<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lebaran Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<atom:link href="https://infosiak.com/tag/lebaran/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://infosiak.com/tag/lebaran</link>
	<description>Infosiak.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jun 2019 04:28:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.7</generator>

<image>
	<url>https://infosiak.com/wp-content/uploads/2018/09/cropped-infosiak-perawang-32x32.jpg</url>
	<title>Lebaran Arsip - Gali Informasi Bangun Budaya</title>
	<link>https://infosiak.com/tag/lebaran</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bulan Ramadhan ‘Habis’ Senin Sore 3 Juni, Lalu Kenapa Lebaran 5 Juni?</title>
		<link>https://infosiak.com/bulan-ramadhan-habis-senin-sore-3-juni-lalu-kenapa-lebaran-5-juni</link>
					<comments>https://infosiak.com/bulan-ramadhan-habis-senin-sore-3-juni-lalu-kenapa-lebaran-5-juni#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2019 04:28:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=4740</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANDA ACEH (Infosiak.com) &#8211; Dalam satu tulisannya yang menyebar di jejaring media sosial,  Agus Mustofa yang kerap dipanggil Pak AM, penulis puluhan buku serial Diskusi Tasawuf Modern menjelaskan, menurut perhitungan ijtimak alias konjungsi, ‘habisnya bulan Ramadhan 1440 H’ terjadi pada Senin, 3 Juni 2019 pukul 10:02 GMT atau pukul 17:02 WIB, yakni sebelum datangnya Magrib, pukul 17:21 WIB. Menurut [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bulan-ramadhan-habis-senin-sore-3-juni-lalu-kenapa-lebaran-5-juni">Bulan Ramadhan ‘Habis’ Senin Sore 3 Juni, Lalu Kenapa Lebaran 5 Juni?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>BANDA ACEH (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Dalam satu tulisannya yang menyebar di jejaring media sosial,  Agus Mustofa yang kerap dipanggil Pak AM, penulis puluhan buku serial Diskusi Tasawuf Modern menjelaskan, menurut perhitungan ijtimak alias konjungsi, ‘habisnya bulan Ramadhan 1440 H’ terjadi pada Senin, 3 Juni 2019 pukul 10:02 GMT atau pukul 17:02 WIB, yakni sebelum datangnya Magrib, pukul 17:21 WIB.</p>



<p>Menurut Pak AM, bulan Ramadhan 1440 H sudah habis 19 menit sebelum Maghrib pada 3 Juni 2019 dengan usia bulan Ramadhan tahun ini 29 hari.</p>



<p>Sedangkan sisanya, yang 19 menit itu adalah penggenapan. Sehingga bisa dikatakan, bulan Ramadhan 1440 H ini berusia 29 hari 19 menit.</p>



<p>Masalahnya, tulis Pak AM yang berlatar belakang pendidikan Teknik Nuklir Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, ketinggian hilal yang hanya berusia 19 menit itu sangat tipis di atas horizon khususnya bagi pengamat yang ada di Indonesia bagian barat.</p>



<p>Pasti tidak kelihatan, ketika dirukyat saat Magrib, dengan peralatan secanggih apa pun dari permukaan bumi wilayah Indonesia Barat. Karena, akan tersilaukan oleh cahaya matahari yang sangat berimpit dengan bulan.</p>



<p>Bukan hanya bagi perukyat, bagi pelaku hisab hakiki pun ketinggian hilal yang berusia hanya 19 menit itu, lanjut Pak AM juga tidak wujud ketika dilihat dari wilayah Indonesia bagian tengah.</p>



<p>Apalagi, dari Indonesia bagian timur. Hilal tidak wujud. Karena, tertutup oleh lengkungan bumi. Semakin ke timur, posisi hilal semakin jauh di bawah horizon.</p>



<p>Itulah sebabnya, meskipun di wilayah Indonesia barat posisi hilal sudah wujud di atas horizon, tetapi karena sedemikian tipisnya, sehingga tidak wujud di WITA dan WIT, maka Muhammadiyah pun memutuskan menggenapkan puasa Ramadhan 1440 H menjadi 30 hari.</p>



