Beranda Gaya Hidup Sudah 7 Anak Gangguan Jiwa karena Game Online di Daerah Ini, Orang...

Sudah 7 Anak Gangguan Jiwa karena Game Online di Daerah Ini, Orang Tua tak Bisa Kendalikan

289
BERBAGI
tour_de' tour_de'

BANJAR (Infosiak.com) – Peran para orang tua untuk membatasi waktu buah hatinya bermain gadget harus lebih serius. Bukan tanpa alasan, selama 2019 ini, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ternyata sudah menangani tujuh anak dan remaja yang mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gadget alias gawai.

Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data RSJ milik Pemprov Kalsel itu pada 2018 hanya ada lima orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) pecandu gadget yang mereka tangani.

“Tahun lalu hanya satu yang dirawat inap dan empat rawat jalan, sementara tahun ini ada dua yang sempat dirawat inap dan lima dirawat jalan,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, dr IBG Dharma Putra, sebagaimana dilansir dari Prokal.co, Jumat (18/10/2019).

Sementara itu, dokter spesialis kejiwaan RSJ Sambang Lihum, Yanuar Satrio menerangkan, saat ini dua pasien gangguan jiwa pecandu gawai yang sempat dirawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Akan tetapi, masih harus minum obat secara teratur. “Dia seperti gangguan jiwa pada umumnya, kalau tidak minum obat maka akan kumat,” ucapnya.

Mengenai bagaimana kondisi para pasien saat baru dibawa ke RSJ, dia mengungkapkan, yang paling parah ialah anak berusia 14 tahun dari Tanah Laut yang sempat dirawat inap selama dua pekan. “Anak itu sudah sampai ke gangguan jiwa berat, karena sudah ada perubahan perilaku,” bebernya.

tour_de'
loading...

Perubahan perilaku yang dia maksud, pasien yang kecanduan ponsel tersebut sering mengamuk dan berhalusinasi mengikuti gaya-gaya karakter yang ada di game gadget yang sering dimainkannya. “Saya tidak tahu karakter game apa yang dia ikuti, yang jelas dia jadi mengamuk tidak jelas,” ujar Yanuar.

Baca Juga:  Kecanduan PUBG, Seorang Remaja Meninggal Gegara Saraf Lehernya

Karena sering mengamuk, lanjut dia, orang tuanya sampai-sampai tidak bisa lagi mengendalikan pasien tersebut. “Anak itu tidak bisa dilarang bermain gadget, kalau dilarang juga mengamuk. Tidak ada cara lain, orang tuanya membawanya ke RSJ,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pasien pecandu gadget yang ringan, Yanuar menjelaskan, ciri-ciri sudah mengalami gangguan jiwa yakni merasa cemas jika tidak bermain ponsel.

“Selain itu, mereka susah tidur dan sulit berkonsentrasi,” jelasnya.

Dia menuturkan, pecandu gadget yang mereka tangani selama ini usianya semuanya baru belasan tahun. Yakni, dari 13 tahun sampai 17 tahun. Kebanyakan berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru, dan Tanah Laut.

“Itu karena orang tua tidak mau membatasi penggunaan gadget untuk anak mereka, padahal menggunakan gadget untuk hiburan lebih dari 2 jam dalam sehari sangat tidak baik,” tuturnya.

Lalu bagaimana bisa manusia bisa kecanduan main gadget?

Yanuar menjelaskan, gim dalam ponsel sebenarnya mampu memacu otak. Jika otak terus dipacu, maka lama kelamaan akan lelah dan akhirnya menimbulkan rasa ketergantungan.

“Tapi, kalau menggunakan gadget untuk keperluan pekerjaan tidak akan menimbulkan kecanduan. Yang bahaya itu dipakai untuk main game tanpa batasan waktu,” pungkasnya.

Sumber : Prokal
Editor Afrijon

loading...
BERBAGI