Beranda Kandis Kualitas Udara Kian Memburuk, Kwarran Kandis Bagikan Ribuan Masker Door to Door

Kualitas Udara Kian Memburuk, Kwarran Kandis Bagikan Ribuan Masker Door to Door

100
BERBAGI
tour_de' tour_de'

KANDIS (Infosiak.com) – Semakin pekatnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Riau sangat berbahaya jika terpapar langsung. Peduli akan hal itu, Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Kandis bersama komunitas Kandis Info membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan.

Aksi bagi bagi masker, Minggu (15/9/2019) dilakukan pada empat titik yang diyakini padat pengguna jalan. Seperti di wilayah Jalan Pelajar Kampung Simpang Belutu, Jalan Sultan Syarif Qhasim Kampung Simpang Belutu, Kampung Jawa dan Surya Minang Kandis.

tour_de'

Ada kurang lebih 5000 masker yang dibagikan kepada pengguna jalan.

Selain itu, Kwarran Kandis memberikan masker dengan cara mendatangi rumah atau door to door guna menyerahkan maske kepada yang membutuhkan.

Pembimbing Kwarran Kandis Topan Saputra mengatakan kegiatan ini merupakan kepedulian antar sesama atas bencana kabut asap yang melanda Provinsi Riau.

“Kualitas udara memburuk, karena itu kita bagikan masker kepada masyarakat agar tidak terpapar langsung. Selain itu kita berharap tak ada lagi pembakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau masih akan berlangsung hingga bulan Oktober 2019.

tour_de'

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fachri Rajab usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di Gedung Daerah Riau di Pekanbaru, Sabtu (14/9/2019).

“Untuk Riau, kami perkirakan kemarau sampai dengan pertengahan Oktober, dan musim hujan di pertengahan bulan Oktober 2019,” kata dia.

Dia mengatakan, intensitas hujan di pertengahan Oktober, diprediksi masih rendah hingga sedang. “Tapi nanti puncak musim hujannya sekitar Desember 2019,” sambung Fachri.

Sementara itu, kabut asap masih pekat menyelimuti Bumi Lancang Kuning. Kata Fachri, kabut asap di Riau, juga dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca Juga:  Mabes Polri Sebut Asap di Pekanbaru Sudah Baik dan Langit Terlihat Biru, Penanganan Karhutla Efektif

“Kabut asap di Riau sebenarnya akumulasi dari hotspot (titik panas) di Riau sendiri dan juga hotspot di Jambi dan Sumsel,” sebut Fachri.
Karena, ulas dia, saat ini arah angin dari tenggara, sehingga memungkinkan arah angin dari selatan bergerak ke utara.

Sebagaimana diketahui, sejak lima hari terakhir kabut asap pekat menyelimuti Riau. Salah satu wilayah yang paling parah terdampak, yakni Kota Pekanbaru.

Dampak kabut asap ini, sebagian besar masyarakat banyak jatuh sakit, seperti sesak napas, batuk pilek, dan muntah-muntah.

Laporan : Jhon
Editor : Afrijon

Hari Jadi Siak...
BERBAGI