<p>Dan insyaAllah, akan berlebaran bareng dengan NU dan pemerintah yang dipastikan tidak akan berhasil merukyat hilal.</p>



<p>Tahun ini, di Indonesia Idul Fitri bakal terjadi serentak pada Rabu, 5 Juni 2019. Maka, kalau kita simpulkan, kata Pak AM, habisnya bulan Ramadhan itu sudah terjadi Senin, 3 Juni 2019, pada pukul 17:02 WIB. Karena itu, ada yang berpendapat: seusai Magrib pukul 17:21 WIB hari itu mestinya sudah masuk 1 Syawal.</p>



<p>Tetapi, itu hanya bagi wilayah Indonesia barat. Sedangkan bagi wilayah Indonesia tengah, Maghrib sudah datang 1 jam sebelumnya. Dan, di wilayah Indonesia timur maghrib sudah datang 2 jam sebelumnya.</p>



<p>Maka, di WITA dan WIT itu Ramadhan baru habis setelah Magrib. Sehingga, harus menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari.</p>



<p>Sehingga 1 Syawal pun datang sehari kemudian, yakni 4 Juni setelah Magrib. Shalat Idul Fitri dilakukan keesokan harinya, Rabu 5 Juni 2019.</p>



<p>Hanya satu solusi</p>



<p>Masalah utama ‘penetapan awal bulan’ kalender Hijriyah adalah pada ‘berpindah-pindahnya garis kalender’ di permukaan bumi. Bulan ini di Indonesia membelah wilayah WIB dan WITA-WIT.</p>



<p>Bulan-bulan berikutnya akan bergeser ke wilayah-wilayah lain di seluruh permukaan bumi. Sehingga, selalu terjadi kontroversi di setiap penetapan awal bulan.</p>



<p>Maka, solusinya cuma satu. Yakni, membuat kesepakatan untuk menetapkan posisi garis kalender itu agar tidak berpindah-pindah setiap bulan.&nbsp;</p>



<p>Di penanggalan Masehi, patokan yang dipakai adalah GMT (Greenwich Mean Time). Yakni, Garis Bujur Bumi yang melewati kota Greenwich di Inggris.</p>



<p>Sehingga, penanggalan Masehi bisa dipakai oleh semua bangsa di seluruh permukaan bumi.</p>



<p>Jika umat Islam ingin memiliki kalender yang berlaku bagi semua bangsa di muka bumi, maka satu-satunya cara adalah membuat kesepakatan terhadap garis waktu yang menjadi permulaan bulan Hijriyah itu, semacam GMT. Di mana waktu ke-0 selalu dimulai dari garis itu.</p>



<p>Umat Islam bisa menyepakatinya dengan menetapkan kota Mekkah sebagai patokan waktu ke-0-nya. Meskipun, sebenarnya kita bisa menyepakati untuk diletakkan di mana saja.</p>



<p>Namun, potensial konflik yang paling kecil, semestinya adalah ketika dipatok di Kota Suci Mekkah. Karena sudah terbukti bisa menjadi kiblat bersama.</p>



<p>Dengan demikian, jika kita sepakat Kota Mekkah sebagai patokan, umat Islam bakal memiliki garis kalender dengan sebutan MMT (Mecca Mean Time), misalnya.</p>



<p>Seluruh perbedaan waktu dalam penanggalan Hijriyah kita cantolkan ke MMT. Sehingga, tidak ada lagi perbedaan bagi permulaan Ramadhan, Idul Fitri, dan Hari Raya Haji.</p>



<p>Termasuk Idul Fitri 1440 H kali ini.&nbsp; Perhitungannya menjadi sebagai berikut.</p>



<p>Ijtimak akhir Ramadhan 1440 H terjadi pada Senin, 3 Juni 2019, pukul 10:02 GMT. Atau, pukul 13:02 MMT.</p>



<p>Maka, umat Islam di Mekkah bakal menggenapkan puasanya sampai Magrib pukul 18:53 MMT. Dan semestinya, usai Magrib itu mereka sudah bertakbiran menyambut 1 Syawal 1440 H.</p>



