa pembunuhan ini terjadi, Selasa (18/6/2019) kemarin sekitar Pukul 20.00 WIB. Pelaku berinisial IM (14) warga Kampung Benayah, Kecamatan Pusako. Sementara korban inisial RB (13) warga [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/alamaak-bocah-smp-di-siak-tega-aniaya-temannya-hingga-tewas">Alamaak.. Bocah SMP di Siak Tega Aniaya Temannya Hingga Tewas</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Aksi kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Siak, Riau. Kali ini bocah 14 tahun yang masih duduk dibangku SMP tega menghabisi nyawa temannya yang berusia 13 tahun.</p>



<p>Peristiwa pembunuhan ini terjadi, Selasa (18/6/2019) kemarin sekitar Pukul 20.00 WIB. Pelaku berinisial IM (14) warga Kampung Benayah, Kecamatan Pusako. Sementara korban inisial RB (13) warga Kampung Dosan, Kecamatan Pusako.</p>



<p>&#8220;Kejadian ini diketahui awalnya saat ditemukan sesosok mayat pada Selasa kemarin sekira Pukul 20.15 WIB. Korban tewas diduga karena dianiaya,&#8221; kata Kapolsek Bungaraya AKP Amrullah kepada wartawan, Rabu (19/6/2019).</p>



<p>Amrullah mengatakan, dari keterangan ibu korban AM (59) dan saudaranya HS (27), peristiwa tragis itu terjadi bermula saat korban menerima telepon, Selasa kemarin sekitar Pukul 19.45 WIB.</p>



<p>Korban pun mengangkat telepon dan pergi ke luar rumah. Sekitar 15 menit, ibu korban ke luar rumah dan terkejut melihat RB sudah tergeletak di jalan depan rumah mereka di Gang Walet RT 04 Dusun II Kampung Dosan, Kecamatan Pusako.</p>



<p>&#8220;Korban pun di bawa ke Puskesmas Pusako. Dari hasil visum, tidak ditemukan bekas gigitan binatang buas. Selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru dilakukan otopsi,&#8221; terang Amrullah.</p>



<p>Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan. Amrullah mengatakan, dari proses penyelidikan itu petugas berhasil mengamankan saksi AD (14). Dia merupakan teman pelaku saat pergi ke rumah korban.</p>



<p>&#8220;Dari keterangan AD, ia dan pelaku ke rumah korban awalnya ingin numpang main internet (Wi-fi). Tiba-tiba pelaku dan korban menuju ke belakang rumah dan terjadi perkelahian. Karena melihat korban sudah terjatuh pingsan, mereka pergi meninggalkannya,&#8221; jelas Amrullah.</p>



<p>Rabu dinihari tadi sekitar Pukul 01.30 WIB pelaku pun diamankan di rumahnya di Kampung Benayah dan langsung di bawa ke Mapolres Siak.</p>



<p>&#8220;Dari hasil autopsi, korban meninggal dunia akibat kekerasan tumpul di leher yang menyebabkan saluran nafasnya sumbat,&#8221; kata Amrullah.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber :Rilis<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/alamaak-bocah-smp-di-siak-tega-aniaya-temannya-hingga-tewas">Alamaak.. Bocah SMP di Siak Tega Aniaya Temannya Hingga Tewas</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/alamaak-bocah-smp-di-siak-tega-aniaya-temannya-hingga-tewas/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
