Beranda Islami Sambut Tahun Baru Islam dengan Nuansa Ikhlas Penuh Keimanan dan Ketaqwaan

Sambut Tahun Baru Islam dengan Nuansa Ikhlas Penuh Keimanan dan Ketaqwaan

23
BERBAGI
tour_de' tour_de'

JAKARTA (Infosiak.com) – Umat Islam di penjuru dunia menyongsong tahun baru hijriah 1 Muharram 1441 H. Bertepatan dengan 1 September 2019. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada umat Islam menyambut tahun baru dengan penuh keimanan dan ketakwaan. Serta dengan nuansa hati yang ikhlas, khusyu, damai, dan semata mengharap Ridha Allah.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, dalam pergantian tahun kalender Islam itu, umat muslim harus penuh semangat hijrah. Yakni hijrah menuju kesalehan dan kemenangan hakiki. “Hijrah harus dimaknai sebagai proses transformasi dari kondisi kehidupan yang gelap menuju peradaban yang terang dan mencerahkan,” katanya Sabtu (31/8/2019). Transformasi atau perubahan itu baik dalam konteks kehidupan pribadi maupun kemasyarakatan dan kebangsaan.

tour_de'

Dari aspek kehidupan pribadi, hijrah harus memberikan perubahan pada setiap pribadi. Dari pribadi yang sombong, culas dan dzalim menuju pribadi yang adil, jujur dan terpuji. Dari perilaku yang suka menggunjing, mengumpat dan memfitnah menuju pribadi yang santun, ramah dan suka menebarkan cinta dan kedamaian. Dari pribadi yang konsumtif, boros dan koruptif menuju pribadi yang produktif, hemat dan sederhana (zuhud).

tour_de'

“Dari aspek tatanan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan, hijrah harus memberikan perubahan kepada masyarakat bangsa,” jelasnya. Dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat madani. Yaitu masyarakat yang beriman, maju, mandiri, dan bahagia lahir batin. Selain itu menjadi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum dan norma susila, serta jujur, adil, setara (demokratis), beradab, dan berakhlak mulia.

Zainut menjelaskan MUI juga berharap semangat hijrah dapat mengembangkan akhlak dan perilaku umat Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), dan adil (i’tidal). Khususnya dalam menjalankan ajaran agama. Supaya tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) dalam menjalankan ajaran agama.

Masih dalam suasana menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74, MUI berharap Tahun Baru Hijriyah 1441 H menjadi tahun rekonsiliasi nasional. Sehingga dapat merekatkan dan mengukuhkan kembali persaudaraan. “Juga komitmen kebangsaan, mengembangkan wawasan kebhinnekaan,” kata Zainut.

Kemudian juga dapat menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai, dan menolong. Semuanya itu dilakukan dalam semangat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah). “Dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” pungkasnya.

Sumber : Jawapos
Editor : Afrijon

Hari Jadi Siak...
BERBAGI