<p>Bagaimana dengan Indonesia? Jika, kita sepakat dengan garis kalender di Mekkah (MMT), maka Indonesia bakal menjadi negara yang memperoleh giliran waktu setelah Mekkah.</p>



<p>Bukan 4 jam ‘lebih dulu’ daripada Mekah, melainkan 20 jam ‘setelah’ Mekkah.</p>



<p>Karena, ingat, permulaan waktu ke-0 kita sepakati dimulai dari Kota Mekkah. Di mana, saat Maghrib di Mekkah datang, di Indonesia sudah sekitar jam 11 malam.</p>



<p>Sehingga, waktu shalat Idul FItri di Indonesia adalah 20 jam kemudian setelah Shalat Id di Kota Mekah.</p>



<p>Jika shalat Idul Fitri di Mekkh dilakukan pada Selasa, 4 Juni 2019 pukul 6 pagi MMT, maka 20 jam kemudian adalah pukul 2 dini hari MMT, di hari berikutnya.</p>



<p>Yang di Indonesia, itu adalah Rabu, 5 Juni 2019 pukul 6 pagi. Di mana kita melaksanakan shalat Idul Fitri 1440 H.</p>



<p>Dengan demikian, tidak ada lagi perbedaan penetapan awal bulan di sepanjang tahun Hijriyah. Karena, sesungguhnya, hal itu memang bukan soal teknis astronomi. Melainkan, lebih kepada kesepakatan sosial-politis belaka.</p>



<p>“Semoga Allah membimbing kita untuk bersepakat memiliki kalender Hijriyah yang bisa menyatukan umat Islam ke masa depan. Di seluruh dunia. Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1440 H. Taqabbalallaahu minna waminkum. Taqabbal yaa kariim,” tutup Pak Agus Mustofa yang kerap dipanggil Pak AM, penulis puluhan buku serial Diskusi Tasawuf Modern.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Tribunnews<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/bulan-ramadhan-habis-senin-sore-3-juni-lalu-kenapa-lebaran-5-juni">Bulan Ramadhan ‘Habis’ Senin Sore 3 Juni, Lalu Kenapa Lebaran 5 Juni?</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/bulan-ramadhan-habis-senin-sore-3-juni-lalu-kenapa-lebaran-5-juni/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara Agar Ketupat tak Cepat Basi</title>
		<link>https://infosiak.com/begini-cara-agar-ketupat-tak-cepat-basi</link>
					<comments>https://infosiak.com/begini-cara-agar-ketupat-tak-cepat-basi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2019 12:01:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=4729</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (Infosiak.com) &#8211; Ketupat merupakan makanan yang kesannya wajib tersedia saat Lebaran. Tanpa ketupat, opor ayam, sayur lodeh, rendang, dan sambal goreng ati tidak terasa lengkap. Ketupat tapi kadang tidak bertahan lama. Memang butuh trik saat mengolah ketupat agar awet lebih lama. Godok 5 jam Setelah beras dimasukkan ke anyaman daun kelapa berbentuk ketupat, masukkan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/begini-cara-agar-ketupat-tak-cepat-basi">Begini Cara Agar Ketupat tak Cepat Basi</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>JAKARTA (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)</strong> &#8211; Ketupat merupakan makanan yang kesannya wajib tersedia saat Lebaran. Tanpa ketupat, opor ayam, sayur lodeh, rendang, dan sambal goreng ati tidak terasa lengkap.</p>



<p>Ketupat tapi kadang tidak bertahan lama. Memang butuh trik saat mengolah ketupat agar awet lebih lama.</p>



<p>Godok 5 jam</p>



<p>Setelah beras dimasukkan ke anyaman daun kelapa berbentuk ketupat, masukkan ke dalam dandang yang telah berisi air. Pastikan air merendam semua bagian ketupat agar matang merata. Rebus atau godok ketupat selama 4-5 jam di dalam dandang.</p>



<p>Ketupat digantung</p>



<p>Setelah ketupat direbus lalu tiriskan. Setelah ditiriskan, gantung ketupat dengan tali yang diikatkan di gantungan.</p>



<p>Menggantung ketupat bertujuan agar ketupat tahan lama hingga 2 hari tanpa menggunakan pengawet boraks atau bleng. Sebab, air yang berada di dalam ketupat merembes dan menetes jatuh ke bawah dan tidak mengendap.</p>



<p>Anginkan ketupat</p>



<p>Gantung ketupat di ruangan yang tidak lembab, di ruangan yang angin bisa keluar masuk. Sehingga tentu saja ketupat tidak mudah basi dan siap dikonsumsi.</p>



<p>Segera habiskan</p>



<p>Ketupat yang sudah dibuka dari daunnya sebaiknya langsung cepat dimakan dan dihabiskan agar tidak basi dan dibuang sia-sia.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Rilis<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/begini-cara-agar-ketupat-tak-cepat-basi">Begini Cara Agar Ketupat tak Cepat Basi</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/begini-cara-agar-ketupat-tak-cepat-basi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantau Kesiapan Petugas Pos Mudik, Alfedri Tinjau Pelabuhan Tanjung Buton</title>
		<link>https://infosiak.com/pantau-kesiapan-petugas-pos-mudik-alfedri-tinjau-pelabuhan-tanjung-buton</link>
					<comments>https://infosiak.com/pantau-kesiapan-petugas-pos-mudik-alfedri-tinjau-pelabuhan-tanjung-buton#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2019 06:10:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sungai Apit]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=4717</guid>

					<description><![CDATA[<p>TANJUNGBUTON (Infosiak.com) &#8211; Memastikan kesiapan petugas di posko mudik, serta pantau kelancaran arus mudik lebaran 1440 Hijeriah tahun 2019. Bupati Siak Alfedri didampinggi Kapolres Siak AKBP Ahmad Davit, S. Ik, melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Tanjung Buton Jum&#8217;at siang (31/05/2019). Dari pantauan langsung di posko Pelabuhan Tanjung Buton, terlihat aktifitas arus mudik dari Selat Panjang, [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/pantau-kesiapan-petugas-pos-mudik-alfedri-tinjau-pelabuhan-tanjung-buton">Pantau Kesiapan Petugas Pos Mudik, Alfedri Tinjau Pelabuhan Tanjung Buton</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>TANJUNGBUTON (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Memastikan kesiapan petugas di posko mudik, serta pantau kelancaran arus mudik lebaran 1440 Hijeriah tahun 2019. Bupati Siak Alfedri didampinggi Kapolres Siak AKBP Ahmad Davit, S. Ik, melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Tanjung Buton Jum&#8217;at siang (31/05/2019). </p>



<p>Dari pantauan langsung di posko Pelabuhan Tanjung Buton, terlihat aktifitas arus mudik dari Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun dan Batam masih berjalan normal dan belum mengalami peningkatan yang signifikan. </p>



<p>Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Buton Kisnar Syafrandi saat di temui mengatakan, sekitar pukul sepuluh pagi tadi Bupati Siak melakukan peninjauan langsung ke posko gabungan di pelabuhan Buton.</p>



<p>&#8220;Tadi posko kita dikunjungi Pak Bupati, kehadiranya kesini untuk melihat persiapan jelang H-2 kedatangan pengunjung yang hendak lebaran di kampung halaman,&#8221;ungkapnya.</p>



<p>Lanjutnya, untuk saat ini belum terjadi lonjakan penumpang, otoritas pelabuhan mencatat kedatangan arus mudik pada H-6 jumlah mencapai 1.900 orang dan jumlah kedatangan mencapai 1.700 orang, namun pada H-4 jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang mengalami penurunan. </p>



<p>&#8220;Diperkirakan puncak arus mudik tahun ini, khususnya di Pelabuhan Tanjung&nbsp; Buton akan terjadi pada tanggal 1,2 dan 3 juni mendatang. Selain itu, mengantisipasi terjadinya lonjakan arus mudik pihak pelabuhan akan melakukan penambahan jumlah armada,&#8221;terangnya.</p>



<p>Ia juga menambahkan, untuk kenyamanan para pemudik dalam pembelian tiket arus mudik 2019, pihak pelabuhan telah memberlakukan sistem boarding pass penjualan tiket. Dimana harga tiket yang dijual sesuai dengan kapasitas kapal yang sudah ditentukan oleh dokumen kapal dan tidak akan ada penambahan tempat duduk,&#8221;tandasnya.</p>



<p>Selaku Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Tanjung Buton Ia juga menghimbau kepada seluruh pemudik agar tetap tertib dengan tidak membawa bagasi yang berlebihan. Memiliki tiket dan boarding pass serta tidak memaksakan diri jika kapasitas kapal dalam keadaan penuh.</p>



<p>Kehadiran Bupati Siak didampingi sejumlah pejabat di antaranya Asisten I Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono, Kadishub Siak Arif Fadillah, Kepala Dinas BPBD Siak Safrizal serta Kawilker Tanjung Buton.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Rilis<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/pantau-kesiapan-petugas-pos-mudik-alfedri-tinjau-pelabuhan-tanjung-buton">Pantau Kesiapan Petugas Pos Mudik, Alfedri Tinjau Pelabuhan Tanjung Buton</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/pantau-kesiapan-petugas-pos-mudik-alfedri-tinjau-pelabuhan-tanjung-buton/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantau Arus Mudik Lebaran di Minas, Bupati Siak Imbau Pemudik Hati-hati Berkendara</title>
		<link>https://infosiak.com/pantau-arus-mudik-lebaran-di-minas-bupati-siak-imbau-pemudik-hati-hati-berkendara</link>
					<comments>https://infosiak.com/pantau-arus-mudik-lebaran-di-minas-bupati-siak-imbau-pemudik-hati-hati-berkendara#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2019 06:07:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minas]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=4713</guid>

					<description><![CDATA[<p>MINAS (Infosiak.com) &#8211; Kepadatan arus mudik di jalur utara lintas Riau – Sumut khususnya yang melintasi Kecamatan Minas dan Kandis mulai terlihat, memasuki H-6 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Untuk mengantisipasi tingginya angka kecelakaan berlalu lintas para pemudik, Pemkab Siak bersama Polres Siak mendirikan beberapa posko lebaran. “Untuk tahun ini kepadatan arus mudik pada jalan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/pantau-arus-mudik-lebaran-di-minas-bupati-siak-imbau-pemudik-hati-hati-berkendara">Pantau Arus Mudik Lebaran di Minas, Bupati Siak Imbau Pemudik Hati-hati Berkendara</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>MINAS (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>) </strong>&#8211; Kepadatan arus mudik di jalur utara lintas Riau – Sumut khususnya yang melintasi Kecamatan Minas dan Kandis mulai terlihat, memasuki H-6 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.</p>



<p>Untuk mengantisipasi tingginya angka kecelakaan berlalu lintas para pemudik, Pemkab Siak bersama Polres Siak mendirikan beberapa posko lebaran.</p>



<p>“Untuk tahun ini kepadatan arus mudik pada jalan lintas Perawang,Minas dan Kandis sudah terlihat padat, bagi masyarakat yang akan mudik diharapkan berhati-hati saat berkendaran” kata Bupati Siak Alfedri saat melakukan peninjauan arus mudik lebaran di Posko Lebaran tepatnya di jalan Minas Km 40, Kamis Siang (30/5/2019).</p>



<p>Bupati Siak Alfedri siang hari tersebut melakukan peninjauan arus mudik di sejumlah titik ruas jalan, baik dari ruas jalan Tualang, Minas hingga pada ruas jalan lintas yang ada di Kecamatan Kandis.</p>



<p>Ditahun ini kata dia, untuk posko pengamanan lebaran hanya dipusatkan di jalan lintas minas tepatnya di KM 40. Hal itu dikarenakan pertimbangan letaknya strategis terhadap sejumlah titik rawannya terjadinya kecelakaan,sehingga diharapkan mudah terpantau dengan unit patroli.</p>



<p>Untuk itu, dalam peninjauannya kelapangan Alfedri juga meminta kepada para petugas posko pengamanan lebaran untuk selalu melayani masyarakat yang melakukan mudik lebaran. dengan pelayanan terbaik.</p>



<p>“Kita ingin pelayanan &nbsp;kepada pemudik tahun ini lebih baik,sehingga pemudik merasa yaman man dan terkendali ketika sedang melintasi jalan disepanjang wilayah Kabupaten Siak ini”, tutupnya.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-very-light-gray-color"><em>Sumber : Rilis<br>Editor : Afrijon</em></p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/pantau-arus-mudik-lebaran-di-minas-bupati-siak-imbau-pemudik-hati-hati-berkendara">Pantau Arus Mudik Lebaran di Minas, Bupati Siak Imbau Pemudik Hati-hati Berkendara</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/pantau-arus-mudik-lebaran-di-minas-bupati-siak-imbau-pemudik-hati-hati-berkendara/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Lebaran, Polres Siak Musnahkan Miras dan Knalpot Racing</title>
		<link>https://infosiak.com/jelang-lebaran-polres-siak-musnahkan-miras-dan-knalpot-racing</link>
					<comments>https://infosiak.com/jelang-lebaran-polres-siak-musnahkan-miras-dan-knalpot-racing#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Infosiak]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2019 14:53:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://infosiak.com/?p=4686</guid>

					<description><![CDATA[<p>SIAK (Infosiak.com)  &#8211; Aparat Kepolisian Resort (Polres) Siak Provinsi Riau memusnahkan ratusan botol minuman keras (Miras) berbagai merk di halaman Mapolres Siak, Selasa (28/5/2019). Selain miras, puluhan knalpot racing dan ribuan buah petasan juga dimusnahkan. Ini dilakukan dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif jelang hari raya Idul Fitri 2019. &#8220;Ratusan [&#8230;]</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/jelang-lebaran-polres-siak-musnahkan-miras-dan-knalpot-racing">Jelang Lebaran, Polres Siak Musnahkan Miras dan Knalpot Racing</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SIAK (</strong><a href="http://Infosiak.com"><strong>Infosiak.com</strong></a><strong>)  </strong>&#8211; Aparat Kepolisian Resort (Polres) Siak Provinsi Riau memusnahkan ratusan botol minuman keras (Miras) berbagai merk di halaman Mapolres Siak, Selasa (28/5/2019).</p>



<p>Selain miras, puluhan knalpot racing dan ribuan buah petasan juga dimusnahkan. Ini dilakukan dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif jelang hari raya Idul Fitri 2019.</p>



<p>&#8220;Ratusan miras dimusnahkan hasil tangkapan di bulan suci Ramadan 2019. Selain miras ada juga Mercon cabe 2.000 buah, Mercon korek 7.000 buah, Mercon gasing 50 buah dan Kenalpot racing 35 buah. Semua barang bukti itu dimusnahkan usai menggelar apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Muara Takus 2019,&#8221; kata Kapolres Siak AKBP Ahmad David.</p>



<p>AKBP Ahmad David menambahkan, sebelumnya juga telah mengecek kesiapan personilnya untuk pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1440 H.</p>



<p>&#8220;Untuk kenyamanan pemudik, ada beberapa Posko yang sudah disiapkan. Selain ada tempat beristirahat, juga ada tim medis yang bertugas untuk memeriksa kesehatan pemudik,&#8221; kata dia.<br></p>



<p style="font-size:10px" class="has-text-color has-very-light-gray-color">Sumber : Rilis<br>Editor : Afrijon</p>
<p>Posting <a href="https://infosiak.com/jelang-lebaran-polres-siak-musnahkan-miras-dan-knalpot-racing">Jelang Lebaran, Polres Siak Musnahkan Miras dan Knalpot Racing</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://infosiak.com">Gali Informasi Bangun Budaya</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://infosiak.com/jelang-lebaran-polres-siak-musnahkan-miras-dan-knalpot-racing/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
